Ekonomi

Tingkatkan Pendapatan, Petani di Madina Butuh Traktor Mini

FaseBerita.ID – Petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sangat membutuhkan bantuan berupa alat mesin pertanian seperti Kultivator jenis Mini Tiller atau traktor mini.

Salah seorang petani Azwar, warga Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat kepada wartawan Rabu (8/4), mengatakan saat ini ia bersama rekan-rekannya dari kolompok tani Prima Jaya di Runding sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk memproleh Kultivator Mini Tiller.

Alat ini, kata Azwar berguna untuk penggemburan tanah secara efektif dan efesien. Dengan adanya alat ini klaim Azwar juga nantinya bakal menambah pendapatan mereka para petani.

Dijelaskannya, Kultivator jenis Mini Tiller biasanya digunakan pada lahan yang kering. Seperti, untuk tanaman Plawijaya dan Kholtilkultura. Misalnya, tanaman bawang merah, pepaya, cabe dan tanaman yang sejenis lainnya.
Sementara, untuk sistem kerjanya diketahui dapat dengan mudah mencacah tanah agar menjadi bagian-bagian kecil sehingga struktur tanah juga menjadi lebih gembur.

“Alat itu (Minitiler) juga dapat digunakan dalam pembuatan guludan (bedengan) dan paret di lahan pertanian,” ujar Azwar saat ditemui di lahan kebun pepaya-nya Rabu (8/4) pagi.

Azwar menyampaikan, saat ini para petani dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Madina sangat membutuhkan alat tersebut.

“Kalau saat ini yang sangat kami butuhkan dan harapkan kepada pemerintah adalah alat itu. Sebab, dengan lahan yang terbilang cukup luas kalau secara manual pengelohannya kami lakukan rasanya sangat melelahkan juga hasilnya kurang memuaskan dan kurang efektif. Kami sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madina, Siar Nasution yang di konfirmasi mengatakan, usulan para petani itu sangat bagus dalam hal meningkatkan pertanian dan kesejahteraan para petani di daerah Kabupaten Madina.

Namun, kata Siar, anggaran yang ada di Dinas pertanian saat ini masih terbatas dan memang tidak ada diperuntukkan untuk pengadaan alat tersebut. Kendati pun demikian, ia berjanji akan mengusulkan pengadaan alat mesin yang diharapkan petani itu kepada DPRD setempat.

“Nanti, kita dari Dinas Pertanian akan membicarakan permintaan petani itu ke DPRD,” kata Siar yang ditemui di ruangannya. Rabu (8/4).

Siar mengaku, pihaknya yang tejun melakukan penyuluhan juga sudah banyak menerima keluhan dari para petani yang meminta bantuan alat tersebut.

“Kelompok tani dari desa Kecamatan Siabu juga sudah datang ke ruangan saya beberapa hari yang lalu. Mereka minta dan berharap alat itu. Namun, saya jelaskan dan bilang kalau anggaran kita sangat terbatas. Namun, begitu saya akan coba usahakan mengajukan ini ke DPRD,” sebut Siar. (Mag 01)

USI