Lifestyle

Hafizd Darmawan Nasution Ingin Mengangkat Martabat Keluarga

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pahlawan tanpa tanda jasa menjadi kepuasan tersendiri bagi Hafizd Darmawan Nasution Spd (23).

Menjadi guru adalah impiannya sejak kecil. Bahkan ia termotivasi atas dukungan keluarga. Bahkan, menjadi seorang guru adalah kepuasan tersendiri baginya karena bisa mendidik seorang anak yang tidak tahu menjadi tahu.

Hafizd tinggal Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat. Saat ditemui di salah satu warung kopi di kota Siantar, ia mengatakan kalau profesi dia saat ini mengajar di salah satu sekolah SMK dan juga sedang melanjutkan studinya mengambil S2 di Universitas Negeri Medan.

“Saya mengajar di SMK swasta dan berkat dukungan dan dorongan dari keluarga untuk menyarankan saya agar mengambil S2 dan kebetulan memang cita-cita saya juga pingin menjadi dosen,” ujar anak ke 3 dari 4 bersaudara ini.

Alumni UINSU tamatan 2018 jurusan Matematika ini menambahkan, untuk memenuhi kebutuhannya dan juga bisa membayar uang kuliah, selain mengajar di SMK swasta dia juga mengajar di salah satu SMP swasta.

Hafizd dulunya bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola profesional. Namun tidak kesampaian dan sempat tidak terpikirkan menjadi seorang guru. Namun setelah dijalani, dia semakin mencintai profesi tersebut.

“Motivasi dari keluarga dan juga senang berorganisasi karena menurut saya berorganisasi itu berjiwa patriotisme karena guru itu pengabdi dan pekerjaan berpahala. Itulah yang membuat saya semakin menyenangi profesi guru,” tambahnya sembari mengatakan aktif mengikuti berbagai organisasi untuk menambah pengetahuan.

“Selama kita berusaha pasti ada jalannya dan tetap berserah kepada Tuhan. Itulah yang selalu saya ingat demi mencapai apa yang saya impikan. Menjadi seorang guru Matematika itu tidak sulit asal ada kemauan dan niat belajar pasti bisa,” ujarnya.

Hafidz juga menambahkan setiap langkah dan perjalannya dia selalu meminta dukungan dan doa dari keluarga terutama kepada orang tua. Bagi dia restu dari orang tua itu adalah yang paling utama karena tidak ada orang tua yang mau anak-anak terpuruk. Ini jugalah kata-kata yang selalu dia ingat.

“Salah satu motivasi terbesar saya untuk membanggakan orang tua dan juga mengangkat martabat keluarga. Makanya untuk mencapai itu semua saya akan merusaha melakukan apapun untuk membanggakan orang tua,” tutupnya. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close