Lifestyle

Diyong Damanik Selalu Berusaha Buat Keluarga

SIANTAR, FaseBerita.ID – Tidak ada yang tidak mungkin kalau selalu berusaha dan memiliki komitmen untuk membahagiakan keluarga. Kalimat itulah yang selalu diingat Diyong Damanik (38) untuk selalu berusaha.

Diyong Damanik tinggal di Jalan Makasar No 7 B, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat. Kesehariannya adalah seorang pengrajin tangan.

“Awalnya saya tidak terpikir menjadi seorang pengerajin tangan. Tapi karena keadaan yang membuat saya tidak bisa lagi untuk bekerja bangunan dan baru tiga tahun terakhir ini saya terjun ke seni kerajinan tangan,” ujarnya.

Diyong bercerita awalnya dia bekerja di kantoran. Pernah juga jadi supir, bahkan buruh bangunan. Tetapi semua itu pupus dikarenakan ia mengalami sakit sampai 6 bulan lebih.

“Terakhir banyak yang tidak memanggil saya untuk bekerja di buruh bangunan. Mungkin karena saya pernah sakit selama enam bulan lebih. Tetapi demi keluarga dan anak-anak, saya tetap berusaha berjuang. Akhirnya saya mencoba terjun ke sini. Dengan bermodalkan manual, saya berusaha. Dan, akhirnya saya bisa menjadi seperti ini. Seorang pengrajin tangan,” ujar Diyong tamatan dari salahsatu SMA di Pematangsiantar itu.

Hingga sekarang, Diyong masih mengerjakan seluruh karyanya secara manual.

“Semua saya kerjakan secara manual. Saya tidak punya modal. Kalau yang memesan kebanyakan dari luar Siantar. Bahkan ada juga dari Luar Negeri. Tetapi tetap melalui resseler,” ujar ayah dua anak itu.

Dalam mengukir karyanya itu, dia lebih fokus kepada pembuatan miniatur becak, dan rumah adat Simalungun.

“Bukan masalah harga, yang penting eknisnya nampak. Terutama dalam pembuatan rumah adat Simalungun. Itu yang harus ditonjolkan. Kita tinggal di Simalungun dan yang diharapkan agar eknis simalungun ini tidak hilang,” ujarnya sembari mengatakan inilah salah satu harapannya.

Pria berambut ikal itu juga berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan para kesenian yang ada di Pematangsiantar. Juga kepada kaum muda jangan mudah putus asa karena tidak ada yang tidak mungkin kalau tetap berusaha.

“Itu kan ada gedung pariwisata. Segerahlah dimanfaatkan. Bikin galerinya untuk masyarakat yang berjiwa seni. Agar para pengunjung yang datang lebih mudah melihat ikon-ikon yang ada di Siantar,” ujarnya.

Diyong mengakui, meski ia selalu sibuk, namun tetap menomorsatukan keluarga. Selalu berusaha memberikan yang terbaik dan memberikan waktu buat keluarga dan anak-anaknya.

“Saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik buat keluarga khususnya anak-anak, agar kelak mereka bisa membanggakan orangtua,” pungkasnya. (Mag 04/des)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close