Kolom

Waspada Pemakaian Oains dapat Memicu Gastritis

Gastritis merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dijumpai di klinik penyakit dalam dan kehidupan sehari-hari. Gastritis adalah proses inflamasi pada mukosa dan submukosa lambung atau gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktoriritasi dan infeksi.

 Oleh: DR KATRIN WILENTINA SIAHAAN

Gastritis atau lebih dikenalsebagai maag berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berartiperut/lambungdanitis yang berartiinflamasi/peradangan.

Penyebab terjadinya gastritis adalah terjadinya ketidakseimbangan antara faktor agresif yaitu pepsin dan HCl dengan factor defensive berupa mucus bikarbonat. Penyebab ketidakseimbangan factor agresif-defensif yaitu adanya infeksi bakteri padalambung, konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS), kortikosteroid, dan pola hidup yang buruk.

Apa itu OAINS?

Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) adalah golongan obat yang digunakan untuk mengobati reumatoidartritis, osteoartritis, dan meredakan nyeri.

Walaupun demikian, obat-obatiniternyata mempunyai banyak persamaan dalam efek samping maupun efek terapi. Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) merusak mukosa lambung melalui 2 mekanisme, yaitutopikal dan sistemik. Kerusakan mukosa secara topikal terjadi karena OAINS bersifat lipofilik dan asam, sedangkanefeksistemik OAINS yaitu kerusakan mukosa yang terjadi akibat penurunan produksi prostaglandin secara bermakna.

Obat-obat yang masuk dalam golongan OAINS diantaranya adalah Ibuprofen, Aspirin, Meloxicam, Na-Diclofenac, dan sebagainya yang biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri.

Pengertian Gastritis

Gastritis atau lebih dikenal sebagai maag berasal dari bahasa yunani yaitu gastro, yang berarti perut/lambung dan itis yang berarti inflamasi/peradangan.Gastritis bukan merupakan penyakit tunggal, tetapi terbentuk dari beberapa kondisi yang kesemuanya itu mengakibatkan peradangan pada lambung.

Gastritis dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan antara factor penyebab iritasi lambung atau disebut juga factor agresif (pepsin dan HCl) danfaktordefensif(mukusbikarbonat). Penyebab ketidakseimbangan faktor agresif-defensif tersebut antara lain adanya infeksi Helicobacter pylori yang merupakanpenyebab tersering (30–60%), penggunaanobat-obatan golongan OAINS, obat-obat anti tuberkulosa, kortiko steroid, sertapolahidupdengantingkatstres tinggi, minum kopi, alkoholisme, dan merokok.

Pada beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan terjadinya borok (ulcer) dandapatmeningkatkanresikodarikankerlambung.Akan tetapibagibanyak orang, gastritis bukanlahpenyakit yang seriusdandapatsegeramembaikdenganpengobatan.

Gastritis merupakan gangguan yang sering terjadi dengan karakteristik adanya anorexia, rasa penuh, dan tidak enak pada epigastrium, nausea, muntah.

Hubungan Pemakaian OAINS dengan Gastritis

Penyebab utama kerusakan lambung dan usus dua belas jari akibat penggunaan OAINS  adalah gangguan fisio kimia pertahanan mukosa lambung dan inhibisis istemik terhadap pelindung mukosa lambung melalui inhibisi aktivitas cyclooxygenase (COX) mukosa lambung.

Obat anti inflamasinonsteroid(OAINS) dapat menghambat sintesis prostaglandin (PG) yang merupakan mediator inflamasi dan mengakibatkan berkurangnya tanda inflamasi.

Nyeri merupakan pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenngkan dimana berhubungan dengan kerusakan jaringan atau potensialterjadi kerusakan jaringan. Nyeri dapat dirasakan karena banyaknya pelepasan mediator nyeri salah satunya prostaglandin. Prostaglandin merupakan hasil bentukan dari asam arakhidonat dengan bantuan enzim siklooksigenase yang berperan dalam proses inflamasi, edema, rasa nyeri local dan kemerahan (eritemalokal).

Meskipun demikian, prostaglandin khususnya prostaglandin E sebenarnyamerupakanzat yang bersifat protector untuk mukosa saluran cerna atas. Hambatan sintesis PG akan mengurangi ketahanan mukosa, dengan efek berupa lesiakut mucosa lambung dengan bentuk ringan sampai berat.

Obatan tiinflamasi non-steroid merusak mukosa lambung melalui 2 mekanis meutama yaitu topikal dan sistemik. Kerusakan mukosa secara topical terjadi karena OAINS bersifat lipofilik dan asam, sehingga mempermudah trapping ion hydrogen masuk mukosa dan menimbulkan ulserasi. Efeksistemik OAINS lebih penting yaitu kerusakan mukosa lambung terjadi akibat produksi prostaglandin yang  menurun.

Prostag landin merupakan substansi sitoproteksi yang sangat penting bagi mukosa lambung. Sitoproteksi itu dilakukan dengan cara menjaga aliran darah pada mukosa serta meningkatkan sekresi mukosadan ion bikarbonat. Prostaglandin memperkuat sawar mukosa lambung dengan cara meningkatkan kadar fosfolipid mukosa lambung, sehingga hidrofobisitas permukaan mukosa meningkat, selanjutnya akan mengurangi difusibalik ion hidrogen. Manifestasi klinis gastritis bervariasi dari tanpa gejala, gejala ringan dengan manifestasi tersering yaitu heartburn, dispepsia, abdominal discomfortdan nausea, hingga gejala berat seperti tukak peptik, perdarahan, danperforasi. Manifestasi klinis lain yang biasa dirasakan pasien adalah mengalami gangguan pada saluran pencernaan atas berupa nafsu makan menurun, perut kembung dan perasaan penuh di perut, muntah, mual dan bersendawa. Jika terdapat pendarahan aktif, dapat terjadi hematemesis dan melena.

Sebagai konsekuensi inhibitor COX, sintesis leukotrien mengalami peningkatan melalui perubahan metabolis mearakidonatke 5-lipoxygenase (5-LOX0). Leukotrien terlibat dalam proses kerusakan mukosa lambung karena menyebabkan inflamasi dan iskemik jaringan. Meningkatnya ekspresi molekul adhesi seperti intercellular adhesion molecule oleh mediator-mediator proinflamasi menyebabkan aktivasi neutrofil-endotelial. Perlekatan neutrofil tersebut berkaitan dengan patogenesis kerusakan mukosa lambung melalui dua mekanisme utama, yaitu oklusi mikrovaskular lambung oleh mikro trombus yang menyebabkan penurunan aliran darah lambung dan iskemik sel serta peningkatan pelepasan radikal oksigen. Radikal bebas tersebut bereaksi dengan asam lemak tak jenuh mukosa lambung dan menyebabkan peroksidasi lemak serta kerusakan jaringan pada lambung.

 Kesimpulan dan saran

OAINS memiliki efek samping yang menyebabkan gastritis, terutama jika tidak dikonsumsi secara tepat.

Pada umumnya, OAINS tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki umur di bawah 16 tahun dan di atas umur 65 tahun, serta pemakaiannya sangat tidak dianjurkan untuk orang yang mengidap penyakit lambung, hamil dan memiliki alergi terhadap OAINS.

Oleh karena itu, agar kita dapat mengonsumsi OAINS dengan aman, sebaiknya OAINS diminum ketika sudah dikonsultasikan dengan dokter, terutama bila memiliki riwayat gastritis, sehingga dapat diberikan dosis yang tepat dan aman bagi tubuh. (*)

Penulis adalah dokter umum di RSUD Kabupaten Kepulauan Mentawai. Dan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia.



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker