Lifestyle

Jumiati (Mpok Atik), Ingin Terus Mengajar Senam hingga Lansia

SIANTAR, FaseBerita.ID – Senam aerobic sudah melekat dalam diri Jumiati. Bahkan nama julukannya, Mpok Atik, diperoleh dari teman-temannya setelah ia aktif senam dan kemudian menjadi instruktur.

“Panggilan saya kan Atik. Lalu trman-teman bilang, lebih mantap manggilnya Mpok Atik aja. Teman saya itu, salah satunya almarhum Errow Siahaan, sekaligus guru dan orang yang selalu support saya,” terang Mpok Atik.

Diterangkan Mpok Atik, ia mulai aktif mengikuti senam di tahun 2012, setelah berstatus single parent (orangtua tunggal). Awalnya, ia diajak temannya agar ada kegiatan.

Sekitar tiga tahun kemudian, Mpok Atik sudah menjadi instruktur senam. Itu juga atas dukungan Errow Siahaan yang selalu mengatakan pada dirinya bahwa singe parent tidak boleh putus asa.

Diceritakan Mpok Atik, setelah menjadi single parent 11 tahun lalu, untuk memeroleh penghasilan ia sempat menjual barang-barang secara kredit. Hingga kemudian ia bisa menjadi instruktur senam dan mendapatkan job di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta.

Dari hasil job sebagai instruktur senam, Mpok Atik bisa membiayai kebutuhan keluarga dan sekolah dua anaknya, Shalsanamyra dan Muhammad Azizan. Saat ini, putri sulung Atik, Shalsa merupakan mahasiswi semester 6 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Sedangkan putra bungsunya duduk di kelas X SMA.

“Saya selalu ingatkan anak-anak, kalau sekolah harus serius. Saya pernah ajak anak saya yang perempuan ikut saya mengajar senam. Saat itu, dalam sehari tempat mengajar ada beberapa. Baru tiga tempat dijalani, dia sudah nggak sanggup. Nah, saya bilang, itulah pekerjaan mama. Jadi mereka harus serius sekolah,” terang bungsu dari tujuh bersaudara ini.

Hubungan denga anggota senam, diakui Mpok Atik, sangat akrab. Bahkan sudah seperti keluarga sendiri. Di luar senam, mereka kerap berkumpul dan bercengkerama, bahkan bepergian ke tempat wisata.

Menurut Mpok Atik, ia ingin terus menjadi instruktur senam. Meskipun suatu saat usianya mulai lanjut, ia tak ingin meninggalkan senam.

“Kan ada senam untuk lansia, yang gerakannya tentu saja disesuaikan. Ada saya kenal instruktur senam yang sudah lansia, masih aktif mengajar senam lansia. Saya ingin seperti dia. Sampai tua masih memberikan manfaat bagi orang lain,” sebut Mpok Atik yang setiap Sabtu mengajar senam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pematangsiantar.

“Yang ikut senam, para pegawai dan warga binaan di Lapas,” tambah Mpok Atik yang hobi memasak berbagai makanan ini, termasuk kue kering untuk hari besar keagamaan.

Alumni SMA Muhammadiyah Serbalawan, Kabupaten Simalungun ini mengaku, di masa remaja ia aktif menari dan kegiatan lainnya. Kebetulan, ia tergabung dalam kelompok remaja masjid dan sering mengadakan kegiatan.

“Ya menari tradisional. Saya juga dulu aktif ikut grup Marhaban,” tukas Mpok Atik yang bersama dua anak dan ibu kandungnya tinggal di Perumahan Sumber Jaya Indah, Kecamatan Siantar Martoba.

Masih kata Mpok Atik, menjadi instruktur senam tentu ada suka dan duka. Sukanya, bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang dari kalangan berbeda dan bisa selalu bersenda-gurau yang tentu saja membuat bahagia.

Sedangkan dukanya, menurut Mpok Atik, jika ada anggota yang protes karena gerakan senam dianggap sulit.

“Ya, apapun itu, saya menikmati pekerjaan saya sebagai instruktur senam,” tandas wanita yang pernah menerima job sebagai instruktur senam hingga ke luar Kota Pematangsiantar seperti Parapat dan Balige.

Sebagai ibu dari dua anak yang sudah remaja dan dewasa, Mpok Atik senantiasa berupaya sebagai teman bagi mereka. Bahkan dengan teman-teman anaknya, ia akrab.

“Teman kuliah Shalsa sering main ke rumah. Di rumah, mereka bebas mau masak-masak dan makan-makan. Anak-anak itu bilang saya gaul. He he he…” kata Mpok Atik yang memang dikenal supel, ramah, dan mudah bergaul. (awa/fi)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button