Lifestyle

Di Tangan Desainer Wignyo Rahadi, Ulos Harungguan Bernilai Tinggi

FaseBerita.ID – Tapanuli, Sumatera Utara, sudah lama dikenal memiliki ‘mutiara’ indah berupa kain Ulos. Dari sejarahnya, kain Ulos juga bisa menjadi simbol status sosial dan diwariskan secara turun menurun. Di tangan desainer Wignyo Rahadi, kain asal Tapanuli itu menjadi lebih cantik.

Ulos merupakan kain tradisional asal Tapanuli, yang memiliki ragam jenis dan motif yang sarat makna. Ulos Harungguan disebut sebagai ‘Raja’ Ulos di Tanah Tapanuli karena di masa lampau. Sebab hanya dipakai oleh Raja dan kalangan terpandang sehingga dianggap memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jenis Ulos lain.

Keistimewaan Ulos Harungguan memiliki motif kompleks yang menggabungkan semua motif Ulos, sehingga tak ada pengulangan motif. Ulos Harungguan hanya dibuat oleh penenun di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Kain ulos yang semula terkesan kaku, berat, dan terbatas pada warna cenderung gelap dengan pewarna alam, diolah menjadi lebih ringan, lembut, dan pilihan warna lebih variatif, sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya. Kain Ulos Harungguan hasil pengembangan tersebut diaplikasikan oleh fashion designer Wignyo Rahadi dalam koleksi bertema ‘Sahala’ dalam perhelatan Jakarta Fashion Trend baru-baru ini.

Koleksi yang terdiri dari 8 busana ini menggunakan Ulos Harungguan dalam pilihan warna cerah dan gelap yang berpadu harmonis. Ulos Harungguan dituangkan dalam varian blouse, outer, celana, longdress, hingga longcoat bergaya modern. Ditampilkan pula selendang Ulos yang menciptakan gaya klasik kontemporer.

“Saya menampilkan keindahan kain Ulos dalam bentuk busana siap pakai (ready to wear) diharapkan dapat turut mendorong sentra kain Ulos sebagai industri fashion,” katanya baru-baru ink.

Menurutnya, dengan mengangkat kultur tradisi dan sentuhan modern sehingga memiliki daya pakai lebih tinggi, kain ulos dapat terus dilestarikan lintas zaman dan generasi, dan dapat diperkenalkan ke masyarakat lebih luas, tidak terbatas masyarakat Tapanuli, bahkan di negara lain. Dengan begitu dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin kain Ulos.

“Ikut mengangkat warisan budaya leluhur, yaitu kain ulos Harungguan yang disajikan dalam tampilan modern yang disukai semua generasi,” tandasnya. (dc/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close