Lifestyle

Johanna Rasqita Nauly Hutahaean: Si Hitam Manis Bersuara Merdu

FaseBerita.ID – Di tengah usianya yang beranjak remaja, Johanna Rasqita Nauly Hutahaean mulai mengumpulkan prestasi di bidang tarik suara. Cewek hitam manis dengan postur tubuh semampai ini, dengan suara merdunya dianggap bisa menjadi penyanyi profesional di masa depan.

Johanna, siswi kelas VII SMP Kalam Kudus Pematangsiantar ini mengaku terlahir dari orangtua yang memang hobi menyanyi, terutama ayahnya Aiptu Erwin Hutahaean yang bertugas di Polsek Panai Hilir Polres Labuhanbatu.

“Saya bungsu dari empat bersaudara yang semuanya hobi menyanyi. Tapi di antara kami, hanya saya yang sering mengikuti lomba menyanyi,” terang Johanna yang terhitung sejak Agustus 2019 lalu mengikuti kursus vokal di Joy’s Bina Vocalia asuhan Joice Panggabean.

Johanna mengatakan, ia mulai fokus menyanyi saat masih duduk di kelas IB SD Cinta Rakyat 2 Pematangsiantar. Saat itu, ia mewakili sekolah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional dan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (O2SN dan FLS2N) Tingkat Kota Pematangsiantar. Johanna meraih juara pertama.

Johanna juga sempat bergabung di kelompok paduan suara yang ada di Kota Pematangsiantar selama dua tahun. Namun kemudian memilih keluar dan memfokuskan diri sebagai solois.

Setelah menjadi penyanyi solo, Johanna mulai mengikuti berbagai perlombaan menyanyi di Kota Pematangsiantar. Juli 2019 lalu, ia meraih juara pertama Mazda Idol kategori remaja. Saat itu, Joice Panggabean menjadi salah seorang juri dan sempat menampilkan suara emasnya di sesi hiburan.

Ternyata ibu Johanna, Malem Tarigan, tertarik dan merasa warna suara putrinya sama dengan Joice Panggabean. Setelah berbincang singkat, Malem meminta Joice menjadi guru vocal bagi Johanna.

Selanjutnya, Johanna mengikuti ajang Got Talent yang digelar di salah satu kafe di Pematangsiantar, dan meraih juara pertama. Kemudian, juara pertama juga diperoleh Johanna di acara Hari Ulang tahun (HUT) ke-1 Joy’s Bina Vocalia. Teranyar, lagi-lagi Johanna mendapat juara pertama di ajang Art & Music Festival SMP Kalam Kudus Pematangsiantar.

“Sebelumnya, saat masih SD pernah juga dapat juara satu lomba Paduan Suara Cinta Rakyat Cup. Waktu itu saya yang jadi solois. Dan Mei 2019, di Lustrum ke-30 SMP Cinta Rakyat 3, juga dapat juara satu,” terang Johanna yang di rumah mendapat tugas dari ibunya untuk mencuci piring dan menyapu.

Selain di ajang lomba, Johanna juga diundang untuk mengisi acara Christmas Season di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar tahun 2019 lalu.

“Juga mengisi acara Natal di sekolah,” tukas Johanna yang hobi berenang ini.

Tak hanya tarik suara, Johanna juga menorehkan prestasi di bidang lainnya, seperti menari. Johanna dan grup-nya meraih juara 2 lomba menari di sekolah.

“Waktu itu menari tarian Karo, Simalungun, Toba, dan Cina,” ujar Johanna yang bercita-cita menjadi hakim ini.

Selain kursus di Joy’s Bina Vocalia, di malam hari biasanya Johanna berlatih menyanyi di rumah.

“Kalau malam, karaoke di rumah. Kadang mama mengajak saya karaoke di luar rumah, juga ke kafe yang ada live music. Saya menyanyi di sana untuk melatih mental dan keberanian,” jelas gadis yang menggemari masakan sang mama, yakni teri sambal plus daun ubi tumbuk.

Bahkan, lanjutnya, ayahnya berencana membawa Johanna mengamen di beberapa tempat di Pematangsiantar guna melatih mental dan nyalinya tampil di depan banyak orang yang belum dikenal.

Johanna dengan tinggi badan 161 centimeter dan berat 53 kilogram sebenarnya sangat ideal menjadi seorang model. Namun, menurutnya, keluarga terutama orangtua lebih memberikan support kepadanya untuk menjadi penyanyi.

“Pernah juga ikut lomba model dalam rangka Hari Ulos tahun 2018 dan dapat juara harapan 1. Tapi selanjutnya nggak pernah ikut lagi,” ujar dara kelahiran Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), 24 Maret 2007 lalu. (awa)