Lifestyle

Desi Novaliani Purba Biker Cantik Cinta Vespa Antik

“Satu Vespa sejuta saudara Asal Vespa berarti kita bersaudara”

Demikian sedikit penggalan lagu berjudul Lagu Wajib Anak Vespa yang diciptakan, diaransemen, dan dinyanyikan sendiri oleh Desi Novaliani Purba. Perempuan cantik yang akrab disapa Novali ini memang pecinta sepedamotor Vespa.

Tak sekadar cinta, ia juga mengoleksi Vespa. Sedikitnya ada 10 unit Vespa yang dikoleksinya. Dari 10 unit Vespa tersebut, bentuknya yang klasik dan antik tetap dipertahankan.

Satu dari 10 Vespa tersebut, menurut Novali, merupakan peninggalan dari orangtuanya. Selebihnya, ia beli sendiri.

“Oppung dari ibu saya dulu kendaraannya Vespa. Jadi saya sudah terbiasa dengan Vespa,” terang Novali yang mengaku belajar mengendarai Vespa saat masih duduk di kelas 1 SMK. Saat itu, ia berdua sepupunya yang juga perempuan sama-sama belajar.

“Ya, pernah jatuh. Ditabrak kendaraan lain juga pernah. Tapi ya gitu, nggak kapok,” tambah alumni SMK Teladan Pematangsiantar ini.

Sebagai pecinta Vespa, ibu empat anak ini juga tergabung dalam club atau komunitas, yakni Persatuan Wakil Scooters (Pewaris). Bahkan kini ia menjabat sebagai ketua. Pewaris, katanya, hanyalah satu dari beberapa club Vespa. Namun meskipun berbeda club, sesama pecinta Vespa selalu merasa bersaudara, sesuai motto “Satu Vespa Sejuta Saudara”.

Novali sendiri juga mengaku beberapa kali mengikuti touring Vespa. Bahkan pernah sampai Takengon, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tahun 2017 lalu. Juga pernah ke Pekanbaru, Bagan Batu, dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Utara.

“Rencananya, Juli 2020 kita touring ke Bali, acara Vespa World yang diikuti pecinta Vespa dari 45 negara. Mungkin membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk perjalanan pergi dan pulang,” sebut wanita yang memberikan nama panggilan untuk Vespa miliknya, antara lain Ganda Suli (bunga cantik berwarna kuning dan putih), Baratta (pemuda baik hati), Vebi (Vespa Biru), Blacky, Pinky, Wira Badhra (Pejuang Tuhan), dan lainnya.

Masih kata Novali, sejak aktif di club Vespa mulai tahun 2012 lalu, paling tidak dalam setahun ia mengikuti 4 kali touring, baik event regional maupun Sumatera Utara (Sumut).

“Untuk menutup tahun 2019, tanggal 30-31 Desember kita menghadiri Jambore Vespa di Rantauprapat. Kita datang memenuhi undangan dari anak Vespa di sana,” sebut Novali.

Novali totalitas sebagai pecinta Vespa. Bahkan ia menjadikan rumahnya di Jalan Bakung Pematangsiantar sebagai basecamp. Tak hanya terbuka bagi pecinta Vespa yang ada di Pematangsiantar, namun juga untuk seluruh pecinta Vespa dari mana saja.

“Kalau ada anak Vespa yang butuh tempat persinggahan atau menginap, bisa ke basecamp. Bahkan tak hanya anak Vespa, juga anak motor lain,” tandas Novali yang saat wawancara didampingi Sekretaris Pewaris, Rumi dan Wira BS dari Slankscoot.

Namun dalam waktu dekat, lanjutnya, ia dan Pewaris berencana menyediakan wadah untuk kopdar anak Vespa. Selain bisa menjadi tempat persinggahan yang lebih luas, juga memberikan kesempatan kepada anak-anak Vespa untuk berkarya dan berkreativitas.

Sebab, sambung Novali, sebenarnya anak-anak Vespa sangat kreatif. Ia pun berusaha menepis konotasi negatif yang menyebut anak motor, khususnya anak Vespa, terkesan gembel, identik dengan penyalahgunaan narkoba, konsumsi alkohol, dan lainnya.

Padahal, kata dia, anak-anak Vespa memiliki etika dan moral. Sebagai bukti, meski mereka bebas berada di basecamp, sejauh ini belum ada yang kehilangan barang-barang.

“Bahkan, disuruh makan aja mereka susah. Jadi nggak benar yang menyebut anak-anak Vespa urakan,” katanya lagi.

Anak Vespa, sambungnya, justru sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai bukti, dalam setiap touring selalu memasang bendera merah putih. Selain itu, mereka bersaudara tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras.

Pewaris, katanya, bersama club Vespa lainnya di Pematangsiantar, November lalu telah menggelar kegiatan bertajuk “Vespa Art and Culture, Indonesia Damai” di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar. Kegiatan tersebut sedikitnya diikuti dua ribu peserta. Bahkan ada peserta yang datang dari Bali, yang berusia di atas 60 tahun.

“Kami ingin acara tersebut menjadi agenda tahunan. Kami juga sudah diajak berpartisipasi di beberapa kegiatan di Siantar, seperti Gempita Pesta Rakyat dan Pemilihan Putra Putri Pariwisata beberapa waktu lalu,” jelasnya lagi.

Sebelumnya, masih kata Novali, mereka anak-anak Vespa beberapa kali menggelar kegiatan sosial. Seperti berbagi takjil di bulan Ramadan, menyantuni anak yatim, menggalang donasi untuk korban Gunung Sinabung dan gempa Palu, dan lainnya.

Novali berkeinginan, Pematangsiantar menjadi tuan rumah acara Halal Bi Halal anak Vespa se-Sumatera Utara di tahun 2021.

“Untuk 2020 Labura tuan rumah. Sebelumnya tahun 2018 di Padangsidimpuan dan tahun 2019 di Kisaran. Mudah-mudahan tahun 2020 bisa di Siantar,” tukasnya.

Novali mengaku, ia dibesarkan dan tumbuh dalam didikan militer. Kebetulan, kakeknya merupakan tentara. Hal itu pula yang sempat membuatnya bercita-cita menjadi tentara wanita.

Meski cita-cita itu tidak tercapai, namun ia sudah terbiasa hidup disiplin. Hal itu juga yang ditularkannya kepada anak-anak Vespa. Salah satunya, wajib safety riding.

Tak hanya Novali, keempat anaknya juga mencintai Vespa. Setiap hendak diantar ke sekolah, mereka lebih memilih dibonceng Vespa. Padahal di rumah ada sepedamotor matic masa kini.

“Ya sudah, ada yang di depan, di belakang. Seru…” tukas Novali yang rela meminjamkan Vespa miliknya kepada pecinta Vespa yang belum memiliki sepedamotor sendiri. Syaratnya, harus dirawat.

Jika tidak ada touring, Novali memiliki kegiatan untuk mengisi content channel YouTube-nya. Saat ini, sudah ada 50-an content. Rata-rata content merupakan video dan suara Novali menyanyikan lagu ciptaannya sendiri, tentang kecintaannya terhadap Vespa.

“Setiap minggu diusahakan ada content yang masuk ke YouTube,” katanya.

Novali berharap, anak-anak Vespa bisa terus berkarya dan berkreativitas, dan mencintai NKRI tanpa perbedaan SARA. Harapan lainnya, sambung Novali, ada perhatian pemerintah untuk pembinaan dan wadah bagi anak-anak Vespa yang kreatif. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button