Lifestyle

Fiky Avrilia Centil dan Senang Bergaya sejak Kecil

Puluhan trofi terpajang di rumah Fiky Avrilia, hasil prestasinya memenangkan berbagai perlombaan fashion show dan modelling. Fiky memang aktif mengikuti berbagai perlombaan sejak ia masuk ke dunia modelling sekitar enam tahun lalu.

Siswi kelas 3 jurusan Perhotelan SMK Negeri 3 Pematangsiantar ini mengaku mulai menekuni dunia modelling sejak ia lulus Sekolah Dasar (SD). Berawal dari seorang teman ibunya yang menyarankan agar Fiky ikut modelling. 

“Fiky sejak kecil kan centil, mentel, dan suka bergaya. Jadi ada teman mama mengajak ikut modelling,” sebut Fiky yang mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Hotel JW Marriot Medan beberapa bulan lalu.

Fiky pun bergabung di agency IB Management Pematangsiantar. Prestasi pertamanya, meraih juara tiga lomba fashion show di Kabanjahe, Kabupaten Karo. Bagi Fiky, itu termasuk prestasi luar biasa. Sebab saat itu ia baru dua minggu mengikuti latihan modelling. 

Selanjutnya, berbagai prestasi di dunia modelling diraihnya. Dengan tinggi badan saat ini 170 centimeter dan berat badan 51 kilogram, Fiky yang kini tergabung di IM Management memang telah memiliki modal awal sebagai seorang model.

Prestasi yang sudah diraih gadis yang hobi menari ini antara lain menjadi utusan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke ajang Duta Model Indonesia di Jakarta tahun 2015. Fiky menjadi utusan Sumut setelah meraih Golden Ticket dalam audisi yang digelar di Pematangsiantar sebelumnya.

“Sebenarnya ada beberapa yang terpilih untuk lanjut ke Jakarta dari audisi di Siantar. Tapi hanya Fiky yang dapat Golden Ticket,” kata Fiky yang meraih juara Harapan 1 dalam ajang tersebut di Jakarta.

Prestasi lainnya, juara 1 Putri Ulos tahun 2017 yang digelar di Pantai Bebas Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Gelar Miss Ulos masih melekat pada diri Fiky karena sejak tahun 2017 belum ada lagi digelar ajang yang sama.

“Makanya Fiky belum bisa ikut pemilihan Putri atau Miss karena masih ada gelar yang masih Fiky sandang. Maunya segera ada Pemilihan Miss Ulos lagi,” harap Fiky yang mendapat dukungan sepenuhnya di ajang modelling dari orangtuanya, Indra Satriawan dan Lisawati ini.

Fiky juga meraih juara 1 fashion show dalam rangka Hari Ulos di Kota Pematangsiantar tahun 2018 lalu. Teranyar, Fiky menjuarai audisi Model of Indonesia yang dilaksanakan di salah satu kafe di Pematangsiantar, Minggu (24/11/2019) lalu. Selanjutnya Fiky akan mengikuti Grand Final Model of Indonesia di Medan, Maret 2020 mendatang. Ajang tersebut akan diikuti para peserta dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Selain sering mengikuti perlombaan fashion show, sulung dari dua bersaudara ini juga beberapa kali menjadi model di acara make up artist (MUA). Terakhir, Fiky menjadi model MUA hits Pematangsiantar, Indra MW di acara yang digelar salah satu brand kosmetika di Medan.  Saat itu, Fiky juga mengenakan gaun rancangan Suci Kebaya.

Fiky Avrilia

Alumni SMP Negeri 8 Pematangsiantar ini memiliki impian besar di dunia modelling, yakni mengikuti Pemilihan Putri Indonesia.

“Tapi tentunya butuh persiapan matang. Pesertanya bukan hanya cantik dan menarik, pintar, berpendidikan, dan jago Bahasa Inggris,” tandas perempuan yang mengaku sebenarnya sudah ada yang mengajak dirinya untuk mengembangkan karir modelling di Jakarta. Namun terpaksa ditolak karena orangtua tidak mengizinkan mengingat ia masih bersekolah.

Sedangkan untuk bidang akademik, Fiky yang bercita-cita menjadi pramugari ini ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi khusus pariwisata.

Selain hobi memasak kue dan kudapan, Fiky mulai suka berdandan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga orang lain.

“Saat pemilihan Duta Model Indonesia di Jakarta, peserta dikarantina. Kami mendapat beragam kursus. Salah satunya beauty class. Jadi Fiky mulai paham make up,” cetus Fiky yang juga ingin menjadi MUA ini.

Diakui perempuan yang tinggal di Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar ini, menekuni dunia modelling memberikannya banyak pengalaman. Juga selalu menambah kenalan, dan memberika inspirasi kepadanya.

“Kalau dukanya, nyaris nggak ada ya,” ujar Fiky yang di sekolah, guru dan teman-temannya mengetahui dirinya aktif di dunia modelling. Sehingga jika ia tidak hadir karena mengikuti kegiatan modelling, pihak sekolah bisa memaklumi.

“Sempat juga bikin izin sakit, padahal ikut lomba. Entah bagaimana, ketahuan. Terus guru bilang, kalau memang tidak datang karena ikut modelling, ya bilang saja ikut modelling. Jangan bilang sakit. Memangnya mau benar-benar sakit,” jelas Fiky menirukan perkataan gurunya.

Fiky tidak membantah banyak yang menganggap dunia modelling serba glamour. Padahal, katanya, itu sebatas di panggung dan catwalk. Bagi Fiky, penampilannya di panggung atau catwalk tentunya sesuai tuntutan. Sedangkan di kehidupan biasa, ia biasa saja. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close