Lifestyle

Fawer Full Fander Sihite Berpikir Positif Mengejar Impian

Fawer Full Fander Sihite, pemuda berusia 25 tahun selalu berpikir positif untuk mengejar impiannya. Ia berjanji akan membuat keluarga bangga.

Fawer merupakan alumni Sekolah Tinggi Teologi HKBP menyelesaikan studi (S1) tahun 2016. Setelah tamat dia langsung melanjutkan kembali studi (S2) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta jurusan Kajian Konflik dan Pertamaian dan selesai pada tahun 2018.

Namun disela-sela studi di UKDW, dia sambil studi kembali di Universitas Simalungun di Fakultas Hukum masuk pada tahun 2017 hingga sekarang.

“Setelah menyelesaikan studi S2, saya kembali melanjutkan studi (S3) di Institut Agama Kristen Negeri Tarutung hingga sekarang. Saya aktif sebagai Direktur Yayasan Lembaga Hukum dan Keadilan sebagaimana yang dikenal dengan Institute Law And Justice (ILAJ). Sebelum mendirikan ILAJ pada tahun 2017 saya merupakan Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun,” ujarnya ditemui di ruamhnya di Jalan Desa Indah, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Anak ke 3 dari 6 bersaudara itu menambahkan, dia pernah mengikuti pertemuan Nasional- Pertemuan 100 pemuda Dunia dalam rangka kegiatan Global Goals Summit tahun 2020 yang diselenggarakan pada 23-25 Januari di Kuala Lumpur.

Fawer Full Fander Sihite terpilih setelah mengikuti seleksi pada tahun 2019 dengan memilih Decent Work and Economic Growth sebagai konsentrasinya dengan menulis opini mengenai topic ini serta dinyatakan diterima dalam program.

“Acara ini diikuti oleh 100 peserta dari 35 negara diantaranya dari Philipina, UK, Australia, Bangladesh, China, Arab Saudi, Afrika, Indonesia dan negara lainnya,” terang Aktivis Muda itu.

Dari program ini, dia menjadi perwakilan dari Indonesia dan menjadi satu-satunya peserta yang berasal dari Sumatera Utara serta sebagai Global Action Ambassador dalam menyuskeskan program Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Fawer Full Fander Sihite juga menerangkan, kegiatan ini merupakan sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh Student International yang bekerjasama dengan Youth Creative dan United Nation Habitat (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang membahas tentang 17 Goals dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 20130 yang dicanangkan oleh PBB.

Ke-17 Goals tersebut antara lain No Provety, Zero Hunger, Good Health and Well Being, Quality Education, Gender Equality, Clean Water and sanitation, Affordable and Clean Enegry, Decent Work and Economic Growth, Industry, Inovation and Infrastructure, Reduce Inequality, Sustainable cities and communities, Climate action, Life Below Water, Life on Land, Peace and Justice Strong Institutions dan Partnership to Achive the Goals.

Global Goals Youth Summit, katanya, tempat para pemimpin muda dari berbagai negara yang dapat mengembangkan nilai Tujuan Global mereka, membuat dampak global, mengambil tindakan sebagai Pembuat Perubahan. Memasuki sesi tahunan kedua, Global Goals Youth Summit.

Memasuki tahun kedua, sesi tahunan, Tujuan Global Summit Youth adalah untuk menciptakan agen perkotaan baru dan untuk mengajarkan pemuda urban bagaimana bergabung dengan agenda SDGs di negara masing-masing.

“Dengan tema besar tentang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), Tujuan Global Summit Pemuda menawarkan ceramah penuh inspirasi oleh pakar internasional terkenal tentang SDG, sesi pertukaran budaya yang menarik, dan pelatihan kepemimpinan komprehensif yang menekankan kualitas pemimpin masa depan. Semua kegiatan ini digabungkan akan mengumpulkan 100 profesional muda paling hebat, aktivis dan pemimpin negara-negara di Dunia, yang memungkinkan para delegasi untuk memiliki jaringan kontak yang sangat kaya di seluruh dunia,” ujarnya.

Konferensi ini, sambungnya, akan menjadi kesempatan terbaik bagi para pemimpin pemuda global di dunia untuk memperluas pengaruh mereka dan memberi mereka platform kolaborasi dalam mencapai tujuan pribadi dan profesional mereka untuk menjadi pelopor terdepan pembangunan berkelanjutan di negara masing-masing.

Tujuan SDG mencakup skala universal, dengan kerangka kerja yang komprehensif dalam membantu negara-negara di dunia menuju pembangunan berkelanjutan melalui tiga pendekatan, yaitu pembangunan ekonomi, keterbukaan dalam tatanan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Sesi kepemimpinan adalah program yang berhubungan dengan visi kami untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan mereka untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan dan agen baru SDGs.

“Untuk memecahkan masalah terberat dunia, para peserta perlu bekerja sama, menciptakan inovasi dan melakukan kolaborasi untuk mewujudkannya dan memberikan dampak bagi masyarakat,” terangnya.

Dalam pertemuan itu, kata Fawer, menceritakan setiap pemimpin masa depan harus memiliki ketentuan dan wawasan global yang luas untuk memiliki pemahaman multikultural.

Dari semua kegiatan yang terkait dengan budaya belajar, bahasa, dan teknologi diharapkan pemimpin masa depan memiliki ilmu pemahaman multikultural.

Pada 2015, PBB menyetujui 17 tujuan untuk dunia yang lebih baik pada tahun 2030. Tujuan-tujuan ini memiliki kekuatan untuk mengakhiri kemiskinan, memerangi ketidaksetaraan, dan menghentikan perubahan iklim.

Sasaran global hanya akan tercapai jika kita bekerja bersama. Dalam pertemuan ini, kami mencari Duta Aksi global yang akan diresmikan oleh komite.

Sebelumnya, Fawer mengemban pendidikan di SD Janji Raja Samosir, SMP di Pelangiran Riau dan SMK di Perdagangan.

Sementara dalam perjalanan karir, dia aktif dalam pergerakan mahasiswa dan membentuk komunitas diskusi seperti ikut terlibat dalam pendirian lembaga-lembaga KOMADEM (Komunitas Mata Demokrasi). REMASIS (Reformasi Mahasiswa Siantar Simalungun). GPKI (Gerakan Pemuda KIRI Indonesia). Masyarakat Simalungun Peduli Lingkungan Hidup.

“Saya berharap kepada kaum muda agar lebih memanfaatkan waktunya. Jangan membuang waktu yang telah diberikan Tuhan,” ujarnya sembari mengatakan kalau dia selalu menyiapkan waktu untuk selalu berkomunikasi dengan keluarga terutama orang tua. (Mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button