Ekonomi

Selama Corona, Penerimaan Pendapatan Daerah Asahan Merosot

FaseBerita.ID – Pandemi Virus Covid-19 memberikan dampak berarti khususnya pada pertumbuhan ekonomi tak terkecuali penerimaan pendapatan  asli daerah (PAD) Kabupaten Asahan yang merosot.

Sejak Januari hingga Mei, realisasi PAD Kabupaten Asahan sebesar Rp 27,3 miliar. Perolehan itu merosot Rp4,9 miliar atau 15 persen jika dibandingkan penerimaan tahun 2018 yakni Rp32,2 miliar.

“Ada penurunan 15 persen dari tahun sebelumnya,” sebut Kabid Penagihan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Asahan, Alpan Rizky, Senin (8/6).

Menurut Alpan, wabah Covid-19 menjadi faktor utama alasan penurunan penerimaan. Dampak wabah virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China itu, sangat mempengaruhi aktivitas perekonomian.

Sejumlah wajib pajak, khususnya para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengajukan penangguhan akibat tak sanggup membayar sebagaimana mestinya, seperti saat keadaan normal. “Banyak yang mengajukan permohonan penangguhan karena enggak sanggup bayar,” kata Alpan.

Menurut data yang diterima dari Dinas Kominfo Asahan, menyebutkan, hanya Pajak Daerah yang mengalami peningkatan dari 4 jenis penerimaan. Sedangkan 3 lainnya, yaitu Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, menurun.

Jumlah perolehan Pajak Daerah sebesar Rp21,6 miliar. Kemudian, Retribusi Daerah Rp23,3 miliar; Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, nihil; sementara Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, Rp4,0 miliar. (per)