Lifestyle

Defika Amalia Cat Lover Bersertifikat

Kucing sudah menjadi bagian dari hidup Defika Amalia. Sejak kecil, perempuan yang lebih akrab disapa Defi ini sudah memelihara kucing. Bahkan ia tak ingat lagi sudah berapa kucing yang pernah dipeliharanya.

Kucing pertamanya merupakan kucing kampung biasa bernama Bimbi yang merupakan pemberian tetangga. Sedangkan kucing yang sangat membekas di hatinya, seekor kucing liar yang dipungutnya dari kawasan Johor, Kota Medan.

Saat itu, Defi sempat kos di kawasan Johor, Medan karena akan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Medan. Saat berjalan, ia melihat seekor kucing liar. Defi jatuh hati dengan kucing tersebut. Ia tidak tega meninggalkan kucing itu begitu saja.

“Kucing itu saya ambil, saya masukkan kotak dan saya bawa pulang ke Siantar naik kereta api,” kenang Defi yang kemudian kucing itu diberinya nama Kimmi, yang dalam bahasa Jepang berarti sayang.

Namun kini kucing tersebut tidak ada lagi.

“Sudah mati, dimakan anjing,” kata Defi sedih.

Sebagai cat lover atau pecinta kucing, Defi memang benar-benar memelajari hal-hal tentang hewan berkaki empat itu. Bagaimana makannya, memandikan, merawat, melatih, dan lainnya.

Alumni SMA Negeri 2 Pematangsiantar ini bahkan memiliki sertifikat khusus grooming (merawat, mengurus penampilan) agar kucing bersih dan rapi. Tidak tanggung-tanggung, selain dari Medan, Defi mendapatkan sertifikat tersebut juga dari Malaysia.

Sertifikat dari Medan, dikeluarkan King Event Organizer Medan pada 21 November 2016. Sedangkan yang dari Malaysia, diterbitkan MJMA pada 21 April 2019.

“Kebetulan saya sempat dua tahun bekerja di rumah makan milik keluarga di Malaysia. Tapi setiap bulan saya pulang ke Siantar. Di Malaysia, saya sempatkan belanja keperluan kucing, mulai makanan hingga vitamin,” terang Defi yang menghabiskan uang jutaan rupiah demi memeroleh dua sertifikat tersebut.

Pertengahan tahun 2019 lalu, Defi memutuskan tak lagi kembali ke Malaysia. Malah, Agustus 2019 bersama temannya yang juga cat lover, Defi membuka catshop di Jalan Kartini Bawah Pematangsiantar.

“Sebelumnya saya juga sempat buka catshop sendiri di rumah kontrakan di Kampung Banjar,” tukas anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Usaha Defi dan temannya, Sulistya, diberi nama Kimmi Catshop. Ya, nama Kimmi sengaja dipilih Defi untuk mengenang kucing yang dipungutnya di Medan beberapa tahun lalu.

Di toko tersebut, berbagai keperluan kucing tersedia. Seperti cat food, wet food, shampo, aksesori, obat-obatan, jasa penitipan, jasa grooming, dan jasa potong bulu (lion).

Untuk grooming dan lion, Defi mengerjakannya di tempat khusus di kediaman orangtuanya di Jalan Ade Irma Suryani Nasution Gang Alam Jaya Pematangsiantar. Sebab, untuk grooming kucing biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit.

“Lebih banyak menghabiskan waktu untuk pengeringan,” tandas wanita yang sempat bercita-cita menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) tersebut. Namun karena di saat duduk di bangku SMP harus menjalani operasi usus buntu, cita-citanya pun pupus.

Kini, Defi memelihara kucing dari berbagai jenis, seperti Persia, Muchnkin, Domestik, dan mix atau campuran. Kucing-kucingnya itu dijamin selalu terjaga kebersihannya. Bahkan rutin divaksinasi di drh Desi Andriani. Defi pun menyimpan dengan baik kartu vaksinasi bagi kucing-kucingnya.

“Kalau untuk makanan, selalu saya kasih makanan kemasan atau kaleng. Nggak pernah dikasih ikan segar. Kecuali daging ayam yang direbus dan daging sapi,” jelas putri dari pasangan suami istri Arwansyah (Atan) dan Dewita itu.

