Lifestyle

Abdi Risandi Berani Bermimpi Masa Depan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Masa sekarang harus dihadapi dengan berani. Sementara masa depan harus berani mengawali dengan mimpi besar.

Demikian disampaikan Abdi Risandi, pria kelahiran Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan tahun 1995. Keberanian menghadapi kenyataan hidup, akan mendatangkan rasa optimis.

“Tentunya itu berawal dari mulai kita bangun tidur. Bahkan ada yang mengatakan bahwa sebelum tidur pun kita sudah harus memulainya, yakni kita sudah mempunyai mimpi-mimpi yang akan diwujudkan hari ini, hari esok dan seterusnya,”katanya.

Abdi mengaku keberanian yang dimiliki sudah ada dari kecil.

“Jadi pada waktu kita bangun, kita sudah mempunyai target yang akan dicapai pada hari ini. Lantas, mulailah dengan semangat yang menggebu-gebu dalam mengawali hari. Karena itu akan menentukan kesuksesan. Kemudian target kelak dapat menjadi rencana,” ujar mantan pekerja Sahuz Motor Crome, yang tinggal di jalan Seram Bawah, kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

Abdi menambahkan sekarang dia menggeluti pekerjaan di salah satu perusahaan BUMN bagian teknisi di Jalan Asahan Kabupaten Simalungun. Namun mendapat penugasan di kota Pematangsiantar.

“Saya punya pendapat sendiri mengapa memilih menetapkan keberanian dan konstruktif. Karena Saya merupakan anak paling besar dari lima bersaudara, tentu dasar itu menjadi motivasi yang paling toleran untuk adik-adik saya dan keluarga,” ujar Abdi yang hobbi olaraga renang ini.

Untuk urusan karier dan rezeki, Abdi yakin bahwa sepanjang jalan selama masih bekerja yang ditekuni dengan benar, maka hasilnya pun bisa diandalkan. Bahkan, melalui karakter pemberani. Cowok rajin yang sering membantu orang tuanya menjalankan usaha Kedai Kopi bernama Kopi, ia lakukan sepenuh hati maupun berani dari rasa malu.

“Agar untuk menghadapi masa depan dan masa kini harus dengan berani dan yakin. Sedangkan semua orang itu punya keberanian, akan tetapi sangat sedikit sekali orang yang bisa mengeluarkan keberaniannya secara keseluruhan,” ujarnya sembari bercerita.

“Jadi, yakinkanlah diri kita bahwa kita termasuk orang yang pemberani dalam menghadapi hari-hari yang kita alami. Tapi usahakan juga ada kegiatan rutin yang menunjang masa depan. Paling penting adalah tidak usah muluk-muluk dalam menentukan target. Maka sesuaikan target itu dengan kekuatan dan kemampuan kita tanpa memaksa,” ujarnya.

Dia menambahkan sedikit yang penting jalan dan terarah itu lebih baik daripada banyak, tapi terlaksana menjadi sempurna.

Untuk urusan keluarga dimana ada waktu luang dan waktu kosong selalu mencoba berkomunikasi yang baik kepada keluarga dan selalu meminta dukungan doa kepada orang tua terutama bagi adik-adik.

“Saya selalu usahakan untuk berkomunikasi dengan orang tua dan selalu meminta doa restu beliau agar semua yang saya kerjakan menjadi rejeki. Dan paling terutama selalu mengajak adik-adik saya berkomunikasi dengan baik agar mereka terarah dan juga selalu memotivasi mereka,” pungkasnya. (mag04)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker