HUT RI
Lifestyle

Antoniyus Lahir dari Keluarga Pengusaha Kuliner

Lahir dari keluarga yang merupakan pengusaha kuliner, membuat Antoniyus terbiasa dengan suasana dapur (kitchen). Melihat kuali seperti terbang dengan nyala api besar, serta bagaimana memotong dan meramu bahan makanan, menjadi pemandangan biasa baginya.

Hal itu juga yang menjadi faktor utama bagi anak kedua dari empat bersaudara ini untuk membuka bisnis kuliner. Bersama abang kandungnya yang sama-sama kembali dari perantauan, Andi Yunus, Antoniyus membuka Aplus Cafe and Resto di Jalan Kartini Pematangsiantar pada 6 Maret 2011.

Diterangkan alumni SMA Kalam Kudus Pematangsiantar ini, ia lahir di Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun. Di tanah kelahirannya itu, orangtuanya membuka bisnis kuliner dan home industry.

“Karena orangtua sudah tua, home industry-nya juga saya yang jalankan sekarang. Saya dan saudara-saudara saya sudah biasa dengan bisnis kuliner. Kakek dari ibu saya merupakan chef yang sempat bekerja di kapal pesiar. Setelah berhenti dari kapal pesiar, kakek buka bisnis kuliner,” terang pria berkacamata ini.

Diakui alumni jurusan Teknik Industri Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini, upaya ia dan abangnya membuka bisnis kuliner tidak serta-merta lancar. Ada beberapa kendala yang mereka hadapi. Seperti penambahan modal dari orangtua.

“Kami berdua dianggap masih terlalu muda untuk memulai bisnis kuliner. Banyak orang-orang di sekeliling meminta agar orangtua jangan membantu kami untuk permodalan. Namun akhirnya kami bisa meyakinkan orangtua,” terang Antoniyus yang sempat bekerja di salah satu event organizer (EO) dan percetakan serta pemasaran komik wayang di Jakarta.

Kendala lainnya, lanjut Antoniyus, terkait harga makanan yang mereka tawarkan kepada customer. Katanya, ada saja customer yang membandingkan harga mereka dengan tempat makan lainnya.

Masih kata Antoniyus, hal yang membuat dirinya memilih kembali ke Pematangsiantar, selain ingin menjaga orangtua juga karena lebih memilih membangun bisnis di Pematangsiantar dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Alasan lainnya, calon istri saya berada di Siantar. Ada hal yang tidak memungkinkan dia untuk ikut saya ke Jakarta,” tukas suami dari Yurica ini, yang mengaku jalinan kasih mereka sudah berjalan sejak di bangku SMA.

Terkait nama Aplus, kata Antoniyus, karena ia dan abangnya memiliki visi menjadikan cafe dan resto tersebut menjadi yang terbaik. Saat itu, sambungnya, ia dan abangnya yakin akan banyak muncul bisnis yang sama. Namun Aplus tetap akan menjadi yang terbaik.Secara bisnis, Aplus bisa menarik perhatian warga Pematangsiantar dan sekitarnya. Hingga kemudian Antoniyus membuka cafe dan resto lainnya, masih di Kota Pematangsiantar.

“Tanggal 8 Desember 2013 kami buka Titanium Cafe and Resto di Jalan Gereja,” tukas ayah sepasang anak ini, Jason (5,5) dan Hazel (3,5).

Konsep kedua bisnis kuliner tersebut nyaris sama. Menyajikan menu Western Fusion, oriental, dan Indonesia.

“Yang agak membedakan, rasa rempah di Aplus lebih kuat,” tandas laki-laki yang sempat bercita-cita menjadi astronot ini.

Antoniyus memiliki hobi memodifikasi sepedamotor. Ia benar-benar menikmati proses modifikasi.

“Setelah selesai, saya puas.  Tapi hanya beberapa bulan saya pakai. Selanjutnya, saya bosan dan akhirnya saya jual. Kemudian beli lagi, dan modifikasi lagi. Saya lebih menikmati proses modifikasinya,” ujar Antoniyus yang juga hobi berenang ini.

Dalam menjalankan bisnis kuliner bersama abangnya, Antoniyus menekankan kerja sama tim. Ada Standar Operasional Prosedur (SOP). Jangan ada yang merasa superior karena bisa mengakibatkan konflik di dalam tim.

“Kita saling terkait antar divisi. Tidak ada divisi yang paling hebat. Semuanya saling menopang,” ujar Antoniyus seraya menambahkan dalam lima tahun terakhir mereka senantiasa menyantuni anak yatim menjelang bulan Ramadan di Aplus Cafe. (awa)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button