Lifestyle

Febri Zippo Tiar Terinspirasi ketika Jumpa MUA Keluarga Obama

Siapa sangka, dari awalnya merias wajah mertua untuk acara Natal, justru menjadi profesi Febri Zippo Tiar hingga saat ini. Tidak tanggung-tanggung, wanita bertubuh semampai ini berusaha maksimal dengan profesi pilihannya. Bahkan ia terlibat dalam syuting film nasional yang mengambil lokasi di beberapa kawasan di Samosir dan Simalungun.

Pemilik nama lengkap Lastiar Nainggolan ini mengaku, sebenarnya ia tidak memiliki basic sebagai perias wajah, apalagi Make Up Artist (MUA). Sebab sebelumnya ia merupakan pekerja ‘kantoran’ yang kesehariannya berurusan dengan laporan administrasi.

Namun jalan hidup manusia tidak ada yang bisa menebak. Selepas resign, Febri justru berdikari dengan menjadi MUA.

“Tidak disengaja. Saat ibu mertua mau pergi ke acara Natal, dia minta saya merias wajahnya. Selama ini, saya bisa lah untuk merias wajah sendiri. Tapi nggak pernah merias wajah orang lain,” terang ibu seorang putra, Sion Situmorang (7) ini.

Ternyata hasilnya cukup memuaskan. Banyak yang memuji hasil kerjanya. Bahkan, ada yang meminta agar ia serius mendalami bidang tata rias.

Febri merasa tertantang. Lantas, di tahun 2016 ia mulai mengikuti beauty class, baik di Pematangsiantar maupun di luar kota. Bahkan hingga ke Bali.

Sebenarnya, kata Febri, mentor beauty class di Bali juga akan berkunjung ke Medan. Sehingga dia tak perlu jauh-jauh ke Bali. Hanya saja, kata dia, jika mengikuti beauty class di Medan, ia tak akan menjadi istimewa. Sebab peserta lainnya juga berasal dari daerah Medan dan sekitarnya.

“Saya tidak akan istimewa. Kalau di Bali, dipastikan peserta dari Medan dan sekitarnya akan minim. Benar saja, di Bali saya malah peserta satu-satunya dari Sumatera,” tukas istri dari Ogan Situmorang ini.

Benar, Febri menjadi istimewa di Bali. Dengan mudah ia dekat dengan mentor. Bahkan yang membuatnya merasa takjub dan terus menjadi kenangan indah, di Bali ia bertemu MUA keluarga mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

“Namanya Amron Paul Yuwono. Dia MUA orang Indonesia yang bisa masuk ke Gedung Putih saat pelantikan Presiden Amerika Serikat. Orangnya ramah dan baik. Waktu saya bilang saya dari Medan, dan kota tempat tinggal saya sekitar dua jam perjalanan lagi dari Medan, dia langsung peluk saya dan memberikan motivasi. Saya merasa terinspirasi dengan dia,” jelas Febri yang pernah menjadi peserta Gebyar Putri Pariwisata Kota Pematangsiantar tahun 2002.

Sepulang dari Bali, berbekal ilmu dan semangat luar biasa, Febri memberanikan diri membuka Zippo Studio Make Up. Nama Zippo, katanya, sama dengan merek usaha yang sebelumnya telah dijalankan suaminya.

“Zippo itu kan merek pemantik. Rupanya artinya, di tempat dingin tetap menyala,” tukasnya.

Zippo Studio Make Up, katanya, akhirnya tidak hanya untuk MUA, namun juga bergerak di bidang wedding organizer (WO).

Febri yakin, menjadi MUA sudah jalan hidupnya. Dia berusaha fokus, bekerja sesuai kemampuan, dan terus menambah ilmu. Dia merasa, profesinya ini bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Febri selalu memotivasi para perempuan agar tampil cantik. Menurutnya, tidak ada perempuan yang tidak bisa cantik.

Untuk membuktikannya, Febri dan timnya melakukan program merias wajah para perempuan yang bekerja di jalanan, termasuk juru parkir dan pedagang di pinggir jalan.

“Mereka senang, apalagi ketika melihat wajahnya setelah dirias. Mereka mengaku sebenarnya ingin tampil cantik, tapi keadaan tidak memungkinkan,” tukas Febri, seraya menambahkan dokumentasi kegiatannya itu masih dalam proses editing sehingga belum bisa dipublikasi.

