Lifestyle

Endah Trisuci Terinspirasi Cewek di Film India

Dari awalnya coba-coba di tangan sendiri, akhirnya Endah Tri Suci menjadikan henna art sebagai profesi. Setelah ‘dilamar’ beberapa Make Up Artist (MUA), job yang diterima Endah pun terus berdatangan.

Menurut anak ketiga dari empat bersaudara ini, ia mulai menyukai henna art ketika menonton film India. Ia tertarik melihat pemeran cewek di film India yang mengenakan henna.

“Endah lihat, kok cantik ya. Terus Endah coba-coba gambar di buku. Terus coba di tangan sendiri, tangan kakak, dan tangan tetangga,” kenang putri dari almarhum Sumarto dan Rohmainim Damanik ini.

Setelah cukup puas dengan hasil karyanya, Endah memfoto dan memostingnya di media sosial.  Hingga kemudian ia di-chatting seseorang dan memberinya job. Sejak itu, job pun berdatangan, dan Endah memeroleh penghasilan.

“Saat menyusun skripsi, saya bisa membiayai sendiri, termasuk saat wisuda, semua saya tanggung sendiri,” tukas alumni Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Tunas Bangsa Pematangsiantar ini.

Setelah menjadi sarjana, Endah tetap menjalankan profesinya sebagai henna art, ditambah usaha percetakan (printing) undangan, dia tetap melamar pekerjaan di beberapa perusahaan.

Hanya saja, sambungnya, entah mengapa sejauh ini belum ada panggilan dari perusahaan-perusahaan tersebut. Alhasil, Endah menganggap saat ini henna art menjadi jalan hidupnya. Jika nantinya ia mendapat pekerjaan di perusahaan atau instansi, henna art tidak akan ditinggalkannya.

“Ya, meskipun banyak yang sepele karena Endah sarjana kok malah kerja sebagai henna artist,” tukas cewek berhijab ini.

Sejak menjadi henna artist, hampir setiap minggu ada saja job yang diterima Endah. Bahkan pernah dalam sehari ia mengerjakan 4 job.

“Kalau sekarang, ya paling banyak dua klien dalam sehari,” tandas perempuan kelahiran 23 November 1996 ini.

Endah mengaku, untuk mengejar waktu, pernah di pagi Subuh ia menebus hujan demi cepat tiba di rumah klien. Kebetulan, si klien meminta white henna yang pengerjaannya di hari H.

“Endah dibonceng adik waktu itu. Pakai jas hujan hujan. Soalnya butuh waktu sekitar tiga jam untuk mengerjakannya,” jelas Endah yang memang hobi melukis dan kaligrafi tersebut.

Selain di sekitar Kota Pematangsiantar, klien Endah juga banyak dari sekitaran Kabupaten Simalungun. Bahkan, Endah pernah mendapat job hingga ke Balige, Kabupaten Tobasa. Klien tersebut, sambung Endah, mengetahuinya dari media sosial.

Endah memiliki impian membuka studio henna dan mengadakan kelas khusus henna (henna class).

Jika sedang tidak ada job, baik henna maupun percetakan, Endah biasanya menghabiskan waktu di depan komputer untuk mendesain sendiri bentuk undangan.

“Selain itu, nonton film Korea, khususnya boyband,” sebut Endah yang mengaku banyak kenal MUA dan fotografer sejak menjadi henna artist.

“Sebenarnya masih banyak keinginan Endah yang lain. Karena sering melihat MUA bekerja, Endah juga ingin jadi MUA. Sekarang paling-paling Endah make up masih untuk diri sendiri,” sebut Endah yang sering memosting tutorial henna art di YouTube ini. (awa)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button