Ekonomi

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I TBA Lepas Ekspor Pertanian

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Kelas I Tanjungbalai-Asahan (TBA) menggelar acara pelepasan ekspor komoditas hasil pertanian di halaman Karantina TBA, Senin (13/5).

Komoditas pertanian yang dilepas untuk diekspor itu senilai Rp8.8 miliar di antaranya, kelapa, minyak sawit, madu, kayu manis, pisang kepok, lidi dan beberapa ekor domba, serta beberapa komoditas pertanian laninnya.

Pelepasan komoditas pertanian ini dipimpin Kepala Badan Karantina Pertanian Jakarta Ali Jamil, Kepala SKP TBA Bukhori, bersama Walikota Tanjungbalai HM Syahrial, Kapolres AKBP Irfan Rifai, Dandim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh, Danlanal serta dihadiri Bea Cukai, Karantina Perikanan, Karantina Kesehatan, dan para Eksportir yang ada di daerah Tanjungbalai-Asahan.

Kepala SKP TBA Bukhori dalam kesempatan ini mengatakan, pelepasan ekspor tersebut merupakan kegiatan untuk mendukung akselerasi eksporsitas dan mendorong para eksportir yang ada di daerah tersebut, agar lebih meningkatkan daya ekspor ke luar negeri khususnya hasil dari pertanian.

“Kegiatan serupa seperti ini adalah yang kedua kalinya dan akan terus berkesinambungan dengan tujuan untuk mengakselerasi ekspor komoditas pertanian, sesuai program pemerintah Indonesia Agro Gemilang 2019 ‘Ayo galakkan ekspor, generasi milenial bangsa’,” sebut Bukhori.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ir Ali Jamil dalam sambutannya juga mengatakan, kegiatan eksportasi itu mewujudkan program pemerintah sesuai intruksi Presiden melalui Kementerian Pertanian, untuk melakukan ekselarasi eksportasi pertanian di Indonesia.

“Untuk mewujudkan program pemerintah yaitu menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia di tahun 2025 mendatang, maka melalui Agro Gemilang ini, kita meningkatkan ekspor produk produk pertanian ke manca negara,” ucapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, setiap daerah juga harus bisa menggali potensi lainnya untuk diekspor ke luar negeri. Sehingga diharapkan kepada setiap kepala daerah kabupaten/kota, khususnya Tanjungbalai, agar bidang pertanian menjadi perhatian untuk dikembangkan dan lebih mengakselerasikan ekspor dari daerah masing masing.

“Para eksportir juga harus bisa menggali potensi apa yang bisa kita ekspor ke luar negeri, dan juga harus terbuka terkait harga, sehingga bisa disesuaikan dengan petani, sehingga bisa saling menguntungkan serta mendorong petani supaya menjalankan program pertanian di seluruh daerah,” pungkas Ali Jamil di hadapan para eksportir.

Dengan demikian, katanya, program pemerintah Agro Gemilang 2019 untuk menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia bisa terwujud dan petani juga sejahtera. Walikota HM Syahrial dalam sambutannya, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian tersebut.

Dia mengatakan, akan siap mengembangkan sektor pertanian di daerahnya. “Komitmen Pemko Tanjungbalai mempermudah izin bagi pengusaha yang ingin melakukan kegiatan ekspor impor adalah bentuk dukungan kita, bahwa kita siap untuk menwujudkan program pemerintah di bidang pertanian. Di samping itu, pemerintah kota juga akan siap memanfaatkan areal lahan yang masih kosong untuk dikelola menjadi sektor pertanian, sehingga mampu menghasilkan untuk diekspor ke luar negeri,” ucapnya. (ck-04/ahu)