Febri yakin, meski sudah sangat banyak MUA di Pematangsiantar ini, masing-masing memiliki rezeki sendiri. Baginya, asalkan tetap menjaga hubungan baik dengan orang lain, rezeki akan datang.

Terbukti, ia diajak terlibat dalam syuting film Horas Amang yang dibintangi aktor legendaris Cok Simbara. Saat syuting mengambil lokasi di Pulau Samosir dan Simalungun, Febri diminta menjadi MUA sekaligus menyediakan wordrobe.

“Saya berteman baik dengan almarhumah Masta Sirait. Dia pimpinan proyek film Horas Amang di Siantar. Dia yang mengajak saya terlibat di pembuatan film tersebut,” kenang Febri seraya menitikkan air mata mengingat sahabatnya.

Syuting film tersebut, lanjutnya, berlangsung lima hari di lokasi yang berbeda-beda setiap harinya. Antara lain di Museum Batak di Simanindo, Purba Dolok, Haranggaol, dan Air Terjun Sipiso-piso. Meski letih luar biasa, namun Febri merasa senang karena mendapat pengalaman istimewa.

“Akhirnya, saya tidak hanya jadi MUA. Saya memberi saran dan masukan saat syuting, termasuk mengajari Cok Simbara berdialog dalam bahasa Batak,” tandas wanita yang sudah beberapa kali menjadi juri fashion show ini.

Karenanya, Febri merasa ia juga sebagai ‘pemilik’ film tersebut. Ketika mendapat informasi film tersebut disambut antusias masyarakat Indonesia, Febri ikut senang. Apalagi, katanya, film Horas Amang rencananya diputar setelah Cinemax yang ada di Jalan Medan, di dekat Hotel Horison atau eks gedung Hypermart, beroperasi.

Punya pengalaman luar biasa, tidak membuat Febri besar kepala. Dia tetap rendah hati. Jika ada kliennya berasal dari kalangan ekonomi bawah, Febri tidak segan-segan membantu.

“Ada klien datang dan ingin di-make up oleh saya untuk acara pernikahannya. Dia mengaku tidak mampu, bahkan kebaya pun tidak punya. Ya sudah, saya bantu semampu saya. Kebetulan saya punya koleksi kebaya di studio make up,” jelas Febri yang selalu setia mendengar cerita calon klien yang datang padanya.

“Biasa kan, calon pengantin selaku banyak yang dipikirkan. Termasuk untuk make up. Mereka kadang mau di-make up dengan bentuk alis tertentu. Padahal belum tentu sesuai dengan bentuk wajahnya. Saya beri pemahaman. Dan kita lakukan tes make up sebelum hari H,” tambahnya.

Masih kata Febri, jika ada job merias pengantin, tentu saja pukul 02.00 dini hari dia sudah stand by. Belum lagi kalau hari hujan.

“Pasti ada yang berpikir, saya sudah berjibaku di saat orang lain sedang enak-enaknya tidur. Tapi saya berpikir positif. Saya balikkan saja, ketika orang lain sedang enak tidur, saya sudah dapat rezeki,” ujar Febri lagi.

Meski sibuk dengan pekerjaannya, Febri tidak melalaikan urusan rumah tangga. Ia tidak memiliki asisten rumah tangga (ART). Sehingga seluruh pekerjaan di rumah dikerjakannya sendiri, termasuk memasak, mencuci pakaian, membersihkan rumah, dan lainnya.

“Memang suami saya tidak rewel. Tapi saya yang tidak boleh melupakan peran saya sebagai istri dan ibu bagi anak saya,” kata Febri yang jika menerima job di luar kota, urusan sekolah anaknya sudah disiapkan, termasuk pakaian.

Untuk me time, wanita yang hobi travelling ini lebih suka menyendiri. Duduk di kafe yang sepi, minum, sambil oret-oret buku. Meski, terkadang ia juga berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat.

Sedangkan waktu untuk anak, “Setiap hari Minggu saya usahakan mengajaknya berenang.”

Ke depan, Febri ingin semakin fokus dengan profesinya. Bahkan, ia bermimpi bisa belajar make up pengantin sesuai daerah yang dikunjunginya.

“Misalnya kalau saya ke Aceh, saya belajar make up pengantin Aceh. Kalau ke Padang, belajar untuk pengantin Padang. Begitu seterusnya,” pungkas Febri yang saat ini tengah sibuk mempersiapkan acara Pemilihan Miss Fat yang akan digelar 30 Oktober mendatang. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker