HUT RI
Lifestyle

Barbie Nathania Agatha Imut namun Sarat Prestasi

Usianya masih tujuh tahun, masih imut-imut. Namun Barbie Nathania Agatha sudah meraih banyak prestasi di bidang modelling. Sejak usianya masih balita, Barbie memang sudah menunjukkan bakat modellingnya.

Bocah yang masih duduk di kelas 2 SD Budi Mulia 1 Pematangsiantar ini mengaku kali pertama tertarik di bidang modelling saat usianya masih 2,5 tahun. Saat itu, ia ikut ibunya, Nurliani Gulo berbelanja ke salah pusat perbelanjaan modern di Jalan Sutomo Pematangsiantar.

Ternyata saat itu di tempat perbelanjaan tersebut sedang digelar fashion show atau perlombaan model salah satu produk shampo untuk remaja. Barbie antusias melihat para peserta berlenggak-lenggok di catwalk.

Lalu dengan polosnya, Barbie yang bijak dan bicaranya sudah lancar mengatakan kepada sang ibu ingin menjadi model.

“Ma, aku mau kayak kakak-kakak itu, ikut lomba,” kata Barbie mengulang permintaannya kepada ibunya, sekitar lima tahun lalu.

Saat itu, sang ibu, Nurliani merasa putrinya berminat di bidang modelling. Sehingga sekitar sebulan kemudian, saat usia Barbie 2 tahun 7 bulan, untuk kali pertama ia mengikuti lomba modelling dalam rangka launching Neo Management, agency modelling di Pematangsiantar.

Hasilnya, Barbie yang sama sekali belum pernah belajar modelling bisa meraih juara harapan 3. Melihat anaknya memang berbakat, ibunya tak ragu mengikutkan Barbie kursus modelling di agency tersebut.

Setelah bergabung di agency dan rutin latihan yang dipandu coach Kristian Rony Silitonga, Barbie makin terlatih. Satu per satu prestasi diraihnya. Sehingga sudah puluhan trofi berjejer di lemari kaca di rumahnya, Jalan Pitola Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.

“Kalau hadiah uang, masuk ke tabungan. Aku juga punya celengan di rumah, diisi dari uang jajan,” terang gadis cilik yang lahir 9 Juli 2012 ini.

Ditanya perlombaan yang paling berkesan, dengan senyum khas anak-anak, Barbie mengatakan saat ia meraih juara 3 fashion show yang diselenggarakan salah seorang desainer asal New York, Amerika Serikat di Ballroom Hotel Aryaduta Medan. Saat itu, baik Barbie mauoun ibunya sama sekali tidak menyangka bisa meraih juara 3.

“Pesertanya waktu itu sudah bagus-bagus dan keren. Jadi benar-benar tidak menyangka bisa juara 3,” tambah ibunya.

Bungsu dari dua bersaudara itu mengaku, selain hobi di modelling, saat ini ia gemar membuat karya dan kreasi menggunakan kertas Origami.

“Aku bisa bikin dompet, binatang, dan lain-lain. Barbie ciptakan sendiri, dan kadang lihat YouTube,” jelasnya, dan menambahkan hobi lainnya melukis, mewarnai, dan menari.

Menyanyi?

“Nggak hobi. Aku nggak bisa suara tinggi,” jawabnya.

“Dia nggak pe de (percaya diri, red) kalau disuruh menyanyi,” tambah ibunya.

Untuk prestasi di sekolah, Barbie yang bercita-cita menjadi pramugari karena ingin membawa ibunya dan keluarga jalan-jalan naik pesawat, masuk 10 besar di kelas.  Diakui sang ibu, ia memang tidak terlalu memaksakan anaknya untuk menjadi yang terbaik di sekolah. Berjalan saja, jangan sampai si anak terbebani.

“Sama halnya dengan di modelling ini. Saya tidak memaksakan Barbie harus menang. Kita nggak tau kondisi hati dan pikiran si anak saat di catwalk. Jadi biarkan dia berekspresi semampunya,” terang Nurliani.

Hal itu diakui Barbie. Menurutnya, meski terkadang ia tidak menang dalam suatu perlombaan, namun ia tidak pernah menangis.

“Mami selalu bilang, yang penting ikut lomba. Kalah menang itu biasa. Nggak boleh kecil hati dan menyerah. Tapi kalau menang, nggak boleh sombong,” tukas Barbie yang mengikuti les private Bahasa Inggris di rumah, dan les mewarnai di hari Minggu.

Barbie yang selalu ikut ke mana ibunya pergi sehingga dijuluki ‘buntut mami’ mengidolakan Miss Universe 2018, Catriona Elisa Magnayon Gray.  Barbie mengaku ingin bisa sebagus gadis asal Filipina itu saat berjalan di catwalk.

Sehingga, saat mengikuti lomba fashion show dalam rangka Hari Ulos di Pematangsiantar beberapa minggu lalu, Barbie meniru gaya berjalan dan Pase idolanya tersebut. Hasilnya, Barbie meraih juara harapan 1.

“Kalau untuk model Indonesia, aku suka Kimmy Jayanti,” tukasnya.

Ditanya mengapa namanya sama dengan nama boneka, dengan lugas Barbie menjawab nama itu pemberian ibunya yang memang menyukai boneka Barbie.

“Sejak sama sekali belum hamil, saya ingin kalau punya anak perempuan, namanya Barbie, dan rambutnya keriting. Ternyata terkabul. Kini saya punya Barbie hidup yang bisa saya dandan layaknya boneka Barbie, termasuk gaya rambutnya. Kebetulan dia kan sering ikut fashion show, jadi bayangan saya tentang boneka Barbie bisa saya bikin langsung ke anak saya ini,” beber Nurliani.

“Ya, tapi mami lupa minta hidungku supaya kayak boneka Barbie yang mancung,” tambah Barbie bercanda yang disambut tawa sang ibu.

Di akhir wawancara, Nurliani mengharapkan agar para model di Pematangsiantar, khususnya model cilik tetap berkarya, berusaha memberikan yang terbaik, dan jangan putus asa. Jangan saling iri dan dengki.

Para orangtua, lanjutnya, agar membebaskan anak-ana berkreasi. Kalah atau menang itu rezeki yang sudah diatur Tuhan. Tidak boleh ada permusuhan sehingga memutuskan silaturahmi. Sebab bisa saja orangtua menganggap anaknya terbaik, namun juri memiliki penilaian berbeda. Kalau seperti itu, jangan menuduh juri sudah dibayar.

“Apalagi sama Barbie, tidak perlu iri. Mari sama-sama berkarya. Janganlah saling membully. Kalau menang, kita syukuri. Kalau kalah, ke depannya lebih bergiat. Mari bersaing secara sehat, sportif, dan elegan,” ajaknya. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button