Lifestyle

Masta Damanik: Hidup harus Seimbang

FaseBerita.ID – Tidak mudah menjalani peran sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Belum lagi ditambah kegiatan sosial dan kemasyaratan lainnya.

Namun hal itu sudah dijalani Masta Damanik selama bertahun-tahun. Kini, dia tinggal menikmati hasilnya. Karirnya sebagai notaris di Kota Pematangsiantar terbilang sukses, dan dua putranya tengah mengenyam pendidikan tinggi di Australia dan Jakarta.

Masta, perempuan cantik yang ditemui di salah satu kedai kopi di Pematangsiantar, Kamis (8/8/2019) siang mengatakan, dalam hidup itu yang terpenting adalah keseimbangan. Seimbang antara pekerjaan, urusan keluarga, urusan sosial, dan refreshing. Juga seimbang antara jasmani dan rohani.

Pekerjaannya, kata pemilik Kantor Notaris Masta Damanik di Jalan Surabaya No 38 Pematangsiantar ini, menuntutnya konsentrasi agar surat-surat bisa selesai tepat waktu sesuai janji dengan para klien. Sebab jika tidak sesuai waktunya, tentunya akan sangat mengganggu pikiran.

“Itu akan bikin pusing. Tapi kalau bisa selesai tepat waktu, itu sangat menyenangkan,” sebut alumni Fakultas Hukum Universitas Jakarta itu.

Lebih lanjut, Masta yang kuliah Program Kenotariatan di Universitas Indonesia (UI) ini menyebutkan, meski sibuk, dia selalu berusaha menyediakan waktu bagi dua buah hatinya. Termasuk mendampingi mereka belajar dan juga saat hari libu.

“Ya dulu waktu mereka masih kecil-kecil, saya selalu luangkan waktu untuk mereka. Sekarang mereka sudah besar-besar, dan sekolah jauh dari saya,” tukas Masta.

Selain untuk keluarga, Masta juga meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, termasuk untuk kegiatan sosial.

“Ya, namanya perempuan, sesekali ke salon. Saya juga suka berenang. Sering juga bertemu kawan-kawan, arisan, dan lainnya,” terangnya lagi.

Dan, tambahnya, yang tidak boleh dilupakan adalah tetap beribadah.

“Jadi seimbang antara jasmani dan rohani kita. Ibadah tidak boleh ditinggalkan,” ujar Masta yang berpesan agar jika menemui kendala dan tantangan dalam hidup, jangan sampai patah semangat.

“Harus tetap bangkit. Anggaplah tantangan itu sebagai tangga untuk menuju yang lebih tinggi. Satu lagi, jangan lupa tetap berbuat baik. Agar yang diperoleh tetap yang baik juga,” tandasnya. (awa)