Lifestyle

Ketahuilah… Keluar Malam Bisa Menurunkan Daya Tahan Tubuh!!

Tuntutan pekerjaan atau memang gaya hidup sering membuat Anda harus sering keluar malam untuk meeting atau hang out dengan teman-teman. Untuk itu Anda perlu tahu cara mencegah masuk angin meski Anda sering keluar malam.

Karena kondisi tubuh yang drop akibat masuk angin bisa mengganggu semua aktivitas Anda.
Lalu bagaimana sih cara mencegah masuk angin meski sering keluar malam?

Masuk Angin Itu Merupakan Gejala
Namun pertama-tama, perlu Anda ketahui bahwa masuk angin tidak dikenal dalam dunia medis. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), keluhan khas masyarakat Indonesia ini sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal.

“Infeksi virus, kondisi tubuh yang berolahraga secara berlebihan, atau sindrom dispepsia atau gangguan pencernaan adalah beberapa di antaranya,” kata dr. Jesslyn.

Penjelasan medis paling mendekati untuk masuk angin kemungkinan adalah sekumpulan flu-like symptoms atau gejala serupa flu. Ini sering kali dirasakan sebagai gejala awal dari infeksi virus (biasanya common cold). Kondisi medis lainnya yang cukup menyerupai masuk angin adalah gangguan pencernaan seperti dispepsia.

“Tidak semua orang punya pengertian yang sama tentang masuk angin. Ada yang menggambarkan masuk angin jika merasa perut kembung, mual, sering serdawa, hingga sebabkan muntah,” ungkap dr. Alberta. Jika memang itu yang dirasakan, dispepsia atau mag bisa jadi penyebabnya.

Ditambahkan oleh dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, bahwa apa yang disebut masuk angin ini juga disebabkan oleh aerofagia. Kondisi ini terjadi akibat “penderita” masuk angin banyak menelan udara selama perjalanan
Kaitan masuk angin dan sering keluar malam.

Banyak dokter yang menyebut bahwa masuk angin adalah gejala kombinasi dari dua masalah kesehatan, yaitu mag dan flu.

Mag adalah gejala akibat peningkatan asam lambung. Keluhan yang bisa timbul antara lain rasa tak nyaman di perut, nyeri ulu hati, perut kembung atau begah, sering serdawa, cepat kenyang saat makan, kadang disertai mual dan muntah, serta nafsu makan turun sehingga berat badan berkurang.

Sedangkan pada flu, gejalanya antara lain: demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, berkeringat, batuk (umumnya kering), lemas, hidung tersumbat, nyeri otot atau pegal-pegal, dan nyeri tenggorokan.

Jika ingin dikaitkan, hubungan antara sering keluar malam dan masuk angin kurang lebih begini: pada malam hari, udara cenderung lebih dingin dan kering.

Saat Anda keluar rumah tanpa perlindungan yang baik, misalnya jaket, maka udara dingin bisa menurunkan daya tahan tubuh.

Ketika daya tahan tubuh menurun, maka virus flu akan mudah menjangkiti Anda. Pelepasan sel-sel radang akibat infeksi virus flu akhirnya membuat lidah terasa pahit dan menurunkan nafsu makan.

Nah, saat nafsu makan menurun, otomatis Anda akan telat makan. Telat makan itulah yang akhirnya menimbulkan gejala dispepsia berupa kembung dan mual. (klikdokter/jpnn)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close