Kuliner

Warung Berkah Haritsa Baby Shop: Makan Gratis, Bayar Pakai Doa

SIANTAR, FaseBerita.ID – Jumat (5/4) pagi, Haritsa Baby Shop di Jalan Adam Malik Kota Pematangsiantar, dipadati warga. Ada yang antre di belakang steling makanan. Ada yang duduk di kursi sambil menikmati makan pagi.

Wajah-wajah bahagia terpancar di sana. Ya, pagi itu, Haritsa Baby Shop sedang membuka Warung Berkah; Makan Gratis, Bayar Pakai Doa. Warga yang hadir didominasi para petugas kebersihan Kecamatan Siantar Barat, juga abang-abang driver online dari Gojek dan Grab.

Ada juga sejumlah warga lainnnya yang kebetulan melintas lalu singgah. Dan, ada juga yang memang sengaja datang karena mengetahui kabar makan gratis tersebut lewat media sosial yang diposting beberapa hari sebelumnya.

“Makanannya enak ya. Gratis lagi,” ucap seorang ibu sambil menyantap ayam goreng.

Agus, pria berbaju merah yang telah selesai sarapan, ketika ditanya tim Haritsa Baby Shop, mengaku senang bisa sarapan gratis di Haritsa. “Semoga kegiatan ini berkah dan menjadi amal jariyah. Dan, berkesinambungan,” sebutnya.

Hal senada disampaikan Fiqih, driver ojek online yang singgah untuk menikmati makan gratis. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat, karena warga jadi bisa makan enak. Juga gratis.

Di sela-sela kegiatan, CEO Haritsa Baby Shop Muhammad Al Haris menyebut, ide awal membuka warung berkah ini karena terinspirasi dari pengusaha-pengusaha di kota-kota lain yang sudah melakukan kegiatan semacam ini.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dari Haritsa Baby Shop, juga donasi dari sejumlah donatur termasuk karyawan kita. Dengan begini, pembagian CSR lebih mengena ke masyarakat Siantar,” sebut Haris, sapaan akrabnya.

Haris menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya juga ingin membangun ikatan emosional dengan warga Pematangsiantar. Sebab, Haritsa Baby Shop bukan hanya mengejar profit. “Untuk Banda Aceh, Haritsa mengeluarkan CSR untuk 100 anak sekolah gratis di Taman Pendidikan Alquran (TPA). Di Siantar, akan kita berlakukan hal serupa. Tapi untuk saat ini, kita masih membuka warung berkah ini,” terang Haris.

Menurut Haris, warung berkah akan dibuka setiap Jumat. Dibuka bergantian. Jumat lalu di Haritsa Baby Shop Medan. Jumat ini di Siantar. Jumat depan di Banda Aceh. Begitu seterusnya. Khusus Ramadan, konsep warung berkah akan diganti dari sarapan pagi gratis menjadi gratis menikmati menu berbuka puasa.

“Oya, saya membuka warung berkah ini tanpa ‘membunuh’ pedagang kecil yang ada di sekitar sini. Haritsa menggunakan jasa warung di sebelah. Haritsa tidak ingin karena ada warung berkah, pemilik warung yang menjadi tetangga kita menjadi sepi pembeli. Haritsa ingin bermanfaat untuk semua,” ucap Haris.

Sekilas Haris bercerita yang membuatnya menitikkan airmata. “Di warung berkah Haritsa, kami membuat aturan untuk makan di tempat gratis sepuasnya.

Cukup bayar pakai doa, tapi gak boleh bungkus. Namun, pagi ini ada seorang nenek meminta kepada tim Haritsa agar diizinkan membungkus dua porsi nasi plus ayam. Kami mempersilahkan nenek itu untuk sarapan sepuasnya, tapi tetap tidak boleh bungkus,” cerita Haris.

Lalu, nenek tersebut menyampaikan alasannya mengapa meminta dibungkus. Dan, alasan nenek tersebut seketika membuat hati tim Haritsa bergetar.

“Dengan suara perlahan, nenek itu bilang, Nak…. nenek tinggal berdua sama kakek. Sudah lama kami tidak makan nasi pakai ayam. Nenek gak tega makan enak sendiri di sini. Nenek ingin makan bersama kakek di rumah. Kakek lagi sakit. Kami pun langsung mempersilahkan sang nenek untuk membungkus sarapan untuk dinikmati bersama suami tercintanya di rumah,” cerita Haris.

Dari nenek tersebut, sambung Haris, tim Haritsa jadi menyadari bahwa kita harus bersyukur jika hari ini kita masih bisa sarapan sebelum bekerja. Sebab, di luar sana masih banyak orang yang sudah bekerja tapi belum mampu membeli sarapan.

“Mari berbagi. Karena kita tidak tahu doa dari hamba Allah yang mana yang membuat kita hidup berkah. Mohon doanya, agar Haritsa Baby Shop menjadi perusahaan yang selalu bermanfaat bagi sesama. Aamiin ya Rabbal Alamiin,” pungkas Haris. (ann)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button