Lifestyle

Reza Ginting Persatukan Anak Band Underground ‘Metal’

FaseBerita.ID – Dari sekian banyak genre musik, Reza Ginting ‘jatuh hati’ dengan musik underground. Tak sekadar bermusik, bahkan ia mencoba ‘menghidupkan’ kembali komunitas anak band underground dan berupaya mengembangkan scene musik tersebut, terutama di Siantar dan Simalungun.

Pemilik nama lengkap Muhammad Syahreza Ginting ini suka musik underground awalnya dari menonton pargelaran musik tahun 1999. Saat itu, kata Reza, ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sejak itu, ia mulai ikut-ikut dalam grup band.

“Entah mengapa, setiap mendengar musik underground, seperti memicu endhorphin semangat. Apalagi jika didengar pagi-pagi,” tukas pria kelahiran Pematangsiantar, 24 Desember 1986 ini.

Ia terus tergabung dalam sebuah band Black Metal Siantar, bernama Zombie. Hingga kemudian di tahun 2005, grup band-nya mulai vakum. Apalagi, Reza kemudian melanjutkan pendidikannya ke Medan. Ia pun fokus kuliah.

Sekitar enam tahun kemudian, atau di tahun 2011, Reza kembali ke Pematangsiantar. Meski tak ingin lagi naik panggung, namun dia melihat ada sesuatu yang berbeda dengan grup-grup band underground yang ada di Siantar-Simalungun.

“Saya melihat kawan kawan band seperti jalan sendiri-sendiri, nggak pernah lagi berkumpul untuk sharing-sharing. Atau dengan kata lain, nggak kompak lagi seperti dulu,” sebut alumni SMA Negeri 2 Pematangsiantar ini.

Reza pun bertekad menyatukan kembali kawan-kawan anak band. Melalui komunitas Siantar Corpse Grinder yang sudah ada sejak tahun 1998, Reza mengumpulkan kembali rekan-rekannya.

“Dulu itu, belum semua punya handphone, kendaraan pribadi pun nggak ada. Tapi kami bisa berkumpul di basecamp. Setelah hampir tidak ada yang nggak punya handphone, kendaraan pun tersedia, namun waktunya makin tidak ada, malah sendiri-sendiri,” ujarnya, seraya menambahkan jarangnya kawan kawan band berkumpul kemungkinan karena wadah atau event untuk berkarya juga sangat minim.

Kalaupun ada event, lanjut Reza, paling-paling setahun dua kali. Hal tentunya, membuat kreativitas rekan-rekannya yang masih berkeinginan nge-band terkungkung.

Kini, sambung Reza, kawan-kawan anak band sudah mulai sering berkumpul. Apalagi, sudah sering diadakannya event-event.

“Paling tidak, dalam sebulan kami mencoba mengadakan event,” terang Reza, dan mengatakan saat ini ada sembilan grup band underground yang eksis di Siantar-Simalungun.

Apalagi, ternyata ini ada satu perusahaan rokok besar yang peduli dan memiliki program salah satunya memberikan wadah bagi grup-grup band untuk berkarya.

Diakui Reza, masih ada saja masyarakat yang memandang negatif terhadap musik underground. Penyebabnya, dari penampilan para anak band-nya, juga warna musik yang tidak easy listening atau sulit dicerna. Reza sendiri, di awal-awal bermusik, juga sempat ditentang orangtua.

“Ya, kalau misalnya ada yang mengonsumsi minuman keras atau menyalahgunakan narkoba, itu oknum. Bahkan diluar anak band pun, banyak juga yang minum miras dan pakai narkoba,” katanya.

Reza sendiri mempunyai impian menjadikan Kota Pematangsiantar bisa menjadi barometer musik underground di Sumatera Utara (Sumut).

“Meski tidak sebesar Medan, tapi sangat banyak talent-talent musik di kota Pematangsiantar ini,” cetus Reza, yang mengaku ayahnya, almarhum Kusma Erwin Ginting juga pecinta musik.

Kini, Reza memang lebih banyak berada di belakang layar. Ia tidak lagi tampil di panggung, namun menyediakan panggung bagi rekan-rekannya. Lantas, apa yang ia peroleh?

“Lebih ke kepuasan batin. Saya dan kawan kawan senang bisa berkumpul, mungkin hanya dalam event kami dapat berkumpul kembali semua, saling support, kawan-kawan yang masih ngeband bisa berkarya dan berkreativitas. Selain kepuasan, tentunya saya juga bisa mendapat ilmu, dan lebih bermanfaat buat yang lain,” sebut pria yang juga seorang entrepreneur (wiraswasta) ini.

Suami dari Maisyarah ini berharap para pemuda-pemuda di Siantar-Simalungun tetap menunjukkan kreativitas. Jangan pernah berhenti berkarya.

“Mari sama-sama berkarya dan berkreativitas untuk menghasilkan karya yang lebih besar untuk mengembangkan Kota Pematangsiantar kita ini,” ajak Reza. (awa)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close