Lifestyle

Dion Hair Stylist Mahir Kelola Salon Ok

Meski bukan lahir dan besar di Kota Pematangsiantar, namun Dion mampu mencuri perhatian warga di kota dengan motto Sapangambei Manoktok Hitei ini. Dengan kepiawaiannya sebagai hair stylist, Dion bisa dikenal berbagai kalangan.

Dion mengatakan, ia berasal dari Jakarta. Namun istrinya, Nini, meski berdomisili di Jakarta, lahir di Pematangsiantar.

“Kalau keluarga mertua sudah di Jakarta sejak istri saya masih anak-anak. Hanya saja, keluarga besar istri masih banyak di Siantar ini,” terang Dion, pengelola Salon Lu’Gue Famous Salon & Spa di Jalan Kartini Pematangsiantar.

Diceritakan Dion, sekitar tujuh tahun lalu, ia yang memang berprofesi sebagai hair stylist di Jakarta, menerima tawaran temannya untuk mengelola salon di Pematangsiantar. Kebetulan, partner-nya itu memang asal Pematangsiantar.

Mereka pun membuka salon di kawasan Pematang. Saat itulah Dion mulai dikenal warga Pematangsiantar. Banyak pelanggan yang merasa puas dengan karyanya.

Hanya saja, karena sesuatu hal, salon tersebut tutup. Setelah salon tidak beroperasi lagi, banyak para pelanggan yang menyangka Dion kembali ke Jakarta.

Sehingga ketika Dion mengelola salon yang baru di Jalan Sudirman, banyak pelanggannya hilang.

“Tapi rezeki tidak ke mana. Sebab  bermunculan pelanggan baru,” tukas pria yang awalnya berencana hanya lima tahun menetap di Pematangsiantar.

Hingga hampir dua tahun lalu, kembali Dion mendapatkan partner baru untuk mengelola salon yang sekarang. Agar para pelanggannya tahu, Dion sengaja memajang fotonya di plank nama salon.

“Ternyata berkah. Akhirnya banyak pelanggan yang tahu ternyata saya masih di Siantar,” terang Dion yang rajin hunting untuk menemukan remaja putus sekolah yang berminat belajar di bidang salon.

Masih kata lelaki yang hobi berenang ini, ia memiliki teknik berbeda dalam hairstylist. Saat masih di Jakarta, ia memang belajar di salah satu salon Korea. Sehingga teknik yang digunakan Dion memang khas Korea.

“Selain teknik, saya juga menggunakan bahan yang berbeda untuk treatment,” jelas ayah dua anak ini, Reven Stevanus yang sudah menyandang Sarjana Teknik jurusan arsitek, dan Rachel Kimberly kelas 3 SMP.

Sulung dari tiga bersaudara ini lebih lanjut mengatakan, banyak yang bisa menjadi hair stylist. Namun tidak semuanya mampu sekaligus mengelola salon.

“Kalau saya, Puji Tuhan, bisa keduanya,” tukas Dion tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Kini, Dion memiliki 10 karyawan termasuk kasir. Para karyawan dianggap sebagai keluarga sendiri. Jika tidak ada pelanggan yang datang, mereka bebas melakukan apa saja, seperti tidur, makan, bernyanyi, dan lainnya. Namun begitu ada pelanggan, harus fokus bekerja dan melayani.

Ditambahkan Dion, walaupun fasilitas dan jasa treatment di salonnya tergolong lengkap dan suasananya nyaman, namun harga yang diberlakukan relatif masih terjangkau oleh berbagai kalangan.

“Jadi siapa saja bisa datang ke salon saya untuk treatment. Kami sambut dengan hangat,” tukasnya. (awa)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker