Kolom

Upaya Membangun Kepedulian Tangani Covid-19 dari Rumah

Oleh: Eva Pasaribu

Dari rumah ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Bisa dikatakan rumah merupakan wadah untuk memperoleh pendidikan. Dirumah ada keluarga sebagai lembaga terkecil dalam hidup berbangsa dan bernegara. Keluarga memberi penguatan dan prakteknya dilakukan di rumah. Ditengan Covid-19 keluarga diminta melaksanakan stay at home, work from home, learning from home, social distancing, physical distancing dan membiasakan hidup sehat serta rajin berolahraga.

Kepedulian menangani Covid-19 harus dimulai dari keluarga. Ditengah situasi saat ini kita kembali diingatkan akan fungsi rumah sebagai wadah awal mula memperoleh pendidikan atau pembelajaran sebagai wujud nyata cinta kehidupan. Artinya kita belajar dalam kehidupan, mengerti hidup, memaknai hidup dan mencintai kehidupan.

Pertama sekali orangtua dan anak harus mengerti tujuan utama pendidikan dan pengajaran supaya dilakukan bersama-sama. Istilah Long Life Education artinya pendidikan dimulai dari kecil, sepanjang hidup dan bagi semua orang tanpa ada kesenjangan umur atau pendidikan.

Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Oleh karena itu, dapat disimpulkanbahwa tujuan utama pendidikan dan pembelajaran adalah membentuk manusia semakin dewasa dan dapat diandalkan. Tuntuta dibangku sekolah bukan hanya sebatas tentang ilmu pengetahuan tetapi membentuk kebiasaan yang benar, karakter unggul, dan bijaksana. Manusia memaknai hidup untuk mencintai hidupnya, cinta pada keluarga, lingkungan, dan Negara.

Tercipta rasa kenyamanan selama berada di rumah harus diciptakan. Salah satunya adalah dengan memperhatikan kebersihan di sekitar rumah. Hal ini dapat membuat anggota keluarga betah tinggal di dalam rumah. Kita harus memperhatikan dan memperlengkapi alat dan peralatan yang sederhana yang mendukung belajar seperti meja belajar, papan tulis bahkan adanya pekarangan dan variasi tanaman seperti bunga. Tujuanya tak lain adalah untuk menambah keasrian dan kesejukan rumah.

Pemahaman tentang rumah juga harus kita buka lebih luas, rumah bukanlah hanya untuk tempat berdiam diri, makan, tidur apalagi di situasi pandemi Covid-19. Dari rumah ada banyak hal yang kita lakukan. Situasi ini kembali mengingatkan kita betapa rumah menjadi tempat yang paling nyaman melakukan pekerjaan apapun. Mulai dari belajar, bekerja dan menciptakan bisnis-bisnis baru secara daring.

Saat ini, kita diajari situasi dan menerapkan belajar dan beraktivitas di rumah. Belajar dirumah untuk bekal di masa depan. Maka dari itu dibutuhkan kemauan untuk melakukan aktivitas dari rumah dengan sungguh. Bukan sekedar menaati anjuran pemerintah dan berdiam. Anak sekolah yang saat ini diminta untuk belajar dari rumah juga akan melibatkan orangtua. Penggunaan tehnologi juga menjadi penting. Karena itu, komitmen menangani secara bersama untuk Covid-19 harus dilakukan dengan kesadaran tinggi.

Presiden Jokowi mengingat kita kembali tentang makna gotong royong, maka ini bisa menjadi rumus yang harus terus digunakan dalam upaya pemutusan rantai Covid-19. Keluarga yang hidup bergotong royong di dalam rumah adalah bersama-sama mengerjakan pekerjaan rumah.

Contoh yang sangat sederhana adalah dengan menerapkan pembagian tugas dirumah. Seperti ibu memasak, ayah membersihkan rumah dan anak-anak mencuci piring dan pakaian. Ayah dan ibu mengajari, mengawasi bahkan memberikan kasih sayang kepada anaknya yang sedang belajar.

Saat ini, pemerintah memberikan dukungan belajar dirumah dengan program TVRI tentang bahan pembelajarn materi anak SD sampai di tingkat SMA sederajat. Sebagai orangtua sebagai pengingat waktu untuk mendampinggi anaknya menonton sambil belajar. Jadi, pendidikan itu harus dirasakan oleh setiap anggota keluarga di keluarga.

Dari rumah juga kita bisa belajar nilai agama dan Pancasila oleh setiap anggota keluarga. Dengan melakukan diskusi ringan setelah makan bersama. Ini dapat mendekatkan antara anggota keluarga. Hal ini sekaligus, mengajarkan anak mengemukakan pendapat. Dari rumah kita dapat juga mengaplikasin cuci tangan di rumah sebelum dan sesudah keluar rumah lebih baik dalam memutus rantai penularan Covid-19.

Situasi saat ini juga kembali mengingatkan kita bahwa bukan hanya tim medis sebagai garda terdepan dalam memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Kerjsama kita seluruh lapisan masyarakat. Anjuran pemerintah harus dilakukan bersama dan dengan semangat gotong royong, sehingga pandemi ini bisa kita lalui dengan angka kasus yang tidak terlalu besar. Kesadaran bersama, kegiatan dilakukan dari rumah dengan memperhatikan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan. Kita harus bersama-sama menghargai kehidupan berarti bersama memutus mata rantai Covid-19. Pemahaman ini musti diberikan kepada seluruh anggota keluarga dan dilakukan dengan kesadaran bersama.

Diharapkan, nilai-nilai yang dihidupi dalam keluarga menjadikan pengalaman langsung (personal). Keluarga mendorong untuk melakukan terus menerus. Perilaku yang dilakukan terus menerus akan membentuk kebiasaan (habit). Kebiasaan baik yang ditonjolkan dari keluarga akan diulanggi anak-anak pada berbagai situasi dan kondisi menjadikan anak-anak memiliki karakter unggul dan berdaya saing yaitu sifat yang menonjol akan melekat pada individu. Rumah menjadi kunci pembentukan karakter. Maka mari belajar dan menerapkannya mulai dalam lingkungan keluarga.

Penulis Dosen Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar