Ekonomi

Terdampak Virus Corona Pengrajin Ulos Terpuruk

FaseBerita.ID – Salah satu sektor usaha yang terkena dampak wabah virus corona adalah para penenun ulos. Selain harganya turun drastis, pihak agen juga tidak ada lagi yang menampung barang.

Sebagaimana diketahui, di Kota Pematangsiantar ada ratusan warga yang menggantung hidupnya dari tenunan ulos. Namun karena kegiatan pesta adat khususnya pesta pernikahan sudah tidak ada lagi membuat pesanan ulos tidak ada.

Bahkan penggunaan ulos acara duka di kalangan orang batak juga sudah berkurang drastis, lantaran kegiatan acara adat sudah dibatasi.

Mak Rahel (30) adalah salah satu dari ratusan orang pengrajin ulos yang mengeluh atas kondisi virus corona ini. Mak Rahel yang tinggal di Jalan Dalil Tani Unjung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, mengaku bahwa hasil tenun satu-satunya sumber penghasilannya selama ini.

“Tujuh tahun lebihlah kami sudah bertenun. Sebelumnya dari tenun ini sudah bisa menghidupi keluarga. Tapi sekarang sudah anjlok, sebab ulos sudah tidak laku lagi. Makanya kami sudah bingung untuk makan sehari-hari,” katanya.

“Dulu harga ulos itu lumayan. Misal Ulos Angkola Si Tuju harganya mencapai Rp50 ribu, Angkola Si Lima Rp 32 ribu, Tikar-Tikar Rp24 ribu. Tetapi sekarang harga ulos drastis menurun bahkan sudah tidak dibeli lagi oleh toke dipasaran,” keluh Mak Rahel.

Ia pun berharap kepada pemerintah supaya memperhatikan para pengrajin ulos yang kesulitan untuk biaya sehari-hari.

Terpisah, Boru Sibarani (35), salah seorang penampung atau agen ulos di Pasar Horas mengakui bahwa permintaan ulos sudah tidak ada lagi dipasaran.

“Dah sepi kali lah. Tidak ada lagi pembeli, makanya terkadang aku tidak jualan. Alhasil kita pun tidak dapat membeli lagi ulos dari para penenun tradisional. Gimana mau dibeli yang sudah ada saja tidak laku,” ujar Boru Sibarani. (Mag-03)