Lifestyle

Akash Magic Tunjukkan Keajaiban melalui Hal Kecil

FaseBerita.ID – Menjadi magician atau pesulap sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh Akash. Sejak di bangku SMA, Akash justru lebih akrab dengan dunia seni suara dan modelling.

Ia sering mengikuti ajang pemilihan model, dan juga membentuk grup boyband. Ia mulai berubah pikiran saat menonton acara The Grand Master Asia (TGMA) di salah satu stasiun televisi swasta di tahun 2018. Pria bernama lengkap Akash Pradana ini terkesima dengan salah seorang peserta asal Korea.

“Namanya Jeki-Yoo. Dia mampu memasukkan kartu ke dalam jeruk nipis. Meskipun Jeki-Yoo bukan sebagai pemenang, tapi saya terinspirasi menjadi seorang magician dari dirinya,” terang Akash, yang lahir 3 Juli 1996 ini.

Selanjutnya, Akash mulai belajar sulap secara otodidak. Ia juga mengikuti perkembangan dunia sulap.

Medio Juli 2018, ilusionis Demian datang ke Medan. Akash tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dari Pematangsiantar, alumni SMA Kalam Kudus itu menuju Medan.

Di Medan, Akash tidak sekadar menyaksikan aksi Demian. Ia berusaha bisa bertemu langsung. Akash pun mengikuti Demian hingga ke hotel.

“Saat itu ada beberapa orang, termasuk tim dari magician Medan yang bertemu Demian. Tapi hanya saya yang dari Siantar. Dari hotel, kami langsung diajak ke salah satu kafe,” tukas pria yang hobi dance, futsal, badminton, dan gym ini.

Di kafe, Akash merasa bagai mimpi dia bisa duduk satu meja dengan Demian. Apalagi, saat Demian memintanya bermain sulap langsung di hadapannya.

“Tangan saya gemetar saat itu. Permainan kartu saya pun masih tampak kasar. Tapi saya beruntung, Demian sempat mengajari saya meskipun hanya beberapa menit,” terang Akash, yang bertambah takjub karena Demian memberi dia sekotak kartu sulap, lengkap dengan tanda tangan.

Akash kembali ke Pematangsiantar dengan semangat berlipat-lipat. Keinginannya menekuni sulap seakan tak terbendung.

Di Pematangsiantar, Akash langsung mengumpulkan beberapa magician. Setelah berembuk, terbentuklah Siantar Magic Community (Simaco).

“Saat ini ada 10 orang yang tergabung di Simaco. Kami sering ngumpul dan sharingsharing. Kini Simaco sudah dikenal oleh beberapa pesulap terkenal dari luar Sumatera Utara, seperti Demian, Joesandy, Rhomedal Aquino, dan lainnya,” sebut alumni Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar jurusan Bahasa Inggris.

Akash yang mendapat support dari orangtua untuk semua kegiatannya yang positif, semakin fokus dengan sulap. Ia pun bertemu concultant magician di Pematangsiantar, yaitu dr Jonas Bangun.

Alhasil, Akash yang sempat tergabung dalam boyband Specta Boyz, kini semakin dikenal sebagai pesulap. Ia mulai sering tampil di berbagai event. Misalnya, Milenial Safety Road Festival Polres Pematangsiantar dan di Global Vibe Inspiration yang digelar di Hotel Horison beberapa bulan lalu.

“Saya juga sudah sering tampil di beberapa kafe, acara ulang tahun, dan lainnya. Kalau ada yang butuh performer untuk acara gathering, seminar, birthday party, dan sebagainya, bisa menghubungi Siantar Magic Community atau Simaco melalui akun Instagram @siantarmagiccommunity,” kata pria yang sehari-hari mengajar private les Bahasa Inggris ini.

Bahkan, Akash juga mengajar sulap di kegiatan ekstrakokurikuler pengembangan diri di SMP Methodist Pematangsiantar.

Ke depan, Akash yang masuk 20 besar audisi Ganteng-Ganteng Serigala Mencari Bintang di Medan ini ingin mengembangkan sulap di Pematangsiantar. Ia yakin, selain tanggapan warga positif, di Pematangsiantar sebenarnya banyak talent pesulap.

“Saya ingin menunjukkan keajaiban melalui hal-hal kecil,” tambah Akash yang juga sebagai konsultan medis di Harmony Dinamic Indonesia (HDI).

Kini, untuk mempopulerkan sulap sekaligus mengisi waktu luang, di saat weekend (Sabtu dan Minggu), Akash biasanya menggelar Street Magic di Lapangan Merdeka atau Taman Bunga. Kadang ia seorang diri, dan ada kalanya bersama rekan-rekannya yang tergabung di Simaco.

“Teman-teman yang bukan pesulap kadang bercanda, katanya kalau saya tidak punya uang, tinggal main sulap aja. Pasti dapat uang,” ujar Akash yang berencana, Sabtu (12/10/2019) mengikuti audisi sulap ‘The Great Magician’ di Medan, yang disponsori oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Masih kata Akash, ia belajar sulap dari banyak magician. Lalu, trik dari beberapa magician, dimodifikasi dan dikompilasi, hingga ia menemukan trik sendiri.

“Yang penting, antara sesama magician saling menghargai. Jangan saling membongkar trik, dan tidak menjadi hackler,” jelas Akash yang mengaku masih sering berkomunikasi dengan Demian. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close