Lifestyle

Elisabeth Gultom Anggap Siswa sebagai Anak Sendiri

FaseBerita.ID – Tidak mudah menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga. Belum lagi ditambah kehidupan sosial dan kemasyarakatan lainnya. Kondisi itulah yang dijalani Elisabeth Gultom SPd selama bertahun-tahun. Ia harus bisa membagi waktu.

Terbukti, karir Elisabeth bisa berjalan baik. Kini, ia menjabat Kepala SMP Cinta Rakyat 3 Pematangsiantar. Ia juga pernah menjuarai Olimpiade Guru IPA tingkat Kota Pematangsiantar dan Provinsi Sumatera Utara.

Elisabeth, yang ditemui Rabu (21/8/2019) mengatakan, ia mampu menjalani karir sekaligus ibu rumah tangga karena selalu optimis dan mengandalkan Tuhan.

“Selalu mengandalkan Tuhan, baik dalam pekerjaan, keluarga, sosial, dan kemasyarakatan,” katanya.

Sebagai kepala sekolah, katanya, ia harus memiliki jiwa pemimpin dan menciptakan kreasi-kreasi, baik kepada guru maupun anak didik.

“Juga mengayomi dan membawa anak-anak berprestasi,” tukasnya.

Elisabeth mulai mengajar di sekolah sejak tahun 1995 sebagai guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Saat itu, ia langsung dipercaya sebagai guru kelas (wali kelas).

“Saya selalu anggap anak-anak didik sebagai anak saya sendiri,” ujarnya.

Diterangkan Elisabeth, saat mengajar ia selalu berupaya agar anak didik senang kepadanya. Dengan demikian, anak-anak akan senang belajar.

“Sampai anak-anak pernah memanggil saya dengan sebutan Ibu Gaul. Itu karena saya selalu melakukan pendekatan kepada anak-anak dan bersedia mendengarkan curhat mereka,” terang Elisabeth.

Elisabeth menambahkan, di dalam keluarga dia selalu mendukung kegiatan anak-anaknya, baik di sekolah maupun di gereja.

“Sepulang mengajar, saya selalu menyempatkan sore hari berkumpul sama anak-anak dan suami. Saya mendengarkan curhatan anak-anak. Sewaktu libur, saya mengajak anak-anak berlibur ke pantai atau ke mana saja untuk refreshing,” katanya lagi.

Elisabeth juga mengaku selalu mengajarkan anak-anaknya agar selalu berbuat kebaikan dan saling berbagi antar sesama. Juga senantiasa bersyukur atas segala hal.

“Hari Minggu, saya selalu mengajak anak-anak beribadah bersama, agar setiap langkah mereka selalu membawa Tuhan,” pungkasnya. (mag-04)