Lifestyle

Dr Heny C Limbong: Strategi Cegah Nyeri Lutut

FaseBerita.ID – Nyeri lutut merupakan keluhan yang jamak terjadi di kalangan masyarakat luas. Penyebab paling sering adalah Osteoarthritis (OA) yang merupakan salah satu penyakit sendi sinovial terbanyak yang dijumpai dalam masyarakat. Sendi penyangga berat tubuh seperti panggul dan lutut merupakan sendi yang paling sering terkena dampaknya. OA mempengaruhi fungsi dan aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan sosial.

Dr HenY C Limbong menjelaskan, selain itu OA juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk biaya pengobatan maupun akibat dari penurunan produktivitas penderitanya. Angka kejadian timbulnya OA meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Jumlah penduduk usia lanjut yang semakin meningkat menyebabkan pengaruh OA akan bertambah besar di kalangan masyarakat.

Menurut Heny, penanganan OA saat ini lebih banyak ditujukan dalam mengatasi rasa nyeri yang umumnya disertai peradangan dan perbaikan fungsi sendi yang terkena OA. Berbagai pendekatan penanganan OA dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok besar, yaitu terapi non farmakologik (latihan, edukasi, terapi fisik), terapi farmakologik (obat-obatan) dan tindakan pembedahan.

Di bagian Rehabilitasi Medik terdapat berbagai macam modalitas fisik dan latihan yang dapat diberikan pada pasien OA. Salah satunya adalah edukasi pencegahan nyeri lutut yang sangat bermanfaat dalam mengurangi gejala nyeri pada OA.

Di masa mendatang, kejadian nyeri lutut akan menyamai bahkan melebihi angka kejadian nyeri punggung bawah yang sudah sedemikian umum ditemui. Nyeri lutut dapat terjadi pada setiap orang yang aktif baik usia tua atapun muda. Fakta ini dapat disebabkan karena cedera dan kebiasaan yang tidak benar. Kebiasan-kebiasaan yang menahun ini akan beresiko menyebabkan gangguan pada sendi lutut.

“Sama seperti yang sering kita dengar duduk dengan posisi tegak akan mencegah nyeri punggung, nyeri lututpun memiliki kebiasaan-kebiasaan yang harus dilakukan dan sama mudahnya untuk mencegah timbulnya nyeri,” katanya.

Tips Pencegahan Nyeri Lutut

Ada beberapa tindakan untuk mencegah nyeri lutust. Diantaranya melangkah dengan benar, melangkah dengan lutut dan kaki mengarah ke depan. Kebiasaan berjalan seperti bebek, dimana kaki mengarah ke arah luar akan menggerus sendi lutut perlahan. Merubah kebiasaan ini sama mudahnya seperti membiasakan duduk dengan posisi tegak. Melangkah dengan kaki menapak sepenuhnya, dimulai dari tumit terlebih dahulu, menapakkan kaki dengan benar kemudian menekan jempol kaki sebelum mengayunkan kaki. Hindari melangkah dengan lutut dan telapak kaki jatuh ke arah dalam.

Sama seperti roda mobil yang dipasang condong ke dalam, lutut yang bengkok ke arah dalam akan cenderung mudah aus. Reparasi untuk ban yang aus tidaklah dengan mengurangi jarak tempuh mobil (mengurangi kegiatan) atau mengganti ban (operasi ganti lutut) tapi dengan memeriksa kesejajaran ban (balancing) dan memperbaikinya.

Dimana secara umum kesejajaran lutut ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kita sehari-hari. Turun tangga secara perlahan. Turunkan kaki dengan kekuatan otot paha dan bukan menekan kaki dengan berat badan kita saat turun tangga. Mulailah menapak dengan ibu jari kemudian seluruh telapak kaki. Letakkan beban berat badan anda di kaki penumpu yang berada di anak tangga yang lebih atas dan rasakan kontraksi paha atas di kaki tersebut. Bila sudah terbiasa mengkontraksikan otot paha kaki penumpu saat turun tangga, kebiasaan ini juga harus dilakukan pada saat berjalan biasa.

Kebiasaan Sehari-hari Yang Benar

Jangan duduk menyilangkan kaki di atas kaki lainnya. Jangan menekuk lutut dalam waktu lama dan berulang-ulang (seperti posisi duduk sinden dan BAB jongkok). Pada saat mengambil sesuatu yang berat di lantai , usahakan tumit tetap menempel di lantai, lutut jangan terlalu maju dan mata harus bisa melihat ibu jari kaki kita saat menekuk lutut.

Postur tepat, lutut agak kebelakang, tumit menempel lantai, Beban berat badan terletak bukan ke lutut tetapi ke otot anda. Postur yang buruk, posisi kaki terlalu ke depan, berat badan menumpu di lutut.

Jaga berat badan ideal. Kurangi karbohidrat sederhana seperti gula. Perbanyak sayur dan buah-buahan yang tidak terlalu manis. Kurangi lemak, minyak dan maknan yang digoreng. Olahraga.

“Mungkin terdengar klise dan sedikit membosankan, tetapi olahraga memiliki peranan penting dalam mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya kerusakan sendi dalam jangka lama,” jelas dr Heny.

Berikut tips yang dapat dilakukan untuk mencegah nyeri lutut secara umum. Pilihlah olahraga low impact seperti berenang atau berjalan dan hindari berlari dan melompat. Gantilah sepatu olahraga bila alas sepatu sudah aus.

“Bila kita sudah lama tidak berolahraga atau sedang akan memulai berolahraga setelah lama tidak berolahraga, gunakan prinsip start low go slow dan 10 percents rule. Prinsip pertama maksudnya memulai olahraga dengan bobot yang ringan dan lakukan secara perlahan,”

“Prinsip kedua maksudnya naikkan bobot, pengulangan dan lama waktu sekitar 10 persen tiap minggunya. Misalnya minggu pertama hanya 10 menit, minggu kedua durasinya dapat ditingkatkan menjadi 20 menit, demikian seterusnya tetapi hal ini tetap melihat kesanggupan dan kenyamanan orang yang bersangkutan saat melakukan olahraga pilihannya. Jangan lupa lakukan cukup pemanasan sebelum dan pendinginan sesudah berolahraga,” jelasnya.

Semua tips di atas, lanjut Heny, bertujuan supaya mengurangi tekanan di sendi lutut dan membagi rata beban berat badan di persendian lutut. Kebiasaan yang benar akan menghindarkan kita dari nyeri sendi lutut dan kelainan kaki lainnya. Tidak ada waktu terbaik untuk melakukan tips diatas selain memulainya sekarang juga. Salam sendi sehat.(rel/fi)

USI