Sebagai bukti tidak sekadar cat lover, Defi tergabung dalam komunitas Indonesia Cat Association (ICA). Untuk menjadi anggota ICA, katanya, harus mengikuti ujian. Jika tidak lulus, maka tidak akan memeroleh sertifikat.

“Bisa saya bilang, untuk di Siantar baru saya yang punya sertifikat ICA. Mungkin banyak cat lover di Siantar yang belum tau. Karena saya sendiri pun tau tentang ICA ini dari teman di Medan,” sebut Defi yang ingin mengajak para cat lovers di Pematangsiantar menjadi anggota ICA.

Di catshop, jika ada yang mencari kucing, Defi bisa menyediakannya. Malah, hewan lain pun bisa disediakannya. Karena selain kucing, di rumah Defi juga memelihara ular dan iguana.

“Ya, memang sudah cinta hewan. Mau bagaimana lagi. Uang saya lebih banyak habis untuk mengurus hewan-hewan itu,” jelas Defi yang mengaku tidak pernah dilarang orangtuanya memelihara hewan.

“Di rumah semua suka kucing. Tapi kalau kucingnya buang air, saya yang dipanggil mereka,” tambah wanita yang tidak memercayai orang lain untuk grooming kucing-kucingnya.

Alasannya, masing-masing kucing tidak sama shampo yang digunakan. Sebab, jika salah menggunakan shampo, termasuk takarannya, maka buku-buku kucing bisa rusak.

“Seperti rambut kita, kan beda-beda shamponya. Jadi nggak bisa sembarangan,” ujar perempuan berhijab ini, yang memiliki akun media sosial: kimmi catshop (Facebook) dan kimmicatshop (Instagram).

Bahkan, sambungnya, ada kucing yang saat grooming menggunakan tujuh jenis shampo, termasuk conditioner dan keratine.

“Saat diklat di Malaysia, untuk memandikan dua ekor kucing saja membutuhkan waktu sekitar delapan jam, sejak jam 11 siang sampai jam 7 malam,” tandas Defi yang bersedia mengantar dan menjemput kucing yang akan di-grooming.

Sebagai cat lover, diakui Defi, ia tak luput dari gigitan ataupun cakaran kucing-kucingnya. Namun itu dianggapnya hal biasa. Sebab kucing baginya bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi teman curhatnya.

“Kalau sedang sedih atau galau, saya cerita sama kucing. Kucingnya hanya melihatin saya. Paling dia bilang ‘meong’. Tapi saya puas karena isi hati saya sudah tercurahkan. Lebih baik saya curhat dengan kucing daripada dengan orang lain. Kucing kan nggak akan cerita ke yang lain,” terang Defi yang jika akan bepergian ke luar kota biasanya menggunakan jasa pengasuh untuk memerhatikan kucing-kucingnya.

Begitu cintanya dengan kucing, sehingga jika ada kucingnya yang mati, kesedihan Defi sangat mendalam. Dia bisa terus-terusan menangis hingga matanya membengkak. Kucing yang mati, katanya, dibungkus kain putih dan dikuburkan.

“Lalu saya kasih bunga-bunga dan saya bilang nanti kita jumpa di surga,” ujar Defi yang pernah dalam seminggu ada 20 ekor anak kucingnya mati karena terserang virus toksoplasma.

“Belum sempat saya vaksin karena masih kecil-kecil,” tukas Defi yang bisa membantu persalinan kucing karena biasanya di kelahiran pertama induk kucing terkejut dan jijik melihat anaknya.

Ke depan, Defi ingin memiliki petshop yang besar dan lengkap. Jika sedang berjalan-jalan, Defi kerap menuju petshop, sehingga ia terobsesi memilikinya.

“Seperti waktu di Malaysia, kalau ke mall, saya duluan cari petshop, bukan beli baju atau keperluan saya,” tukas cewek yang berulang tahun setiap 19 Februari ini.

Selain itu, Defi ingin menghimpun para cat lovers di Pematangsiantar dan sharing tentang kucing, termasuk edukasi jenis-jenis kucing dan penyakit yang bisa menyerang kucing.

“Jangan takut pelihara kucing. Yang penting kucing selalu dalam kondisi bersih,” sebut Defi yang setiap hari Minggu bergabung dengan para pecinta hewan (animal lovers) di Lapangan Merdeka Pematangsiantar. Bagi yang ingin berkomunikasi dengan Defi, bisa menghubunginya di nomor handphone/WA 081274188485. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker