Lifestyle

Faisal Novran Siregar Gebrakan melalui Ice Cream

Berani berbeda. Begitulah yang dilakukan Faisal Novran Siregar, owner O2 Ice Cream di Jalan Panyabungan, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Ia berani memulai bisnis yang berbeda dari yang dilakukan orang lain, khususnya di Kota Pematangsiantar.

Faisal membuka bisnis kuliner terhitung sejak tahun 2010 dengan menu utama aneka ice cream dengan harga relatif terjangkau.

“Menu ice cream memang tersedia di beberapa kafe atau restoran. Tapi kan hanya sebagai menu pendamping. Sedangkan kami, ya memang ice cream yang jadi menu utama. Kalau sekarang ada snack atau cemilan, itu sebagai tambahan,” tutur Faisal, yang join dengan beberapa pengusaha kuliner yang juga berlokasi di Jalan Panyabungan, seperi pegusaha sate dan nasi goreng.

Diterangkan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar ini, O2 merupakan singkatan dari nama panggilan anak sulung dan keduanya. Namanya yakni Gora Alfathoni Siregar (Oyak) dan Ligar Alfathoni Siregar (Oyik). Jadi O2 itu singkatan dari Oyak dan Oyik.

“Saat buka usaha ini, anak saya masih Oyak dan Oyik. Kemudian, lahir satu lagi. Namanya Sabitha Azzura Siregar,” tukas Faisal.

Diceritakan anak kedua dari tiga bersaudara ini, sebelum membuka bisnis ice cream, ia bekerja di salah satu perusahaan distributor rokok di Pematangsiantar. Di tempat kerjanya itu, Faisal menemukan tambatan hatinya, Dewi Arumahati, gadis asal Malang, Jawa Timur.

Keduanya menikah di tahun 2005. Berdasarkan peraturan perusahaan, salah satu dari keduanya harus mengundurkan diri (resign). Atas kesepakatan keduanya, Dewi yang mengundurkan diri.

Setelah menikah,  Dewi sempat bekerja di perusahaan lain. Namun karena hamil dan melahirkan, perempuan berhijab itu memutuskan berwiraswasta. Ia membuka warung kelontong di rumah.

Dikatakan Faisal, usaha sang istri berkembang. Bahkan, sambungnya, hasil yang diperoleh dari warung kelontong bisa melebihi pendapatannya.

Hingga kemudian Dewi meminta suaminya agar resign saja dari pekerjaan dan mereka bersama-sama menjalankan bisnis. Apalagi, mengingat Faisal sering ditugaskan ke luar kota.

“Tapi saya menolak. Saya merasa, saya sudah di zona nyaman. Bekerja mengikuti sistem perusahaan dan menerima gaji setiap bulan. Tidak pernah terpikir untuk berusaha sendiri. Padahal orangtua saya wiraswasta,” terang Faisal.

Namun Faisal terpaksa meninggalkan zona nyaman. Karena sesuatu hal, perusahaan tempatnya bekerja mengambil kebijakan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Ia dan rekan-rekannya diberhentikan.

“Karena PHK, ya saya keluar dari perusahaan. Memang pesangon yang saya terima lebih besar dibandingkan jika saya mengundurkan diri. Tapi tetap saja saat itu saya sempat bingung,” jelasnya.

Atas dorongan istri, uang pesangon harus dijadikan modal usaha. Akhirnya dipilihlah untuk membuka bisnis ice cream. Namun usaha warung kelontong juga tetap jalan.

“Kebetulan saya dan istri sama-sama sangat suka ice cream. Jadi kenapa nggak hobi kami dijadikan bisnis,” ujarnya.

Awalnya, kata Faisal, usaha ice cream hanya berupa gerobak dan dua unit meja yang berlokasi di depan rumah.

Di bulan-bulan pertama, usaha ice cream berjalan sangat lamban. Faisal sendiri sempat ingin menyerah. Hanya saja sang istri selalu memberikan support.

Berkat kerja keras, kesabaran, dan dukungan keluarga serta teman, usaha ice cream mulai berkembang. Dari hanya di depan rumah, masuk ke teras, hingga kemudian ruang tamu rumah sudah ‘habis’ dijadikan lokasi usaha.

“Usaha warung kelontong pun kami tutup. Kami pilih fokus ke ice cream. Kami berbagi tugas. Istri di bidang manajerial, dan saya lebih ke operasional,” beber pria yang belajar membuat ice cream dari pedagang keliling, dan kemudian memodifikasinya.

Untuk menu varian ice cream, Faisal membuat sendiri. Namun terkadang ada juga saran dari pengunjung.

Ke depan, Faisal dan istri ingin terus mengembangkan bisnis mereka. Yang akan dilakukan dalam waktu dekat, membuka outlet di salah satu kedai kopi di Jalan Sutomo Pematangsiantar.

“Kita sudah siapkan semuanya, tinggal masuk,” tukas Faisal, seraya menambahkan warung ice cream O2 biasanya tutup di hari pertama bulan Ramadan, seminggu sebelum Idul Fitri dan di Lebaran ketiga buka kembali. Lalu beberapa minggu kemudian tutup sekitar dua hari untuk istirahat. (awa)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close