Lifestyle

Fenny Zheng Pilih Strong by Zumba karena Lebih Berpower

Saat nge-gym atau fitness, Fenny Zheng benar-benar total. Ia fokus dan konsentrasi dengan gerakan-gerakan yang dilakukannya. Ditambah dengan pola makan yang eat clean, tak mengherankan Fenny memiliki bentuk tubuh berotot. Bahkan perutnya berbentuk six pack.

Fenny mulai nge-gym sekitar delapan tahun lalu. Saat itu, sekitar sembilan tahun lalu, yakni setelah melahirkan anak keduanya, berat tubuhnya naik drastis. Dari 43 kilogram melonjak ke angka 63 kilogram. Fenny risau. Setelah membaca beberapa artikel olahraga, diketahui cara paling cepat menurunkan berat badan adalah dengan fitness. Akhirnya setelah anaknya berusia setahun, ia mulai aktif nge-gym.

Tak hanya aktif, alumni SMA Swasta Yayasan Buddhist Manjusri Pematangsiantar ini bahkan berlatih keras agar berat tubuhnya kembali ke semula. Proses pun tak mengkhianati hasil. Bukan hanya berat tubuhnya yang turun, otot tubuhnya pun berbentuk.

“Saya sendiri bahkan nggak menyadari kalau otot tubuh saya sudah berbentuk. Perut juga six pack. Memang saat itu saya diet. Saya hanya konsumsi eat clean yang saya masak sendiri,” terang Fenny yang kemudian diprotes teman-temannya karena saat berkumpul ia membawa makanan sendiri.

Perlahan, Fenny mulai ‘melanggar’ diet. Ia tidak terlalu ketat berdiet. Namun tetap menjaga pola makan.

“Makan apa saja, tapi porsinya yang diatur,” tukas ibu dua putri ini, yakni Michelle Evelyn Wong (12) dan Sharon Jevelyn Wong (9).

Begitu lincahnya Fenny saat nge-gym, tidak sedikit yang menganggap dirinya sebagai personal trainer atau pelatih kebugaran. Padahal, lanjut Fenny, ia sama sekali tidak pernah melatih siapa pun.

Diakui Fenny yang di sosial media dikenal dengan nama Fenlicious ini, sebenarnya ia sudah mencoba beberapa jenis latihan kebugaran. Seperti muay thai dan juga yoga. Namun ia merasa lebih cocok nge-gym.

Hingga kemudian ia mengenal jenis zumba yang berbeda dengan yang diketahuinya selama ini, yaitu Strong by Zumba. Setelah dipelajarinya, istri dari Edy Hartopo ini merasa tertarik. Menurutnya, selain memang berpower, Strong by Zumba juga bisa untuk membentuk otot tubuh. Perbedaannya dengan nge-gym, ada pada penggunaan alat atau beban.

“Kalau nge-gym, pakai beban. Sedangkan Strong by Zumba, tanpa alat dan beban dari dalam tubuh kita sendiri. Selain itu, gerakan-gerakan di Strong by Zumba diiringi musik. Jadi memang asyik,” sebut Fenny seraya memeragakan salah satu gerakan Strong by Zumba.

Tak hanya melakukan latihan Strong by Zumba, Fenny juga mengikuti training sebagai instruktur. Training, katanya, diikutinya di Medan bulan Agustus lalu. Dari Pematangsiantar, memang tidak hanya dia sendiri, ada beberapa teman yang mengikuti training yang sama.

“Saya makin semangat ikut training atas dorongan teman-teman,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Setelah mengikuti training, Fenny pun resmi menyandang sebagai Strong by Zumba Instructor Network (SYNC). Dengan bergabung di SYNC, secara berkala Fenny akan menerima modul dan koreografi dari jaringan tersebut.

Setelah menyandang SYNC, Fenny mulai mengajari beberapa temannya. Ternyata, ada teman yang memosting foto dan video saat mereka latihan, di media sosial. Alhasil banyak yang melihat dan merasa tertarik, serta ingin mengikuti latihan juga.

“Akhirnya saya resmi mengajar dan memiliki murid. Ada sekita 20-an murid saya. Kami latihan di rumah salah seorang teman saya di Jalan Sriwijaya Pematangsiantar,” ujar wanita yang menetap di Jalan Sutomo Pematangsiantar ini.

Setelah menjadi instruktur Strong by Zumba, Fenny meninggalkan gym. Meskipun dalam sehari ia hanya mengajar hanya satu sesi, namun cukup menguras energi.

“Dalam Strong by Zumba, ada tiga level, yaitu low, base, dan max. Ada beberapa murid saya yang jago, bahkan hingga level max. Jadi saya sebagai instruktur harus bisa lebih dari mereka,” sambung Fenny, yang setiap pagi membantu usaha kedai kopi orangtuanya di Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar.

Masih kata Fenny, murid-muridnya sejauh ini sangat bersemangat mengikuti latihan. Meski setelah latihan tubuh terasa pegal-pegal, namun mereka tetap saja aktif. Alasannya, dengan Strong by Zumba mereka merasakan otot tubuh semakin kuat. Dan yang paling penting dan membuat bahagia, berat badan cepat turun.

Hal itulah menjadi salah satu pendorong bagi Fenny untuk memberikan yang terbaik, termasuk memberikan tantangan gerakan dengan tujuan murid-muridnya tidak bosan. Apalagi, murid-muridnya terus mendukung Fenny untuk menjadi instruktur bagi mereka.

Fenny yang berulang tahun di setiap tanggal 2 Desember ini, memiliki hobi menari sejak masih duduk di bangku sekolah. Hobi tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

“Dulu sempat punya grup tari. Kami sering menari saat wedding party. Juga ikut lomba. Kami pernah meraih juara pertama lomba menari di Universitas Simalungun. Sekarang saya juga masih menari kalau ada acara di vihara. Baru-baru ini kami membawakan beberapa tarian daerah di Indonesia,” beber Fenny yang mengaku putri pertamanya mengikuti jejaknya yang hobi menari. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close