Ekonomi

Pusat Siapkan Rencana Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Danau Toba

FaseBerita.ID – Guna menggenjot perkembangan dan pertumbuhan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, pemerintah pusat kembali menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo, Minggu (12/5).

Rencana pengembangan kawasan Danau Toba tersebut ditindaklanjuti dengan rapat yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (9/5) pekan lalu.

“Groundbreaking kan penanda awal di mulainya (kembali pembangunan infrastruktur) pada bulan September 2019. Nah menjelang September akan diketok palunya, kita menyiapkan perizinan dan komitmen terhadap anggaran,” ucap Arie.

Pemerintah memastikan pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas untuk dikembangkan telah berjalan dengan lancar.

Rapat Rencana pengembangan kawasan Danau Toba tersebut dihadiri dan dipimpin langsung Menteri Kordintor (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizky Ratman.

Kemudian, Ketua Tim Percepatan Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah, Dirut BPODT, Arie Prasetyo, Bupati Toba Samosir, Rapidin Simbolon, serta Kadispar Provinsi Sumatera Utara, Hidayati. Tujuan rapat kordinasi, lanjut Arie, pemerintah memastikan pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas untuk dikembangkan, apakah telah berjalan dengan lancar.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, akan dilaksanakan di Kabupaten Samosir dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

”Ini maksudnya fokus lahan zona Otoritas di Sibisa Kabupaten Tobasa,” tutur Arie.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata akan melanjutkan pembangunan fasilitas mewah merupakan Kaldera Toba di Sibisa Kabupaten Tobasa.

”Kita siapkan dulu semua perizinan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, melalui rapat tersebut telah disepakati beberapa hal di antaranya investasi yang telah ditandatangani pada 12 Oktober 2018 sudah ditindaklanjuti dengan pemetaan dan perencanaan implementasi di lapangan.

“Dengan adanya kerja sama ini, para investor akan mulai melakukan pengembangan dengan membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata,” ucap Arief dalam keterangan pers, kemarin.

Arief menjelaskan beberapa infrastruktur dan akomodasi yang dikembangkan antara lain hotel dan resort berstandar internasional, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), Agro-fFrestry, Pertanian Organik, Wisata Desa, Pendidikan Pariwisata, dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi yang memungkinkan masyarakat di kawasan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi lebih sejahtera.

“Ground breaking investasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 28 September 2019, bertepatan sehari setelah hari Pariwisata Internasional,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (gus/han)