Lifestyle

Jangan Terlalu Banyak Minum Kopi

Segelas kopi dapat menjadi pembangkit mood saat pagi. Kafein dalam kopi bisa menambah energi sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun, ketika sudah menjadi kebiasaan, minum kopi akan sulit dihentikan bagi sebagian orang. Hal ini rupanya bisa berimbas pada kulit.

Dilansir dari Pink Villa, asupan kafein yang terlalu banyak dapat menyebabkan kulit kering, dehidrasi atau bahkan berjerawat. Mereka yang memiliki kulit yang sensitif dan rentan terhadap jerawat tentunya perlu membatasi asupan kafein.

Kafein terlalu banyak berdampak pada hormon dan dapat meningkatkan hormon stres. Walau sudah dicampur susu, kopi tetap dapat mengeringkan kulit. Kafein yang terlalu banyak sama saja dengan alkohol dan membuat tubuh merasa dehidrasi, bibir terasa kering, dan mengurangi produksi kolagen.

Kolagen membantu kulit terlihat cerah dan sehat. Kekurangan kolagen dapat membuat kulit terlihat kusam. Berhenti minum kopi atau menguranginya dapat meningkatkan pertumbuhan kolagen dan membuat kulit terlihat sehat dan membuatnya bercahaya.

Detoksifikasi kafein dapat menyebabkan perubahan pada kualitas kulit. Mengurangi kafein juga akan membuat pori-pori kulit lebih terbuka.

Dalam laman Live Strong, Asosiasi Kopi Nasional menyebutkan bahwa 83 persen orang Amerika minum kopi secara teratur dan memiliki mesin pembuat kopi pribadi di rumah.

Studi penelitian secara umum mengaitkan konsumsi kopi dengan efek positif, namun terlalu banyak mengonsumsi kafein berpotensi memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan termasuk kerusakan pada kulit.

Ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein membantu orang merasa kurang mengantuk, meningkatkan kemampuan mereka untuk fokus dan tetap waspada secara mental. Maka sebaiknya dikonsumsi dengan jumlah yang sesuai agar kulit tetap terjaga kesegarannya. (jp)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close