Kolom

Strategi Peningkatan Kinerja ASN Melalui Merit Sistem Berbasis Manajemen Kerja

Oleh :Jamesrin Saragih SPd MSi

PERGESERAN paradigma penyelenggaraan pemerintahan dari “rule government” menjadi “good governance” atau “from government to governance”, dari sentralistik ke desentralistis, maka perlu disikapi dan diimbangi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang memiliki kompetensi yang memadai dan sesuai dengan tuntutan tugas.

Keberadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki posisi yang sangat strategis, karena lancar tidaknya, baik buruknya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sangat tergantung kepada kompetensi yang dimiliki dan dikuasai oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara.

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Simalungun telah menindaklanjuti Peraturan tersebut dengan menerbitkan Peraturan Bupati Simalungun Nomor 20 tahun 2020 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Peraturan Bupati ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi penempatan Pegawai Negeri Sipil pada jabatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah sesuai standar kompetensi yang dibakukan.

Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. Dalam menyelenggarakan manajemen aparatur sipil negara berbasis sistem merit, ada 3 (tiga) tahapan yang harus dilaksanakan yaitu :

  1. Pemutakhiran Data Dosir Kepegawaian

Dosir adalah Himpunan arsip dari seorang pegawai yang disusun secara kronologis yang menginformasikan data seorang Aparatur Sipil Negara dengan benar, lengkap dan akurat. Sehinggga data Dosir menggambarkan informasi dari seorang Aparatur Sipil Negara baik yang dapat disajikan dengan mudah, cepat dan tepat.

Pada saat ini Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Simalungun sedang dalam tahap akhir pemutakhiran data dosir Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Simalungun.

  1. Standar Kompetensi Jabatan

Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Standar Kompetensi ASN adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan seorang Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas jabatan. Ada 3 hal dalam Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara yaitu :

II.1.  Identitas jabatan

Identitas jabatan paling sedikit terdiri atas: Nama jabatan,Uraian/ihtisar jabatan, Kode jabatan.

II.2. Kompetensi Jabatan

a. Kompetensi Teknis

Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.

b. Kompetensi Manajerial

Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi. Kompetensi Manajerial meliputi : Integritas, Kerjasama, Komunikasi, Orientasi pada hasil, Pelayanan publik, Pengembangan diri dan orang lain, Mengelola perubahan dan Pengambilan keputusan.

c. Kompetensi Sosial Kultural

Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi dan jabatan.

II.3. Persyaratan Jabatan

Persyaratan jabatan paling sedikit terdiri atas: Pangkat,Kualifikasi pendidikan,Jenis pelatihan, Ukuran kinerja jabatan dan Pengalaman kerja.

III. Analisa Beban Kerja

Analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang pegawai, atau dapat pula dikemukakan bahwa analisis beban kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja  yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan beban kerja dalam waktu tertentu.

Standar Kompetensi Jabatan ASN memiliki beragam manfaat yang akan mendukung peningkatan kinerja instansi pemerintahan sebagai sebuah organisasi.

Ada 7 (tujuh) manfaat Standar Kompetensi Jabatan ASN yaitu: Perencanaan Aparatur Sipil Negara, Pengadaan Aparatur Sipil Negara, Pengembangan Karier Aparatur Sipil Negara, Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Penempatan Aparatur Sipil Negara, Promosi dan/Atau Mutasi Aparatur Sipil Negara, Uji Kompetensi Aparatur Sipil Negara, Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara, dan Kelompok Rencana Suksesi (Talent Pool) Aparatur Sipil Negara.

Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Simalungun akan berupaya secara maksimal untuk menerapkan Merit Sistem Berbasis Manajemen Kerja (Mesra Manja) dengan menempatkan jabatan PNS sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,dalam artian matching antara Kompetensi Pribadi dengan Standar Kompetensi Jabatan yang ada, maka efek yang nyata ada pada peningkatan profesionalitas dan peningkatan pelayanan publik di Bumi Habonaron do Bona.(**)

Penulis Adalah Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Simalungun.



Pascasarjana

Unefa
Back to top button