Lifestyle

Jenny Tabita Dorkas Sipayung, Putri Simalungun di Ajang MIG

FaseBerita.ID – Acara bergengsi Miss International Global (MIG) 2019 diselenggarakan di Malaysia. Salah satu kontestan dari Indonesia adalah, Jenny Tabita Dorkas Sipayung yang berasal dari Medan.

Lantas bagaimanakah perjalanan Jenny hingga bisa masuk sebagai peserta?

Menurut ayahnya, Joe Frizer Sipayung SE, sejak kecil Jenny sangat senang mengikuti berbagai kompetisi. Cita-citanya sebagai model dan pramugari menjadikan Jenny terus belajar keras dan selalu suka mencari hal-hal yang baru, khususnya dalam ajang kompetisi.

Pada tahun 2017 lalu, Jenny pernah sebagai finalis pada Jaka Dara Kota Medan. Pada tahun yang sama, Jenny mendapat penghargaan The Best Favorit Putri Ulos/Hio Sumatera Utara 2017. Jenny yang sangat mencintai kebudayaan turut serta mengikuti Festival Danau Toba tahun 2017 dan pada saat itu Jenny masuk sebagai finalis.

Di tengah-tengah kesibukannnya sebagai karyawan di Bank Permata di Kota Medan, Jenny terus meningkatkan kemampuannya dan terus belajar. Pada pada kegiatan Puteri Kebudayaan Sumatera Utara yang digelar tahun 2018, Jenny meraih runner up.

“Pada tahun 2018, Jenny juga masuk Top 15 Miss Internet Sumatara Utara dan kemudian Winner Putri Pendidikan Sumatera Utara di tahun 2019,” ujar Joe Frizer Sipayung yang memperistrikan Dewiana Simanjuntak.

Atas pencapaian dan penghargaan yang telah dicapai selama ini, Jenny kelahiran tanggal 18 Juni 1994 ini dihunjuk sebagai Duta Pendidikan Pariwisata Indonesia di tahun 2019 dan yang terakhir mengikuti ajang Miss International Global.

Kepada media ini, Joe Frizer Sipayung mengungkapkan, selaku orangtua, mereka tidak mendukung jika nantinya Jenny memiliki berkarir sebagai publik figur yang masuk ke dunia artis. Seperti bintang film maupun sinetron.

“Tapi kami orangtua sangat mendukung jika Jenny mau memilih ikut kegiatan festival, ajang/kontes sebagai duta daerah dalam hal Kepemudaan, Ilmu Pendidikan, Pariwisata, Seni, Budaya, dan lainnya yang mengandalkan kemampuan kecerdasan serta sosial masyarakat,” ujar Joe.

“Dan untuk mewujudkan kemauan tersebut inipun harus disertai sikap tidak sombong dan selalu rendah hati kepada semua orang,” terang Joe yang bekerja sebagai juru sita di PTTUN Medan.

Joe mengungkapkan bahwa dirinya selalu mengutamakan bersosial kepada masyarakat karena sudah terdidik mulai kecil berpindah-pindah tempat tinggal, seperti Medan, Nias,Tapsel, Tanah Karo.

“Karena orang tua dahulunya bertugas sebagai Kalapas di beberapa daerah,” terangnya.

Sementarai itu, dalam akun media sosial Facebooknya ayahnya, Jenny mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung dan men-support-nya.

“Buat seluruh saudara/i yang telah memberikan dukungan kepada Jenny sebagai kontestan MIG 2019, saya ucapkan terimakasih atas dukungan support dan doa yang telah diberikan.

Semoga Tuhan membalas kebaikan saudara/I, serta akan memberikan Kesempatan yang Lebih Baik selalu dalam kehidupan kita. Horas..Horas..Horas..” tulis Jenny di kolom komentar facebook ayahnya. (pra)