Kolom

Empat Strategi Pelaku Usaha Panggelong Bersaing di Pasar Nasional dan Internasional

Zalal Bakti Pane B.eng

Berkunjung ke Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, sayang jika harus melewatkan oleh–oleh panggelong, makanan khas Sipirok yang bertekstur manis dan berwarna coklat kemerahan.

Makanan yang awalnya diproduksi secara musiman oleh warga setempat, kini menjadi salah satu daya tarik yang membuat panggelong dirindukan dan dicari masyarakat. Khususnya saat para perantau pulang kampung. Panggelong menjadi makanan yang sering dicari oleh mereka.

Pada awalnya panggelong bisa ditemui di hari tertentu saja, yakni Senin dan Kamis. Dalam perkembangan bisnisnya, sekarang panggelong sudah bisa ditemui di hari biasa. Namun hanya di tempat – tempat tertentu dan jumlah yang masih terbatas.

Seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan panggelong akan menjadi salah satu produk yang berpeluang besar dapat menembus pasar nasional maupun internasional maka untuk mewujudkan itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pelaku usaha panggelong.

Pertama, mempertahankan keunikan rasa. Sebab, rasa manis dengan baluran gula merah menjadi cita rasa yang unik yang tidak bisa ditemukan pada makanan lainnya. Proses pembuatan yang masih tradisional juga menjadi ciri dan keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik untuk dapat bersaing di pangsa pasar nasional maupun internasional.

Kedua melakukan inovasi. Perlu inovasi untuk memenuhi tuntutan dan keinginan pelanggan, seperti menambahankan variasi bentuk pada panggelong yang mana saat ini umumnya panggelong berbentuk bulat.

Dengan melakukan inovasi seperti membuat bentuk yang unik akan menjadi daya tarik sendiri bagi konsumen, selain inovasi bentuk panggelong pelaku usaha juga bisa berinovasi pada packaging atau kemasan. Pengemasan pangelong saat ini masih sangat tradisional dengan menggunakan daun “sikkut” maka dengan membuat inovasi kemasana seperti kemasan dari plastik atau kardus dengan variasi warna dan gambar akan membuat panggelong lebih menarik dan lebih tahan jika dibawa untuk perjalanan jauh.

Ketiga, promosi melalui Platform Digital. Di masa digital seperti saat ini sangat mudah sekali dalam melakukan promosi maupun pemasaran produk. Bermodalkan smartphone bisa menjual produk dengan cepat dan jangkauan luas hingga berbagai daerah tanpa mengeluarkan dana besar untuk promosi.

Dengan promosi menggunakan platform digital panggelong dapat menjangkau daerah daerah perantau seperti pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan lain lain, sehingga akan menambah kesempatan panggelong dikenal oleh masyarakat luas di luar Sipirok bahkan membuka kemungkinan jangkauan Internasional.

Keempat, distribusi yang efektif atau pilihan pengantaran. Di era modern ini, konsumen ingin semua serba instant dan cepat maka perlu menerapkan pengantaran agar pelanggan lebih dimudahkan dalam hal pemesanan. Dengan begitu pelanggan tidak perlu lagi datang secara langsung ke tempat pelaku usaha panggelong.

Pelanggan hanya pesan satu order dari rumah maka panggelong akan diantarkan sampai ke rumah, sehingga pelanggan akan merasa puas dan tidak menghabiskan waktu untuk datang langsung ke tempat penjualan panggelong.

Dalam melakukan sebuah strategi pemasaran panggelong yang harus diperhatikan agar usaha panggelong berjalan dengan lancar yaitu dengan cara memerhatikan sistem pengantarannya. Dengan adanya sistem pengantaran yang baik maka hal tersebut akan menambah kepuasan pelanggan.

Itulah sedikitnya empat strategi yang dapat diterapkan pelaku usaha panggelong untuk dapat menembus dan bersaing di pasar Nasional maupun Internasional. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Mba- Tech di President University dan Production Planning Control di PT Mitsubishi Motors Indonesia.

iklan usi



Back to top button