Ekonomi

Usai PSBB Dilonggarkan Permintaan Mobil Bekas Merangkak Naik

FaseBerita.ID – Kelaziman baru menumbuhkan kinerja penjualan otomotif. Meskipun angka penjualan belum tereskalasi ke level normal, trennya positif. Hal yang sama berlaku pada penjualan roda empat alias mobil bekas (mobkas). Selepas pembatasan sosial berskala besar (PSBB), permintaan mobkas naik 20?30 persen.

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta Herjanto Kosasih menyebutkan, dua bulan sejak berlakunya PSBB, nyaris tidak ada penjualan mobkas sama sekali. Itu membuat para penjual mobkas menjerit. “Tetapi, sekarang sudah mulai bergerak naik,” ujarnya Senin  (20/7).

Kendati demikian, permintaan mobkas masih terbatas pada segmen yang populer. Misalnya, low multipurpose vehicle (LMPV) seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Honda Mobilio. Pendapatan penjual mobkas tergerus karena kunjungan ke showroom turun drastis.

Di lain pihak, Operation Manager BMW Astra Teguh Widodo menyatakan bahwa penjualan mobkas merek Eropa tersebut hanya turun tajam pada awal pandemi Covid-19. “Sekarang sudah balik normal,” ucapnya.

Sementara itu, penjualan mobkas di Jawa Timur (Jatim) masih lesu sampai sekarang. Namun, para pengusaha berharap kinerjanya membaik pada semester II ini. Owner Diler Mobkas SS Mobil 21 Sugeng Sumarsono mengungkapkan bahwa kondisi terparah terjadi pada April dan Mei.

“Selain karena pergerakan masyarakat dibatasi, mereka kaget persebaran virus korona ini begitu cepat. Pasar sangat lesu,” katanya Senin (20/7). Untuk menggairahkan pasar, dia memberikan diskon sekitar 10 persen. Sejak pandemi sampai sekarang, penjualan mobkas turun sampai 40 persen. (JP)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button