Lifestyle

Iin Harahap Ciptakan Nama Menu Unik

FaseBerita.ID – Nama menu makanan dan minuman yang unik tentunya mengundang rasa penasaran. Konsep tersebut menjadi daya tarik di Indiis Café, yang berada di Jalan Dahlia Pematangsiantar.

Kafe ini memang menawarkan beragam menu makanan dan minuman dengan nama-nama unik. Sebut saja, Burger Namboru, Burger Belepotan, Mie Terbang, dan lainnya.

Nama-nama unik tersebut diciptakan langsung oleh owner kafe, Iin Harahap. Ibu dua putri ini mengaku nama-nama unik tersebut sebenarnya muncul begitu saja dari pikirannya ketika ia baru selesai menciptakan menu baru.

“Biasanya kalau Iin bikin menu baru dan belum ada nama, nggak lama muncul inspirasi nama. Misalnya, Burger Belepotan. Itu karena burger-nya memang berkuah. Terus, saat IIn bikin burger berukuran besar, Iin kasih nama sesuai nama anak pertama IIn, Shaqueena,” terang pemilik nama lengkap Siti Indriani Harahap ini.

Indiis Café, kata IIn, kali pertama dibuka Agustus 2015. Saat itu, Iin dan suaminya Dimas Mahardika baru sekitar enam bulan menikah. Karena belum punya anak dan Iin belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan, pasangan suami istri itu sepakat membuka usaha kafe.

Sebelumnya, Iin dan suami sudah bekerja sama membantu ibu mertua mengurus usaha salon kecantikan dan tata rias pengantin. Malah, sambung Iin, jauh-jauh hari sebelum mereka menikah, dirinya sudah ikut dalam usaha sang mertua.

“Kebetulan, suami Iin bersaudara dua orang dan keduanya laki-laki. Jadi mertua menganggap Iin lah yang mewarisi usahanya itu. Tapi saat baru menikah itu, entah mengapa kok rasanya jenuh juga bertahun-tahun mengurusi salon dan tata rias pengantin. Jadi kami sepakat membuka usaha kafe,” terang alumni SMA Negeri 4 Pematangsiantar ini.

Syukurnya, sang mertua yang merupakan pemilik Dika Salon, tidak keberatan pengantin baru itu ‘meninggalkannya’. Ia mendukung sepenuhnya.

Di awal buka, kafe tersebut hanya kecil. Menggunakan teras rumah, plus halaman yang dipasang kanopi. Padahal sebenarnya pekarangan rumah tersebut cukup luas.

“Yang nggak dipasang kanopi, tetap kami letakkan meja dan kursi. Ya, seperti kafe-kafe di taman. Cuma, kalau pas hujan, kami sibuk mengangkati meja dan kursi. Sedangkan pengunjung terpaksa masuk ke rumah. Padahal saat itu, pegawai kami hanya satu orang ditambah saya dan suami,” kenang Iin, seraya menambahkan nama Indiis Café diambil nama panggilan ia dan suaminya, yaitu Iin dan Dika.

Ibu dari Shaqueena Qotrunnada Mahreen dan Shareena Zahratussita Mahreen ini pun menceritakan, dulunya ia langsung yang memasak menu-menu di kafe, dibantu sang suami. Sedangkan pegawai, untuk waitress.

“Jadi pagi-pagi kami berdua yang belanja. Tapi saat program hamil, dokter kandungan menyarankan Iin agar jangan terlalu lelah. Jadi suami Iin sendiri yang belanja,” terang sulung dari dua bersaudara dari pasangan Jhoni Haris Harahap dan Esti Jurianingsih ini.

Iin mengaku, hobi dan bakatnya memasak diturunkan nenek dari pihak ibu. Kebetulan, Iin diasuh sang nenek karena ayahnya yang merupakan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) tugas di luar kota. Sang nenek membuka usaha catering, sehingga memasak bukan hal yang asing bagi Iin.

“Nenek itu disiplin. Pulang sekolah, Iin disuruh bantu-bantu di dapur. Awalnya disuruh mengaduk-aduk santan di atas kompor supaya nggak pecah. Lama-lama Iin pun bisa masak,” tukas Iin yang terus berusaha berinovasi dan berkreasi menu makanan dan minuman agar pelanggan tidak bosan.

Selain menu makanan dan minuman yang tiap bulan selalu diupayakan ada yang baru, untuk interior desain kafe juga selalu berubah. Kalau itu, lanjut Iin, selama ini merupakan karya suaminya.

“Kalau yang sering datang ke sini, pasti tau suasananya selalu ada yang berubah,” sebut Iin yang sekitar setahun lalu juga telah membuka kafe Dapur Indiis di Jalan Melanthon Siregar Pematangsiantar.

Pengusaha yang memekerjakan 20 orang karyawan ini termasuk serba bisa di kafe. Sehingga jika ada karyawannya yang tidak masuk, ia langsung bisa menggantikan posisinya.

“Kalau masak, jelas Iin bisa. Platting atau menghias makanan bisa, meracik minuman juga bisa, di kasir apalagi,” sebut perempuan yang untuk menjaga kebugaran tubuhnya mengikuti olahraga Zumba ini.

Menurut Iin, meskipun tidak banyak, paling tidak ia bisa memekerjakan orang-orang di sekitarnya. Untuk memasak, Iin memberi komando dan meracik bumbu sendiri. Sehingga pekerjanya tinggal mengikuti arahan dari dia.

“Termasuk kalau ada menu baru, biasanya Iin yang bikin. Terus semua pegawai Iin minta mencicipi, termasuk suami. Kalau belum ok, dicoba lagi. Kalau semua bilang ok, barulah kita launching,” ujarnya.

Indiis Café buka setiap hari, pukul 11.00 hingga 22.00 WIB. Agar Iin dan keluarganya serta para pekerja, setiap tiga bulan sekali biasanya mereka refreshing ke tempat wisata.

“Pernah ke Brastagi, ke Tuktuk juga. Ini anak-anak udah mulai menagih. Inshaallah dalam waktu dekat kami jalan-jalan. Kalau jalan-jalan, kami ambil hari Senin-Selasa atau Selasa-Rabu. Soalnya kalau weekend, pengunjung ramai,” terang Iin yang mengimpikan memiliki kafe lebih besar yang bersebelahan dengan salon kecantikan.

Karena bagaimanapun, ia tetap ingin meneruskan usaha mertuanya.

“Suatu saat, Iin pasti kembali mengurus usaha mertua. Sayang kan, udah dirintisnya sejak lama dan dari usaha itu mertua menyekolahkan anak-anaknya,” cetus Iin yang berpesan agar anak-anak muda bekerja keras, dan ketika sudah tua tinggal menikmati hasilnya. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close