Lifestyle

Didi Koken ‘Hidupkan’ Lomba Kicau Burung

Hidupnya suatu acara sering kali tergantung kemampuan master of ceremony (MC) atau protokol menguasai kondisi. Termasuk lomba kicau burung.

Di Kota Pematangsiantar, adalah Didi Koken yang biasa muncul untuk ‘menghidupkan’ lomba kicau burung. Pria dengan nama asli Juardi ini tak hanya mendapat job di Kota Pematangsiantar, namun sudah merambah ke daerah lain, seperti Balige, Tarutung, Sibolga, Tebingtinggi, Kisaran, Tanjungbalai, Indrapura, Rantauprapat, Binjai, Kabanjahe, Medan, Aceh, Palembang, bahkan Jakarta.

Awal Didi menjadi MC untuk lomba kicau burung berawal dari hobinya memelihara burung berkicau dan mengikuti lomba. Hingga suatu hari, salah seorang rekannya, Johan Pahlevi (Joe) memintanya menjadi MC untuk lomba kicau burung.

Meski sempat ragu, namun karena merasa tertantang, alumni Fakultas Ekonomi jurusan Manajemen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan ini menerima tawaran tersebut.

“Ya, sempat gemetar saat pertama kali. Tapi saya berusaha tetap tenang. Sampai sekarang, saya tetap terus belajar agar acara tidak garing dan membosankan,” terang pria yang sempat menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Pematangsiantar dan karyawan perusahaan pembiayaan ini.

Lebih lanjut dikatakan mantan vocalis band Kaki Langit ini, ia senantiasa berupaya menciptakan kalimat-kalimat kocak yang menjadi ciri khas dirinya. Salah satunya, “buka resletingnya, tampakkan pucuknya”.

“Saya akui terdengar agak vulgar. Tapi sebenarnya kan membuka pintu sangkar burung dan mengeluarkan burungnya sebelum memulai pertandingan,” sebut Didi, seraya menambahkan Koken merupakan nama burung Murai Batu miliknya yang sudah mati.

Didi menceritakan, saat kali pertama menjadi MC, ia hanya diberi nasi bungkus, minuman, dan rokok. Namun itu tidak menjadi masalah baginya. Selanjutnya, honor yang ia terima naik bertahap.

Didi mengaku, saat ini ia memiliki belasan ekor burung peliharaan. Tak sekadar memelihara, ia mampu melatih burung-burungnya untuk siap berkompetisi.

“Saya latih irama lagu, termasuk daya tahan fisik,” ujar pria yang hobi berenang, menonton acara berita, bermain bola, dan memancing.

Begitu cintanya Didi dengan burung berkicau, ia pun sudah menciptakan lagu berjudul ‘Ojo Kendor’. Jika ada waktu cukup, Didi biasanya menyanyikan lagu tersebut saat menjadi MC. Lagu tersebut sudah dikenal di kalangan kicau mania. Lagu tersebut, katanya, mengajak para kicau mania harus kompak.

“Sekarang saya juga sedang mempersiapkan rekaman lagu baru berjudul Kicau Mania,” tambah Didi yang masih sering ikut lomba burung berkicau jika ia tidak menjadi MC.

Saat menjadi MC, Didi kerap berinteraksi dengan peserta. Biasanya, Didi wawancara singkat dengan pemenang.

“Saya tanya namanya, nama burungnya, daerah asal, dan grup-nya. Jadi tidak kaku dan monoton. Bahkan, sebelum acara dimulai, saya datangi para peserta, saya tanya-tanya. Saat saya nge-MC, mereka saya sapa. Ditambah celetukan-celetukan dan celotehan saya yang kocak, suasana pun hidup dan menyenangkan,” tukas laki-laki yang mengaku melalui acara kicau mania ia memeroleh banyak kenalan, yang selanjutnya menjadi saudara.

Hidup Didi memang tidak pernah terlepas dari seni. Bungsu dari tujuh bersaudara ini sudah tergabung dalam grup band sejak masih SMP. Hal itu berlanjut hingga ia duduk di SMA dan kuliah.

Selain itu, Didi yang aktif di kegiatan sekolah, sering menjadi juara lomba baca puisi. Sebenarnya, lanjut Didi, puisi tersebut ciptaannya sendiri. Namun karena tidak percaya diri, ia biasanya mencantumkan nama abangnya sebagai pencipta puisi tersebut.

Kini, Didi juga aktif mendampingi sang istri, Nurliana Rizkiani Siregar menjalankan bisnis Liana Wedding. Jika sang istri fokus di make up dan wordrobe, maka Didi khusus di pelaminan. Ukiran-ukiran untuk pelaminan selalu dikerjakan sendiri oleh Didi. Karena banyak yang tertarik, tak jarang Didi menerima pesanan juga untuk pemilik pelaminan lainnya.

“Kami mengutamakan kepuasan konsumen. Karenanya kami selalu tetap update dan mengikuti perkembangan,” tandas ayah tiga putri ini, yakni Winola, Shopia, dan Queensa ini. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close