Lifestyle

Mengasuh Anak Sebaik Mungkin

Usiaku 28 tahun dan aku ibu dari satu orang putri manis berumur 19 bulan. Alhamdulillah aku termasuk mama yang beruntung hidup di zaman milenial karena semua serba mudah.

Tapi tetap saja urusan membesarkan anak adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Jadi membaca buku parenting menjadi salah satu hal paling menarik saat ini. Setelah membaca buku parenting dan menenemukan metode yang menurutku bagus dalam pengasuhan atau saat aku membacakan buku untuk anak biasanya aku akan share ke media sosial.

Niatnya cuma mau sharing aja. Mungkin ada ibu-ibu lain di luar sana yang ingin sedikit ilmu tentang parenting, metode Montessori, buku bagus untuk anak mereka juga. Hasilnya? Sebagian ada yang bilang “Terima kasih,” “Lanjutkan,” “Menginspirasi,” dan respon positif lain.

Tapi ada juga yang bilang, “Jangan terlalu banyak teori didik anak,” “Hati-hati terjerumus pemikiran barat,” atau disindir, “Mau menciptakan generasi emas ya?” Beberapa juga beranggapan aku “berambisi” pada anak.

Terus? Kadang-kadang aku jadi agak minder sendiri sih. Karena jujur aku bukan mama ambisius seperti di drama Korea “Sky Castle” yang ingin anaknya masuk kedokteran dengan segala cara. Aku juga tidak berharap anakku jadi anak genius bisa membaca di umur 3 tahun, bisa matematika di usia sebelum masuk SD, bisa empat bahasa hingga memasukkan anak ke les di usia dini. Aku sangat tidak berambisi menjadikanya seperti itu.

Anak bagi kami adalah pribadi yang mandiri dengan kepribadian dan bakat sendiri. Dia bukan miniatur orang dewasa dan harus melanjutkan cita cita orang tuanya. No! Anak itu unik dengan cara mereka. Dengan tahu sedikit lebih aku juga tidak merasa paling tahu dan mengganggap orang lain dengan gaya pengasuhan berbeda adalah salah.



Pascasarjana

Unefa
1 2Laman berikutnya
Back to top button