Lifestyle

H Ibnu Habibi Lubis: Berdayakan Kreativitas Pemuda

FaseBerita.ID – Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs)/setingkat  SMP, H Ibnu Habibi Lubis (34) sudah aktif di organisasi.

Saat itu, Oby, demikian ia biasa disapa, yang belajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Arafah Medan, bergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Aktif di organisasi pemuda, tentunya membuat Oby peduli dengan pemuda. Ia merasa miris melihat para pemuda tidak diberdayakan.

Oby yang saat ini menjabat Penasehat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Simalungun ini sangat mengharapkan peran pemerintah agar para pemuda bisa diberdayakan. Dengan demikian, pemuda bisa kreatif dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Seperti di Pulau Jawa, terutama di Yogyakarta, di sana para pemuda dan organisasi pemuda diberi pelatihan Usaha Kecil Menengah (UKM). Lalu diberi dana, sehingga bisa berkembang,” kata alumni Fakultas Syariah jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara itu.

Dilanjutkan suami dari Hj Lisa Novita Harahap ini, misalnya ada pelatihan membuat con-block. Setelah pelatihan, beberapa organisasi dan perkumpulan diberi dana. Sumber dana, bisa saja dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), atau instansi yang mengurusi UKM. Kemudian, produksi conblock tersebut dibeli oleh pemerintah.

“Hal seperti itu kan menciptakan usahawan-usahawan muda. Kesejahteraan warga meningkat, dan tingkat kriminalitas bisa ditekan,” tukas ayah dua putri ini, yakni Shaquila Nadra Lubis (8) dan Fatimah Zahra Lubis (5).

Pembina Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara ini menambahkan, untuk memberdayakan masyarakat, khususnya pemuda, dibutuhkan perhatian dan peranan aktif pemerintah. Pemerintah, katanya, jangan menghabiskan anggaran hanya untuk kegiatan seremoni.

Ditahan Polisi

Sebagai aktivis organisasi, Oby juga pernah turun ke jalan di masa menjadi mahasiswa. Ada dua kali dia merasakan menginap di kantor polisi.

“Yang pertama, dua malam saya ditahan. Lalu yang kedua, sampai enam hari,” kenang pria yang hobi membaca dan tenis meja ini.

Karena sejak remaja berkarir di organisasi di bawah NU, Oby pun bertekad terus mengembangkan dan membesarkan NU.

“Saya ingin berkarir besar di NU!” tegas Oby yang kini juga menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Baitul Muslimin Indonesia (DPC Bamusi) Pematangsiantar itu.

Pengusaha salah satu kedai kopi di Pematangsiantar ini berpesan agar para pemuda jangan pernah berhenti belajar, serta aktif digerakan sosial.

“Indonesia butuh pemuda kreatif!” tukasnya. (awa)