Lifestyle

Emy Suryani: Bisnis Hantaran Berawal dari Pernikahan Adik

FaseBerita.ID – Memulai bisnis tidak terlepas dari melihat peluang. Seperti yang dilakukan Emy Suryani yang kini menekuni bisnis paket hantaran.

Anak keempat dari lima bersaudara ini menceritakan awal ia memulai bisnis tersebut. Menurut Emy, Agustus 2015 adik bungsunya, Ade Arini Pratiwi melangsungkan pernikahannya. Saat itu, Ade, sangat ingin acara pernikahannya benar-benar spesial, termasuk kemasan untuk barang-barang hantaran.

“Waktu itu, lagi tren tempat hantaran yang bentuknya kotak dan transparan. Sebelumnya kan biasanya pakai keranjang, lalu dibungkus plastik untuk parsel dan diberi pita,” terang Emy, yang didampingi Ade.

Namun, meski mereka telah mencari-cari di seputaran Pematangsiantar, tidak ada yang menyewakan kotak-kotak tersebut. Ade tak putus asa. Setelah curhat dengan ayah, Arianto, akhirnya diputuskan membuat kotak sendiri. Sang ayah berkeinginan mewujudkan keinginan putri bungsunya.

“Jadinya, bapak yang bikin sendiri. Dari mika,” tukas Emy yang merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Pematangsiantar.

Kotak-kotak yang jumlahnya 16 buah itu, sambungnya, berbahan mika. Ukurannya, tidak seragam. Sebab disesuaikan dengan ukuran barang yang menjadi isi kotak.

“Jadi, barangnya dulu diukur lebar dan tingginya. Baru dibikin kotaknya. Makanya ukuran kotaknya macam-macam,” tukas anak keempat dari lima bersaudara itu.

Setelah acara hantaran, pernikahan, dan resepsi, si pengantin yaitu Ade, memosting foto-foto di akun media sosial. Ternyata, mendapat respon positif dari banyak orang. Banyak yang tertarik dengan kotak hantaran tersebut dan ingin menyewa.

Akhirnya, Emy dan Ade sepakat menyewakan kotak-kotak tersebut. Klien, mengantarkan barang-barang hantarannya ke rumah orangtua Emy di Jalan Kasuari No 18 Pematangsiantar. Lalu, di situlah barang-barang hantaran dikemas dalam kotak transparan dan diberi hiasan.

Hari demi hari, bisnis hantaran tersebut mulai menunjukkan perkembangan. Akhirnya diputuskan untuk fokus dengan bisnis tersebut, dan diberi nama Minnie Hantaran Siantar.

“Oh ya, Minnie itu nama panggilan sayang kami kepada Ade. Kalau keluarga dekat, pasti memanggilnya Minnie,” tukas Emy yang juga merupakan pegawai di salah satu perusahaan pembiayaan yang berkantor di komplek Megaland Pematangsiantar.

Karena Ade pindah ke Medan mengikuti suaminya, akhirnya Emy yang lebih fokus mengurus bisnis tersebut. Meski sebenarnya ia sudah tidak tinggal di rumah orangtuanya, tetapi bisnis hantaran tetap di rumah itu.

“Sore pulang kerja, saya langsung ke rumah orangtua. Karena kotak-kotak hantaran semua disimpan di rumah orangtua. Malam, barulah saya pulang ke rumah saya,” ujar istri dari Danil Syarief ini.

Kini, untuk mengerjakan orderan, Emy biasanya dibantu asisten. Sebab, tak jarang orderan banyak. Padahal Emy juga harus bekerja.

“Setiap Minggu ada orderan. Paling sedikit dua,” kata Emy seraya menambahkan, ia pernah kekurangan stok kotak hantaran karena ramainya pengorder.

Dikatakan Emy, untuk mengorder, klien bisa menghubunginya di nomor Hp atau WA 081396108386. Lalu mereka bertemu dan membicarakan keinginan pengorder.

“Klien kan bisa request tema dan warna. Juga jumla kotak,” sebut Emy, dan menambahkan calon klien bisa melihat foto-foto hantaran hasil karyanya di akun media sosial @minniehantaran (Instagram) dan Minnie Hantaran Siantar (Facebook).

Menurut Emy, dalam satu paket hantaran, ada 9 kotak termasuk tempat cincin, ditambah keranjang buah, tempat kue, tempat bed cover, plus kotak uang. Jika sebelumnya kotak berbahas mika, kini mereka memiliki kotak berbahan acrylic dengan baki berbagai warna, yaitu putih, silver, dan gold.

Masih kata Emy, kini selain menyewakan kotak hantaran, ia juga menerima pesanan buket bunga, menyusun mahar, dan dekorasi lamaran.

“Soalnya banyak yang minta. Jadi sekalian saja kita sediakan,” sebut alumni SMK Teladan Pematangsiantar itu.

Kotak-kotak hantaran tersebut, kata Emy lagi, tidak hanya dibawa di seputaran Kota Pematangsiantar, tapi juga keluar kota. Seperti Binjai, Tebingtinggi, bahkan ke Pekanbaru

Kini, meski sudah bermunculan usaha yang sama di Pematangsiantar, Emy tidak risau. Yang penting, sambungnya, ia tetap update dengan belajar melalui situs-situs di internet, sehingga hasil karyanya tetap menarik dan diminati banyak orang.

Ke depan, Emy mengaku ingin memiliki outlet yang memajang barang-barang usahanya.

“Bisnis ini memiliki prospek yang bagus. Yang penting tetap mengikui perkembangan,” tandasnya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button