Ekonomi

Produksi Padi Ditarget 66.550 Ton, Salak 825 Ton

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan menargetkan pada tahun 2020 produksi padi di daerah itu dapat mencapai 66.550 ton dari luas cakupan lahan 3.166 hektare.

“Target tahun 2020 sebanyak 65.550 ton dari dari luas cakupan panen 3.166 hektare. Kita optimistis target itu dapat dicapai,” kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Bambang S di Padangsidimpuan, Senin (26/8/2019).

Secara umum ia menggambarkan target produksi padi tersebut dari tahun ke tahun terus naik seperti target tahun 2018 sebesar 65.285 ton, tahun 2019 sebesar 65.795 ton dan tahun 2020 ditargetkan 66.550 ton.

Demikian juga dengan produksi komoditi lainnya seperti cabai merah tahun 2018 hanya 587 ton, tahun 2019 sebesar 668 ton, dan tahun 2020 ditargetkan sebesar 750 ton.

Bawang Merah tahun 2018 ditargetkan 139 ton, tahun 2019 sebesar 187 ton dan tahun 2020 ditarget sebesar 260 ton, tomat tahun 2018 target 481 ton, tahun 2019 seebsar 550 ton dan tahun 2020 seebsar 600 ton.

Sementara untuk buah salak tahun 2018 target 664 ton, tahun 2019 sebesar 781 ton dan tahun 2020 ditargetkan sebesar 825 ton.

Ia mengatakan tantangan kedepan akan semakin berat, di satu sisi pihaknya berupaya untuk terus meningkatkan target berbagai hasil produksi pertanian, sementara di satu sisi lahan pertanian yang ada semakin berkurang dampak dari alih fungsi lahan.

Untuk itu pihaknya akan mencari sejumlah solusi terbaik guna meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mempertahankan lahan produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Sehingga ketersediaan pangan kita tercukupi dan dapat meningkatkan produksi permintaan ke luar daerah,” katanya.

Lahan Pertanian Terus Berkurang

Luas lahan pertanian di Kota Padangsidimpuan setiap tahunnya terus berkurang akibat alih fungsi lahan yang berubah menjadi bangunan perumahan dan pertokoan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padangsidimpuan Parimpunan Siregar melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Bambang S di Padangsidimpuan mengatakan, setiap tahun diperkirakan luas lahan pertanian di daerah itu rata-rata berkurang sebanyak satu persen.

Hal itu juga dinilai dampak dari terus bertambahnya pemukiman yang memang juga menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat.

“Lahan pertanian di Kota Padangsidimpuan mengalami penurunan seiring dengan penambahan pemukiman warga dan alih fungsi lahan non-pertanian,” katanya.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan mencatat, luas lahan produktif sawah di Padangsidimpuan pada tahun 2019 mencapai 3.166 hektare, kemudian lahan bukan sawah 8.029 hektere.

Data tersebut masing-masing untuk Kecamatan Padangsidimpuan Utara sebanyak 333 hektare, Padangsidimpuan Selatan 174 hektare, Tenggara 699 hektare, Batunadua 610 hektare, Hutaimbaru 837 hektare dan Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu 514 hektare.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan imbauan kepada pemilik lahan untuk tidak melakukan ahli fungsi lahan dari lahan pertanian yang sudah ada sekarang ini ke lahan pemukiman dan lainnya.

“Lahan pertanian itu sangat penting dalam menunjang hasil produksi pertanian di Kota Padangsidimpuan. Jika saja lahan pertanian tergerus akibat ahli fungsi lahan maka sangat merugikan masyarakat petani dan masyarakat luas, ketersedian lahan pertanian sangat penting dan harus menjadi perhatian bersama,” terangnya. (ant/int)