Lifestyle

Jojor Roito Siallagan: Berawal dari Perlengkapan Anak yang Tak Terpakai

FaseBerita.ID – Butuh stroller, baby chair, baby walker, atau perlengkapan bayi lainnya tapi hanya dipakai sementara? Tak perlu beli. Di Pematangsiantar sudah ada yang menyewakan (merentalkan)-nya. Namanya Mami Je Rental Mainan Siantar.

Owner-nya, Jojor Roito Siallagan yang ditemui di Jalan Sadum No 65 Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara menceritakan perjalanan usahanya. Menurut ibu dua anak ini, Mami Je Rental Mainan Siantar dimulai 17 Desember 2018. Awalnya, karena merasa sayang melihat perlengkapan bayi anaknya yang tidak terpakai.

Diceritakan Jojor, putri pertamanya lahir tahun 2016. Karena anak pertama, ia dan suami membeli berbagai macam perlengkapan bayi. Sejumlah barang dibeli dengan harga yang tidak murah. Namun ternyata, banyak perlengkapan yang justru tidak terpakai karena anaknya tidak suka dan tidak nyaman.

“Seperti ayunan, ternyata anak saya lebih nyaman dalam gendongan saya. Begitu juga dengan barang lainnya. Eh, ternyata anak saya yang kedua, yang lahir Maret tahun 2018 juga sama,” terang perempuan yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop dan UKM) Pemkab Batubara ini.

Akhirnya, dengan seizin suami, Jojor mulai menawarkan barang-barang tersebut untuk direntalkan. Promosi pun dimulai di media sosial (medsos).

Ternyata, lanjut istri dari Jepry Rolandto Panjaitan ini, sambutan warga Pematangsiantar, juga Simalungun, sangat bagus. Terutama kaum ibu. Apalagi, sepengetahuan dia, belum ada di Pematangsiantar yang merentalkan perlengkapan anak atau bayi.

Hampir setahun menekuni usaha tersebut, Jojor mengaku belum memiliki pegawai. Selama ini, ia dibantu adik laki-lakinya, mengantar dan menjemput barang yang direntalkan. Termasuk merakit dan membongkar barang-barang tersebut di kediaman customer.

“Kalau suami, kan tugasnya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Asahan. Jadi sekali-kali ia di Siantar. Tapi kalau pulang, dia juga mau membantu saya. Bahkan, mertua saya yang perempuan tidak keberatan ikut mengantar pesanan,” terang alumni SMK Negeri 1 Pematangsiantar ini.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk nama Mami Je Rental Mainan Siantar, diambil dari nama kedua anaknya, yang kebetulan berawalan huruf J, yaitu Jelita Banepito Panjaitan dan Judika Skylar Panjaitan.

“Jadi saya, suami, dan dua anak kami, nama kami semua berawalan huruf J. Dari situlah diambil nama Mami Je Rental Mainan Siantar. Kalau pakai huruf J saja, kan kesannya sangat singkat,” jelas anak keempat dari lima bersaudara ini.

Karena respon warga sangat bagus terhadap usahanya, ia pun bersemangat, terutama menambah aset, baik dari jenis maupun kuantitas. Paling tidak, penambahan aset dilakukan sebulan sekali.

“Uang hasil rental, kalau sudah terkumpul, digunakan untuk menambah aset. Biasanya saya belanja barang dari Medan atau Jakarta,” tukas alumni Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (FE USI) itu lagi.

Diakui Jojor, resiko barang-barang yang direntalkan kembali dalam kondisi rusak memang sudah diperhitungkan sejak awal. Jika kerusakan dalam kondisi yang masih bisa diperbaiki, maka customer tidak dikenakan biaya. Kecuali memang jika kerusakan sudah sangat parah.

“Makanya, kami sangat mengharapkan customer jujur kalau ada yang rusak. Jangan memperbaiki sendiri. Biar saja kami yang memperbaiki. Saya sendiri, selalu berpesan agar barang-barang itu dijaga dengan baik. Tapi kan namanya anak-anak yang pakai, ya kita maklum kalau ada tergores,” papar Jojor.

Jojor mengaku senang ketika ia mengantar pesanan customer, anaknya menyambut dengan gembira. Apalagi saat ia merakit mainan tersebut, si anak dengan sabar menunggu.

“Rasanya, lelah saya hilang seketika,” ujar wanita yang biasanya belajar merakit mainan dari buku panduan dan youtube ini.

Sebaliknya, ketika masa rental sudah habis dan Jojor menjemput mainan tersebut, tidak jarang ada saja anak yang menangis. Kalau seperti itu, Jojor biasanya membujuk anak tersebut dengan mengatakan mainannya rusak dan akan diperbaiki dulu.

Ke depan, Jojor yang kini memiliki aset 60 unit perlengkapan anak ini, ingin usahanya tersebut dikelola secara profesional. Seperti memekerjakan karyawan.

“Prospeknya bagus. Banyak warga yang merasa terbantu, termasuk perantau yang sedang mudik,” sebut Jojor yang memberlakukan ongkos kirim berdasarkan jarak tempuh dan ukuran barang.

Ia juga ingin menawarkan paket playground kepada warga yang berencana menggelar acara, terutama perayaan ulang tahun anak. Misalnya, di perayaan ulang tahun anak tersedia berbagai mainan, seperti luncuran, ayunan, jungkat-jungkit, mobil-mobilan, dan lainnya. Konsep yang sama juga bisa ditawarkan bagi pengusaha atau siapa saja yang menggelar event untuk anak. Tentunya, kata Jojor, dengan harga yang relatif terjangkau.

Sebagai wanita karir dan ibu rumah tangga, ditambah memiliki usaha sendiri, diakui Jojor memang membuatnya lelah. Meski begitu, ia selalu berusaha memasak sendiri makanan untuk kedua buah hatinya. Selain itu, jika ada waktu luang seperti weekend, ia menggunakannya untuk family time. Misalnya membawa anak-anaknya berenang, jalan-jalan, dan lainnya.

“Sebagai seorang perempuan, meski punya pekerjaan, tentu saja saya tidak boleh mengesampingkan anak-anak saya,” tukas Jojor yang berulang tahun setiap tanggal 1 Juni ini. (awa)

USI