Lifestyle

Lilis Sianturi Pemula, Namun Diperhitungkan

FaseBerita.ID – Sebagai pemula di instruktur senam (aerobic) Lilis Sianturi termasuk diperhitungkan. Selain sering memenangkan berbagai kompetisi, termasuk di luar Kota Pematangsiantar, ia juga termasuk full job.

“Saya baru sekitar tiga tahun menjadi instruktur senam. Itu termasuk pemula, ya… Tapi puji Tuhan, saya bersyukur banyak yang percaya kepada saya untuk menjadi instruktur,” terang pemilik nama lengkap Lilis Suryani Sianturi ini.

Owner Sanggar Senam Alya di Jalan DI Panjaitan Nomor 21 Pematangsiantar ini lebih lanjut mengatakan, sejak suami tercintanya, Albertus Silalahi, meninggal dunia 10 tahun lalu, ia selalu berupaya berdikari. Lilis yang saat suaminya masih hidup tidak perlu memikirkan pengeluaran rumah tangga dan anak-anak, saat itu terpaksa berpikir dan berjuang keras.

Berbagai pekerjaan halal telah dilakoninya demi ketiga putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Ketiganya yakni Steven Silalahi, Alya Silalahi, dan Joyce Silalahi.

“Saat suami saya meninggal dunia, anak sulung saya baru berusia lima tahun. Kedua adiknya masing-masing 3 tahun dan 1 tahun. Saya yang selama menikah tergantung pada suami, harus berjuang demi anak-anak saya,” terang alumni SMK Negeri 3 Pematangsiantar jurusan Tata Boga ini.

Pekerjaan yang dilakukan Lilis antara lain, membantu usaha orangtuanya membuat bawang goreng, juga berjualan barang eks impor (rojer).

“Kalau banyak teman berkumpul di suatu tempat, saya bawa  rojer ke situ. Yang penting saya bisa dapat uang demi anak-anak saya,” tukas wanita yang berulang tahun setiap tanggal 30 Desember ini.

Hingga kemudian, Lilis yang aktif ikut aerobic diminta teman-temannya untuk menjadi instruktur. Alasan teman-temannya, Lilis cepat ‘menangkap’ gerakan-gerakan senam. Selain itu, Lilis yang memang hobi menari, terlihat lincah dan berpenampilan menarik saat sedang bersenam.

Sejak menjadi instruktur senam, job-job pun diterima Lilis. Selain di sanggar senam, Lilis juga diminta menjadi instruktur di sejumlah instansi pemerintah dan swasta, di kelurahan, dan juga Puskesmas. Bahkan diundang di berbagai event di luar Kota Pematangsiantar, seperti Medan, Dairi, dan acara-acara family gathering.

Bagi Lilis, ia sudah menemukan ­passion-nya dalam berkarir. Sehari, ia bisa mengajar 2-4 sesi, pagi dan sore. Bahkan terkadang hingga 5 sesi.

“Pagi, jam 7 saya sudah mulai mengajar. Sebelumnya saya mengantar anak-anak sekolah. Siang, saya istirahat dan mengantar makan siang untuk anak-anak di sekolah sebelum mereka les. Lalu sore mengajar senam lagi. Dan malam, saya sempatkan menemani anak-anak di rumah, belajar atau menonton televisi,” jelas Lilis yang menjaga tubuh tetap fit dengan beristirahat cukup dan mengonsumsi telur plus madu.

Bagi Lilis, prioritas hidupnya saat ini adalah karirnya sebagai instruktur senam dan ketiga anaknya. Sesibuk apapun dirinya, tetap mengutamakan kebutuhan anak-anak. Termasuk kebersamaan dengan anak-anaknya untuk beribadah dan menghabiskan waktu saat hari libur. Karena bagi Lilis, ketiga anaknya-lah yang menjadi penyemangat hidupnya.

Sedangkan dalam karir, Lilis selalu berusaha meng-up date dirinya. Meskipun sebagai pemula, Lilis sempat dianggap sebelah mata. Namun justru itu yang membuatnya semakin bersemangat untuk belajar dan memberikan yang terbaik.

“Never stop learning (tidak pernah berhenti belajar, red)!” tegas Lilis yang sudah tergabung dalam Zumba Instructor Network (ZIN).

Sebagai instruktur senam, Lilis senantiasa berusaha maksimal saat bekerja. Ia tidak ingin mengecewakan pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Kalau di panggung instruktur, saya total. Termasuk penampilan, termasuk untuk kostum. Kalau memang gerakan senamnya menuntut saya bergoyang, ya dilakukan. Namun setelah turun panggung, saya adalah ibu dari ketiga anak saya. Saya harus menjaga image saya. Jangan sampai ada yang menganggap negatif,” sebut Lilis yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Instruktur level 2 dan 3, dan rencananya ingin terus meningkatkan levelnya. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close