Entertainment

Yanti Sihombing: Fotografer Penerus Profesi Ayah

 

SIANTAR, Fase Berita.ID – Tak sedikit anak yang mengikuti profesi orangtuanya. Salah satunya Yanti Sihombing. Dari enam bersaudara, hanya dia yang mengikuti jejak ayahnya, almarhum Manosor Sihombing, menjadi fotografer.

Tak dipungkiri, sejak kecil, anak keempat dari enam bersaudara ini sudah akrab dengan kamera dan fotografi. Meskipun hingga duduk di bangku SMA ia tak pernah terpikir menjadi seorang fotografer, namun akhirnya Yanti menekuni profesi tersebut.

“Dulu, bapak masih pakai kamera analog yang menggunakan roll film. Sejak kecil saya sudah diajari menggunakannya. Bahkan waktu saya mulai bekerja sebagai fotografer masih pakai kamera bapak,” terang alumni jurusan manajemen Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Tunas Bangsa Pematangsiantar ini.

Awalnya, Yanti bekerja pada ayahnya. Ia mulai memfoto acara ulang tahun anak-anak. Hingga kemudian, menjelang lulus kuliah, mulai banyak job yang diperolehnya, dan membuatnya memutuskan menjadikan fotografer sebagai profesi.

Mengikuti perkembangan zaman, lulusan SMA Methodist Pematangsiantar ini nekat membeli kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR) dengan cara kredit. Yanti belajar otodidak. Setelah memiliki kamera DSLR, Yanti mulai menerima job untuk foto prewedding teman-temannya.

Selain itu, ia bergabung di Toba Photografer Club (TPC). Di komunitas itulah Yanti banyak belajar tentang fotografi dari teman-teman sesama fotografer serta mengikuti hunting foto.

“Juga kan sering ada pelatihan dengan mendatangkan fotografer terkenal,” tukas gadis yang di tahun 2012 lalu membuka usaha Biccanlazz Fotografi.

Kini, hari-hari cewek yang sempat bercita-cita menjadi arkeolog ini dipenuhi dengan fotografi. Tak jarang, dalam sehari Yanti bisa memeroleh tiga job di lokasi berbeda. Jika banyak job, Yanti membagi dengan teman-teman yang menjadi timnya.

“Saya punya alat untuk foto dan video sebanyak dua set. Kalau ada tiga job, biasanya saya panggil ke teman yang memang sudah punya alat,” ujar Yanti yang juga bekerja sama dengan salah satu studio foto besar di Pematangsiantar.

“Mereka (studio foto) nggak punya tim fotografer untuk di lapangan. Kalau ada klien, biasanya mereka panggil saya. Jadi saya dan tim yang meng-handle. Kalau harga, tergantung kesepakatan kami,” terang Yanti yang menerima job hingga ke luar Kota Pematangsiantar, seperti Balige, Samosir, Kotapinang, Kutacane, dan lainnya.

Jika mendapat job di luar kota, tak jarang Yanti dan tim tidur di mobil. Sebab di dekat lokasi acara tidak selalu ada hotel atau penginapan. Memang disediakan tempat untuk tidur, namun biasanya di rumah keluarga pemilik acara.

“Nggak nyaman karena kan ramai. Padahal kami harus tidur nyenyak karena besoknya pagi-pagi harus fit dan kerja seharian,” kaya Yanti yang jika tidak ada job, biasanya berada di depan komputer untuk editing foto dan video, bahkan terpaksa begadang hingga pukul 04.00 WIB.

“Saya edit sendiri foto dan video. Kadang ada sepupu yang bantu, tapi dia masih kuliah dan sering sibuk. Padahal klien selalu mau cepat selesai. Belum lagi, ada saja klien yang minta foto dan video langsung selesai sehari setelah acara,” tambah Yanti yang kadang mendapat job yang selesai acaranya hingga pukul 20.30 WIB.

 

Diakui perempuan yang lahir 25 Juli ini, terkadang ia merasakan jenuh dengan pekerjaannya. Jika sudah sampai ke titik itu, tanpa ragu Yanti meninggalkan pekerjaan untuk beberapa saat.

“Biasanya saya liburan ke luar kota selama beberapa hari. Setelah refresh, saya pulang ke Siantar dan kembali bekerja,” tandas Yanti yang kini tinggal dengan ibunya, Nurma Sinaga, di Jalan Pendeta J Wismar Saragih Pematangsiantar.

Yanti pun tak ingin selamanya langsung turun ke lapangan. Ia ingin segera memiliki studio foto sendiri dan dilengkapi tim yang kuat.

“Ya, pelan-pelan. Untuk pertama, tempat yang kecil aja pun jadilah,” tukas Yanti yang turun langsung memfoto saat pesta pernikahan kakak dan dua abangnya. (awa/fe)

 

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close