Lifestyle

Ance Damanik: Jaga Diri, Jauhi Pergaulan Bebas

SIANTAR, FaseBerita.ID – Menjadi guru itu tidak hanya sekadar berdiri di depan kelas dan memberi pelajaran kepada anak didik. Lebih dari itu, menurut Ance Damanik. Wanita kelahiran tahun 1995 ini berusaha selalu menyampaikan pesan moral dalam rangka pembentukan karakter siswa.

Ance yang pernah kuliah HKBP Nommensen Kota Medan, jurusan sarjana seni ini kini berprofesi sebagai guru SMK Negeri 1 Kota Siantar.

“Ya, saya paling sering memberi pandangan kepada anak didik. Kepada pelajar putra dan putri harus mampu menjaga kesucian diri dan tidak terlibat pergaulan bebas. Kemudian, harus aktif di berbagai kegiatan,” kata Ance yang bertempat tinggal di jalan Sibatu-batu Simpang 3, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Ada hal lain yang selalu diingatkan guru seni ini kepada anak didiknya. Terutama terkait budaya leluhur nenek moyang. Intinya mereka mau belajar, mau tau, dan peduli serta menjaga, selagi mereka mau pasti bisa.

“Saya memang intens mengingatkan para pelajar. Karena semua itu untuk kemajuan kita semua,” kata Ance yang tamat dari perguruan tinggi tahun 2017.

Terkait mata pelajaran seni budaya yang memberi pemahaman secara perasaan manusia, Ance Damanik mengatakan anak didiknya memiliki minat yang tinggi belajar. Karena, obsesi mereka banyak ingin memperdalam apa itu artinya seni.

“Saya juga punya anak didik yang sudah berhasil. Meski mereka tidak melanjut ke perguruan tinggi tetapi mampu mengisi kegiatan sebagai hiburan panggung dengan seni yang dipilihnya itu. Bahkan sudah sering mendapat prestasi dan tampil di tingkat kabupaten, Kota bahkan tingkat tingkat provinsi. Pokoknya harus memberi pesan moral dalam rangka pembentukan karakter siswa sebagai generasi penerus bangsa,” katanya.

Kalau bertemu dengan anak didiknya yang sudah berprestasi meski kemampuan setiap anak didik selalu berbeda-beda, Ance mengatakan sering terharu sekaligus bangga. Apalagi anak didiknya itu memperoleh pelajaran dari kelasnya.

“Sebagai guru siapa yang tidak bangga dengan muridnya yang sukses? Tapi, yang paling perlu, untuk membuat anak didik itu sukses tentu tidak hanya peran para guru atau sekolah, peran orang tua juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Dibalik pekerjaan yang dilakoninya sebagai guru, ternyata Ance juga aktif di komunitas Pondok Kreatif di desa Mekar Nauli Tomuan sebagai sekretaris. Dimana kegiatan tersebut menampilkan berbagai kegiatan yakni private musik, musik perkusi, tarian daerah, seni pahat, seni meracik kopi, seni tatto dan persing.

“Wadah ini terjalin tanpa ada pemungutan biaya apapun alias gebrakan sendiri lah dari kawan-kawan disini. Baik dari orang tua, anak kecil, serta anak jalanan dapat bisa bergabung di wadah kami yang sudah berjalan tiga tahun ini,” katanya.

“Kami pun sudah mempunyai cabangnya di kota Balige, Parapat dan Karo. Untuk harapan saya kepada anak-anak kota Siantar agar jangan sampai menyia-nyiakan budaya yang ada di kota kita ini. Jadi tidak apa-apa kalian ingin mengikuti jaman. Intinya budaya leluhur Siantar jangan sampai punah, selagi kalian mau belajar,” katanya.

“Saya berasal dari keluarga kurang mampu makanya saya berusaha membuat mereka bangga, di waktu ada yang kosong saya memberikan waktu kepada keluarga dan selalu berkomunikasi yang baik dengan keluarga,” pungkasnya. (mag04)

iklan usi



Back to top button