Ekonomi

Ratusan Ton Kunyit Siap Ekspor ke India

FaseBerita.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura terus melakukan peningkatan produksi komoditas untuk diekspor. Bukan hanya komoditas sayuran dan buah-buahan, tanaman obat pun juga akan ikut terlibat dalam program Gerakan Tiga kali Lipat Ekspor Produk Pertanian atau Gratieks.

Salah satu tanaman obat yang sangat berpotensi untuk diekspor yakni kunyit yang banyak dikembangkan di wilayah Jawa tengah dan Jawa Timur khususnya Kabupaten Ponorogo. Kunyit pun merupakan salah satu primadona tanaman obat yang rencananya akan diekspor ke India.

“CV Berkah Jaya tengah siapkan pelepasan 110 ton kunyit ke India. Perusahaan ini bergerak di bidang ekspor tanaman obat seperti gingseng, kunyit dan lengkuas. Pihaknya bekerja sama dengan petani mitra dan rutin melakukan ekspor sejak 2017,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (5/2).

Kunyit yang diekspor berasal dari petani mitra dan non-mitra di daerah Kediri, Pacitan, Trenggalek, dan Wonogiri. Kunyit yang diekspor dalam bentuk kering dan memiliki kandungan curcumin minimal 4 persen.

Ia pun mengaku bangga akan hal tersebut, bahkan sangat mendukung kinerja ekspor yang dilakukan oleh perusahaan. Ia pun berharap para petani akan terus meningkatkan hasil produksinya, termasuk menerapkan teknologi terbaru.

“Saya sangat bangga atas hal ini. Ternyata produk-produk tanaman obat kita diminati oleh negara lain. Saya juga berharap agar petani tanaman obat semakin semangat dalam berbudidaya. Kemudian juga mau dan mampu menerapkan teknologi-teknologi modern untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan saya saing produknya,” ujar dia.

Direktur Utama Berkah Jaya Gigih menjelaskan bahwa perusahaannya memang rutin dalam melakukan ekspor ke negara yang terkenal dengan julukan negara anak benua tersebut. Bahkan, ekspor bisa dilakukan sebanyak 10 kali pengiriman dengan sekali kirim volumenya sebesar 100 sampai 110 ton atau 5 kontainer dengan nilai ekspor mencapai Rp 1,8 miliar.

“Tahun 2017 kami ekspor 100 ton kunyit kering. Pada 2018 volumenya meningkat hingga 1.100 ton per tahun. Tahun ini ditargetkan 1.000 ton. Untuk tahun ini rencananya pengiriman perdana akan kami lakukan minggu pertama Februari dan berlanjut hingga Desember mendatang,” kata dia. (jp)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close