Kolom

Pilkada Sibolga, Indeks Kategori Rawan hingga Partisipasi Pemilih yang Melebihi Target Pemerintah

Oleh Dzulfadli Tambunan

Hiruk pikuk parhelatan Pilkada Kota Sibolga 2020 usai sudah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga, telah mengumumkan pasangan H Jamaluddin Pohan-Pantas Maruba Lumbantobing sebagai pemenang Pilkada Sibolga 2020. Sebagai pemenang, pasangan yang diusung koalisi partai NasDem, Perindo, Gerindra, Demokrat, dan PKS ini memperoleh 27.494 suara (53,6 persen).

Menyusul di belakangnya, pasangan Bahdin Nur Tanjung-Edi Polo Sitanggang 26,9 persen. Jagoan partai Golkar dan PDI Perjuangan ini meraih 13.848 suara. Pasangan perseorangan, Ahmad Sulhan Sitompul-Edward Siahaan berada di urutan ketiga dengan perolehan suara sebanyak 9.985 (19,5 persen).

Penyelenggaraan Pilkada 2020 menyelipkan beberapa fenomena menarik yang layak dikaji lebih jauh. Mulai dari debat kandidat, vis misi, hingga perang hoaks dan propaganda akun-akun siluman di media sosial. Tingkat partisipasi pemilih juga menjadi hal yang patut di kaji ditengah pelaksanaan tahapan Pilkada yang dihantui pandemi Covid-19. Pilkada di tengah pandemi dan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, menjadi tantangan tersendiri.

Berdasarkan data yang dirilis KPU Kota Sibolga, dibandingkan dengan Pilkada 2015, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 2020 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Jika pada Pilkada 2015 tingkat partisipasi pemilih hanya sekitar 71,3 persen, untuk Pilkada 2020 partisipasi pemilih mencapai 79,8 persen. Selamat !! Partisipasi pemilih yang ditargetkan Pemerintah sebesar 77,5 persen terlampaui.

“Ada sekitar 79,8 persen pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Sibolga yang telah datang ke TPS dan memberikan hak pilihnya pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu,” kata Komisioner KPU Sibolga, Salmon Tambunan, melalui pesan tertulis, Jum’at (18/12/2020).

Tidak hanya itu, pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang berlangsung aman, lancar, damai dan terkendali, patut diapresiasi. Tahapan demi tahapan pesta pemilihan kepala daerah lima tahunan ini berjalan dengan kondusif. Indeks kategori rawan yang disematkan kepada kota berbilang kaum ini sirna, berkat kesiapan dan kesigapan seluruh penyelenggara Pilkada dan stakeholder semua lini yang selalu mendukung.

Apresiasi juga buat masyarakat Kota Sibolga yang telah menggunakan hak pilihnya. Masyarakat Sibolga sudah semakin faham bahwa menggunakan hak pilih bagian dari wujud tanggungjawab dalam bernegara. Hal ini dibuktikan dengan angka golput yang tidak lebih dari 13.354 orang (20,2 persen). Jika dibandingkan dengan Pilkada Medan 2020, masyarakat Sibolga layak untuk membusungkan dada. Walau menang, Bobby Nasution-Aulia Rachma yang memperoleh 393.327 suara, masih kalah dari angka golput yang mencapai 886.964 orang (54,22 persen dari 1.635.846 total pemilih).

Pilkada Sibolga 2020 simakin indah dengan hadirnya saksi seluruh kompetitor pada acara rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara. Tidak harus menang, saksi baru dihadirkan di pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara. Menang atau kalah di dalam berdemokrasi adalah suatu ujian menjaga amanah masyarakat atau bangsa. Yang belum beruntung bukan suatu kekalahan, tapi adalah keberhasilan yang tertunda.

Tidak mau tanggung-tanggung dalam bekerja, KPU Sibolga juga menjamin transparansi keterbukaan informasi dalam pelaksanaan Pilkada. Mereka sadar, transparansi merupakan salah satu indikator utama penentu kualitas pelaksanaan pemilu. KPU Sibolga memaksimalkan kemajuan teknologi untuk mempercepat informasi seputar Pilkada. Untuk mengetahui hasil Pilkada dengan cepat, KPU menyediakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang dapat diakses melalui tautan pilkada2020.kpu.go.id.

Tanpa mengesampingkan adanya pelanggaran-pelanggaran kecil yang selalu akrab dengan sebuah kompetisi, tidaklah hal yang berlebihan jika acungan jempol layak ditujukan kepada KPU Kota Sibolga, yang telah bersusah payah mewujudkan Pilkada yang berkualitas. KPU Sibolga dan jajarannya telah mencurahkan waktu, tenaga dan pemikiran, agar bagaimana Pilkada Sibolga 2020 dapat memenuhi prinsip free and fair election. Seluruh tahapan pilkada dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip demokrasi, transpransi, integritas, akuntabilitas, dan profesionalitas.

Akhir kata, terima kasih kepada KPU, Bawaslu, PPK, PPS, dan KPPS, dan Sirekap KPU Sibolga dapat diakses masyarakat lebih cepat. Memilih pemimpin bagian dari cara menjaga eksistensi kepemimpinan, untuk mewujudkan kemaslahatan ummat. Terbersit sebuah harapan, Pilkada Sibolga akan melahirkan pemimpin yang amanah dan mampu memajukan daerah serta mensejahterakan masyarakat Kota Sibolga. (***)

iklan usi