Ekonomi

Tekan Impor Nikotin Cair, Industri Janji Serap Tembakau Lokal

FaseBerita.ID – Industri rokok elektrik di Indonesia akan mulai menyerap tembakau dalam negeri. Tembakau tersebut akan diekstraksi menjadi nikotin cair untuk cairan atau liquid rokok elektrik.

Langkah yang dilakukan ini dipercaya bisa menjawab keluhan petani tembakau di tengah cukai rokok yang naik. Cukai rokok naik yang berimbas pada naiknya harga dianggap bisa menurunkan konsumsi yang pada akhirnya penyerapan tembakau pun turun.

Produk Hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) yang beredar di pasaran seperti rokok elektrik (liquid vape), produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product), snus, dan nikotin tempel mengandung nikotin yang berasal dari tanaman tembakau.

Ketua Bidang Produksi Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Eko Prio mengatakan, industri vape akan mulai menyerap tembakau petani lokal.

“Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan petani tembakau dan industri lain untuk mengekstraksi tembakau lokal menjadi nikotin cair. Dengan begitu, para pengusaha rokok elektrik di Indonesia dapat menekan impor nikotin cair dan meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri,” kata Eko dalam keterangannya, Rabu (8/1).

Eko mengatakan, industri rokok elektrik selama ini mengimpor nikotin cair dari India dan China. Dia berharap dengan mengekstraksi tembakau lokal, produk impor bisa ditekan.

“Kami berharap, nikotin cair yang berasal dari ekstraksi tembakau lokal ini ke depan bisa meningkat dan mengalahkan produk nikotin cair yang selama ini impor dari China dan India,” kata Eko.

Selama ini, China dan India tercatat sebagai produsen terbesar cairan nikotin di dunia. Kedua negara tersebut juga sudah mengolah nikotin cair yang berasal dari ekstraksi tembakau.

Di negara-negara tersebut, penggunaan nikotin cair hasil ekstraksi tembakau lokal juga terbukti membantu menopang penyerapan tembakau petani. Ditambah lagi, nikotin cair hasil ekstraksi juga berpotensi untuk merambah pasar ekspor.

“Potensi ekspor cairan nikotin terbuka lebar. Jika terus dikembangkan dan didukung pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu pemasok cairan nikotin dunia. Apalagi, berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), Indonesia merupakan produsen tembakau terbesar nomor enam di dunia,” kata Eko. (dtc/int)

Tags

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close