Lifestyle

Joel Purba Percaya Diri Berkat Stand Up Comedy

Kondisi fisik yang berbeda dengan teman-temannya sempat membuat Joel Purba minder. Apalagi, ada saja teman yang mengejek dan merendahkannya.

Perlahan, rasa percaya dirinya mulai tumbuh. Hal itu berkat kemampuannya melakukan stand up comedy. Khususnya setelah sejumlah prestasi telah mampu diraihnya, bahkan hingga tingkat nasional.

Pemilik nama lengkap Frans Joel Purba ini menjelaskan, awal ia menjadi komika atas dorongan sejumlah teman yang melihat dirinya memiliki kemampuan ber-stand up comedy.

“Menurut kawan-kawan saya bisa melucu dan bikin mereka tertawa. Kalau saya nggak ada, mereka kehilangan. Tapi kalau saya datang, eh disuruh pulang,” kata Joel bercanda.

Diceritakan bungsu dari empat bersaudara itu, kelainan fisiknya sebenarnya bukan bawaan lahir. Namun karena kecelakaan.

Saat usianya baru delapan bulan, ayahnya, Saut Pondang Purba meninggal dunia. Sejak itu sang ibu, Normauli Damanik harus bekerja keras demi menghidupi keluarga dengan empat anak yang masih kecil-kecil.

Tiap pagi, saat Joel masih tidur, ibunya sudah harus keluar rumah untuk bekerja. Hingga suatu hari, saat ibunya keluar rumah, Joel ditinggal sedang tertidur. Lalu Joel terjatuh dari tempat tidur.

Saat itu, kecelakaan tersebut dianggap jatuh biasa saja. Apalagi tidak ada keluhan pada diri Joel.

Tahun berlalu. Ketika Joel duduk di kelas tiga sekolah dasar (SD), keluarga terutama ibunya menyadari pertumbuhan tubuh anak laki-laki satunya itu berbeda dari anak-anak lain. Joel terlihat jauh lebih pendek dibandingkan teman-teman sebayanya.

Dengan penuh kekhawatiran, Joel dibawa berobat ke dokter. Menurut dokter, ada syaraf di bagian belakang tubuh Joel yang terjepit, dan lama kelamaan semakin terjepit. Untuk mengembalikannya ke posisi normal, dokter menyarankan dilakukan operasi.

Keluarga pun berunding. Setelah konsultasi, ternyata peluang berhasilnya operasi itu hanya sekitar 10 persen. Tentu saja keluarga menolak.

“Bukan itu saja. Saat saya kelas lima SD, divonis dokter bahwa usia saya tidak lama lagi, paling lama katanya setahun. Tapi ternyata, saya masih hidup sampai sekarang,” terang pria kelahiran 2 September 1998 ini.

Dilanjutkan alumni SMA Negeri 6 Pematangsiantar ini, berbagai upaya penyembuhan dirinya sudah dilakukan ibunya. Bahkan ia sempat tinggal di rumah namboru (saudara perempuan ayah) di Medan agar bisa mengikuti terapi. Namun tidak ada perubahan.

Meski mampu mengikuti pelajaran di sekolah umum, namun Joel tetap saja minder. Apalagi, ia harus mengubur dalam-dalam cita-citanya menjadi seorang pilot.

“Waktu kecil, kalau ditanya cita-cita, saya bilang mau jadi pilot. Tapi begitu kelas tiga SD ketahuan ternyata saya seperti ini, ya kayak mana mau jadi pilot,” sebut pemuda yang tinggal di Perumahan Tozai Baru Pematangsiantar ini.

Kini, Joel sudah menemukan passion-nya. Ia bisa menjadi seorang komika dan menghibur banyak orang.

“Jadi materi saat stand up comedy, memang dari kisah kehidupan saya sendiri. Bukan dikarang-karang. Hanya ditambah improvisasi,” tukas Joel yang juga terinspirasi saat menonton stand up comedy yang dibacakan seorang komika yang cacat fisik dan duduk di kursi roda.

Bersama beberapa komika, Joel membentuk Komunitas Komika Siantar. Saat ini, ada 15 komika yang bergabung. Biasanya, setiap Sabtu malam mereka latihan di salah satu kafe yang berada di Jalan MH Sitorus Pematangsiantar.

Untuk materi, lanjut Joel, ada tim yang bertugas mengumpulkan hal-hal baru, termasuk keluhan dari para komika.

Yang pasti, Joel menganggap dengan menjadi komika ia bisa menemukan jati dirinya. Selain itu, tentu saja rasa percaya dirinya semakin tumbuh. Ia tidak perlu minder lagi. Apalagi ibu dan kakak-kakaknya mendukung sepenuhnya.

“Di antara kami para komika di Siantar, ada yang introvert dulunya. Tapi kini dia mengaku bisa bergaul dan bersosialisasi,” jelas Joel yang masuk lima besar Kompetisi J-Confest di Jakarta (Agustus 2019) dan 15 besar Maxtream Stand up Battle Indonesia, juga di Jakarta (September 2019). Selain itu, Joel juga peraih juara 3 Liga Tarkam Sesi 6 se-Sumut.

“Yang Maxtream itu, saya perwakilan Sumatera. Kalau yang Liga Tarkam, saya perwakilan Kota Siantar,” tambah Joel yang mengaku sudah bertemu beberapa komika nasional, seperti Raditya Dika, Babe Cabita, dan Boris Manullang.

Para komika yang sudah terkenal itu, sambungnya, banyak memberikan support dan berbagi ilmu dengannya.

Meski biasa melucu jika sedang berkumpul dengan teman-temannya, namun saat kali pertama stand up comedy, Joel mengaku gugup. Namun berkat sering latihan, sekarang mengalir saja kata-kata saat ia naik panggung.

Sebagai komika, Joel sudah mulai dikenal. Ia sering diundang untuk stand up comedy hingga keluar Kota Pematangsiantar. Bahkan menjadi juri kompetisi stand up comedy.

Tahun depan, Joel berencana mulai kuliah. Ia ingin membahagiakan ibunya yang sudah berulang-ulang memintanya agar melanjutkan pendidikan.

“Kuliah di Siantar. Nggak dikasih mama kalau ke luar Siantar,” sebut pemuda yang ingin semakin dikenal sebagai komika, dan berharap semakin banyak komika muncul di Siantar.

“Juga agar Pemko Siantar memberikan perhatiannya juga kepada kami para komika,” tambahnya. (*)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close